Ini Bahayanya Membiarkan Bayi Nangis Terlalu Lama
wolipop
Rabu, 28 Des 2011 18:42 WIB
Jakarta
-
Pernahkah Anda mendengar saran agar orangtua tidak buru-buru menenangkan bayi mereka yang menangis agar nantinya tak manja? Menurut seorang pakar, justru membiarkan bayi menangis bisa berbahaya untuk pertumbuhannya. Kenapa?
Darcia Narvaez, seorang profesor psikologi asal Notre Dame membeberkan pendapatnya mengenai hal tersebut. Menurutnya metode 'membiarkan bayi menangis' justru berbahaya karena bisa membunuh sel otak bayi.
Narvaez menjelaskan, saat bayi stres, tubuh mereka melepaskan kortisol, hormon yang bisa membunuh sel otak. Sementara, saat baru lahir, otak bayi baru berkembang 25% dan bertumbuh sangat cepat di tahun pertama mereka. Sehingga jika si bayi menangis, sebagai salah satu reaksi saat mereka stres, tindakan tersebut bisa membunuh cukup banyak sel otaknya.
Dalam tulisannya di Psychology Today, Narvaez membebeberkan sejumlah penelitian yang mendukung pernyataannya tersebut. Penelitian yang dilakukan Universitas Harvard, Yale, Baylor dan perguruan tinggi lainnya mengatakan, membunuh sel otak bayi berisiko tinggi menyebabkan ADHD, kemampuan akademis menurun dan cenderung membuat bayi tumbuh menjadi orang yang anti sosial.
"Bayi berharap mereka tetap berada di rahim yang nyaman setelah dilahirkan. Bayi ingin terus digendong, disusui, kebutuhannya dipenuhi secepatnya," tulis Narvaez.
"Semua hal itu dilakukan agar perkembangan otak dan tubuh bayi bagus. Saat bayi menunjukkan ketidaknyamanan, itu tanda kebutuhannya tidak terpenuhi, padahal kebutuhannya itu penting untuk pertumbuhannya," tambahnya.
Narvaez juga mengatakan, membiarkan bayi menangis juga membuatnya tidak belajar kemampuan mengontrol diri. Bayi sangat bergantung dengan pengasuhnya entah itu Anda, suami, kakek-nenek atau babysitter, saat belajar mengontrol dirinya. Pengasuhan yang responsif, segera memberikan bayi apa yang dibutuhkannya sebelum dia stres, membuat tubuh dan otak bayi tenang. Saat bayi merasa takut dan orangtuanya menenangkannya, bayi jadi membangun ekspektasi untuk ditenangkan, hal tersebut nantinya membangun kemampuannya untuk membuat dirinya nyaman.
Namun yang perlu Anda ingat, bayi tidak akan bisa membuat dirinya nyaman jika dia diisolasi. Kalau bayi dibiarkan terus menangis sendirian, mereka akan berhenti bertumbuh, belajar merasakan dan percaya.
Kenapa kepercayaan bisa terbunuh saat bayi dibiarkan menangis? Psikolog ternama asal Jerman, Erik Erikson pernah mengungkapkan, tahun pertama kehidupan bayi adalah masa penting untuk membangun rasa percaya pada dunia, dunia orang yang mengasuhnya dan dunia dirinya sendiri. Saat bayi dipenuhi kebutuhannya tanpa harus merasakan stres, dia belajar kalau dunia adalah tempat yang dapat dipercaya. Sementara jika kebutuhan bayi diabaikan, dia akan berkembang jadi orang yang sulit percaya pada suatu hubungan dan dunia itu sendiri.
(eny/eny)
Darcia Narvaez, seorang profesor psikologi asal Notre Dame membeberkan pendapatnya mengenai hal tersebut. Menurutnya metode 'membiarkan bayi menangis' justru berbahaya karena bisa membunuh sel otak bayi.
Narvaez menjelaskan, saat bayi stres, tubuh mereka melepaskan kortisol, hormon yang bisa membunuh sel otak. Sementara, saat baru lahir, otak bayi baru berkembang 25% dan bertumbuh sangat cepat di tahun pertama mereka. Sehingga jika si bayi menangis, sebagai salah satu reaksi saat mereka stres, tindakan tersebut bisa membunuh cukup banyak sel otaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayi berharap mereka tetap berada di rahim yang nyaman setelah dilahirkan. Bayi ingin terus digendong, disusui, kebutuhannya dipenuhi secepatnya," tulis Narvaez.
"Semua hal itu dilakukan agar perkembangan otak dan tubuh bayi bagus. Saat bayi menunjukkan ketidaknyamanan, itu tanda kebutuhannya tidak terpenuhi, padahal kebutuhannya itu penting untuk pertumbuhannya," tambahnya.
Narvaez juga mengatakan, membiarkan bayi menangis juga membuatnya tidak belajar kemampuan mengontrol diri. Bayi sangat bergantung dengan pengasuhnya entah itu Anda, suami, kakek-nenek atau babysitter, saat belajar mengontrol dirinya. Pengasuhan yang responsif, segera memberikan bayi apa yang dibutuhkannya sebelum dia stres, membuat tubuh dan otak bayi tenang. Saat bayi merasa takut dan orangtuanya menenangkannya, bayi jadi membangun ekspektasi untuk ditenangkan, hal tersebut nantinya membangun kemampuannya untuk membuat dirinya nyaman.
Namun yang perlu Anda ingat, bayi tidak akan bisa membuat dirinya nyaman jika dia diisolasi. Kalau bayi dibiarkan terus menangis sendirian, mereka akan berhenti bertumbuh, belajar merasakan dan percaya.
Kenapa kepercayaan bisa terbunuh saat bayi dibiarkan menangis? Psikolog ternama asal Jerman, Erik Erikson pernah mengungkapkan, tahun pertama kehidupan bayi adalah masa penting untuk membangun rasa percaya pada dunia, dunia orang yang mengasuhnya dan dunia dirinya sendiri. Saat bayi dipenuhi kebutuhannya tanpa harus merasakan stres, dia belajar kalau dunia adalah tempat yang dapat dipercaya. Sementara jika kebutuhan bayi diabaikan, dia akan berkembang jadi orang yang sulit percaya pada suatu hubungan dan dunia itu sendiri.
(eny/eny)
Pakaian Wanita
Jaket Boxy untuk Looks Minimalis! Newburry Jacket yang Nyaman di Cuaca Tropis
Kesehatan
Bye Kusam! Suplemen Harian yang Bikin Kulit Tetap Sehat dan Lembap Saat Ramadan
Kesehatan
Anti Lemas Saat Puasa! Ini Rekomendasi Suplemen Tambah Darah yang Bikin Ramadan Lebih Fit
Kesehatan
Stop Andalkan Sikat Gigi! Ini Cara Biar Napas Tetap Fresh Saat Puasa
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Para Jastip! Wajib ke Bazar Klamby hingga Kami. Diskon 50% di PIK 2
2
7 Drama Korea Terbaru Februari 2026 yang Raih Rating Tinggi dan Viral
3
Ramalan Zodiak Cinta 14 Februari: Cancer Mengalah, Sagitarius Terima Kritik
4
Ramalan Zodiak 14 Februari: Cancer Waspada Jebakan, Virgo Pemasukan Seret
5
Sosok Artis Malaysia Mantan Jefri Nichol, Kini Ngaku Sudah Move On
MOST COMMENTED











































