Tips Atasi Anak yang Suka Marah-marah
wolipop
Kamis, 16 Feb 2012 18:44 WIB
Jakarta
-
Kemarahan adalah emosi manusia yang terjadi secara alami dan dapat memicu kebencian terhadap seseorang dan suatu peristiwa. Hal ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak pun dapat mengalaminya. Masalah yang anak alami mungkin belum begitu berat, tapi sebagai orangtua, terkadang Anda juga dibuat bingung saat berhadapaan dengan amarah anak.
Sebenarnya amarah yang terjadi pada anak biasanya adalah konsekuensi dari kesalahpahaman, penuduhan yang salah dan perlakuan yang tidak adil atau hanya perasaan tidak nyaman.
Terlepas dari hal itu, 'amarah' juga bisa menjadi penyamaran emosi yang lain, karena sang anak tidak bisa mengekspresikan apa yang ia maksud. Ketika emosi telah memenuhi dirinya dan sampai pada titik puncak kesabarannya, maka anak menjadi mudah kesal atau marah. Berikut beberapa tips untuk mengatasi anak mudah marah, seperti dirangkum oleh The Parents Zone.
1. Mengajarkan anak untuk mengekspresikan emosinya
Tidak semua orang dapat belajar mengekspresikan emosi mereka sendiri. Sebagai orangtua itu adalah tugas Anda untuk membantu anak memahami pentingnya untuk mengekspresikan emosinya pada waktu tertentu. Untuk meyakinkan anak, bahwa Anda benar-benar mau membantunya, cobalah mengambil cuti untuk benar-benar mendengarkan apa yang terjadi pada mereka.
2. Amarah tidak menghilangkan amarah
Orangtua dan anak biasanya memiliki ikatan batin yang kuat, sehingga jika Anda sedang stres, anak-anak juga bisa merasakan hal serupa. Namun terkadang ada pula titik di mana Anda juga akan merasa kesal karena amarah anak. Tapi pada kenyataannya, mungkin kemarahan anak Anda sebenarnya adalah reaksi terhadap stres Anda sendiri dalam cara menghadapi mereka. Jadi cobalah untuk lebih santai dan tenang, karena secara otomatis anak-anak belajar pada apa yang mereka lihat dari orangtuanya.
3. Cuek bukan solusi
Mengakhiri pembahasan masalah yang belum selesai atau cuek pada kemarahan anak tidak akan membawa Anda ke suatu solusi. Terima dan hadapilah permasalahan tersebut, lalu atasi dengan benar. Ingat, bahwa bagi anak-anak semua hal adalah penting. Jadi atasi masalah mereka dengan cara yang sama. Duduklah bersama, dengarkan dengan penuh perhatian dan kemudian carilah solusinya bersama-sama.
4. Jangan dukung tindakan agresif
Amarah adalah hal yang normal. Justru yang bisa mengarah pada abnormal dan perubahan sikap adalah agresi yang mengikuti kemarahan tersebut. Walaupun mengekspresikan emosi itu perlu, namun bukan hal yang baik jika ia terlalu agresif dengan emosinya. Sampaikan pada anak Anda dengan sikap yang lembut, tetapi tetap tegas dan jika perlu buatlah batasan yang jelas untuk mengurangi sikap agresif tersebut.
(eny/eya)
Sebenarnya amarah yang terjadi pada anak biasanya adalah konsekuensi dari kesalahpahaman, penuduhan yang salah dan perlakuan yang tidak adil atau hanya perasaan tidak nyaman.
Terlepas dari hal itu, 'amarah' juga bisa menjadi penyamaran emosi yang lain, karena sang anak tidak bisa mengekspresikan apa yang ia maksud. Ketika emosi telah memenuhi dirinya dan sampai pada titik puncak kesabarannya, maka anak menjadi mudah kesal atau marah. Berikut beberapa tips untuk mengatasi anak mudah marah, seperti dirangkum oleh The Parents Zone.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak semua orang dapat belajar mengekspresikan emosi mereka sendiri. Sebagai orangtua itu adalah tugas Anda untuk membantu anak memahami pentingnya untuk mengekspresikan emosinya pada waktu tertentu. Untuk meyakinkan anak, bahwa Anda benar-benar mau membantunya, cobalah mengambil cuti untuk benar-benar mendengarkan apa yang terjadi pada mereka.
2. Amarah tidak menghilangkan amarah
Orangtua dan anak biasanya memiliki ikatan batin yang kuat, sehingga jika Anda sedang stres, anak-anak juga bisa merasakan hal serupa. Namun terkadang ada pula titik di mana Anda juga akan merasa kesal karena amarah anak. Tapi pada kenyataannya, mungkin kemarahan anak Anda sebenarnya adalah reaksi terhadap stres Anda sendiri dalam cara menghadapi mereka. Jadi cobalah untuk lebih santai dan tenang, karena secara otomatis anak-anak belajar pada apa yang mereka lihat dari orangtuanya.
3. Cuek bukan solusi
Mengakhiri pembahasan masalah yang belum selesai atau cuek pada kemarahan anak tidak akan membawa Anda ke suatu solusi. Terima dan hadapilah permasalahan tersebut, lalu atasi dengan benar. Ingat, bahwa bagi anak-anak semua hal adalah penting. Jadi atasi masalah mereka dengan cara yang sama. Duduklah bersama, dengarkan dengan penuh perhatian dan kemudian carilah solusinya bersama-sama.
4. Jangan dukung tindakan agresif
Amarah adalah hal yang normal. Justru yang bisa mengarah pada abnormal dan perubahan sikap adalah agresi yang mengikuti kemarahan tersebut. Walaupun mengekspresikan emosi itu perlu, namun bukan hal yang baik jika ia terlalu agresif dengan emosinya. Sampaikan pada anak Anda dengan sikap yang lembut, tetapi tetap tegas dan jika perlu buatlah batasan yang jelas untuk mengurangi sikap agresif tersebut.
(eny/eya)
Pakaian Wanita
Casio LTP-V007L-7E2UDF, Jam Tangan Analog Wanita yang Elegan dan Minimalis
Perawatan dan Kecantikan
Rambut Terlihat Kusam? Ini Rahasia Produk yang Bikin Rambut Glow Lagi
Perawatan dan Kecantikan
Foundation vs Cushion, Mana yang Lebih Flawless dan Paling Aman Dipakai Bukber?
Kesehatan
Rahasia Puasa Tetap Kuat Seharian! 3 Superfood Ini Bikin Tubuh Lebih Fresh dan Nggak Gampang Lemas
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Mantan CEO Google Beristri Digosipkan Pacari Model 43 Tahun Lebih Muda
2
Kisah Wanita Bersumpah Melajang Seumur Hidup, 2 Minggu Kemudian Dinikahi Bule
3
Rahasia Parfum Tahan Lama Tasya Farasya, Manfaatkan Golden Period Usai Mandi
4
Kisah Hijrah Celine Evangelista: Malu Atas Dosa, Mantap Berhijab Usai Umrah
5
Ramalan Zodiak 22 Februari: Capricorn Banyak Rintangan, Pisces Jangan Terlena
MOST COMMENTED











































