Terlalu Gemuk, Bocah 8 Tahun Dipisahkan dari Orangtuanya
wolipop
Selasa, 29 Nov 2011 18:41 WIB
Jakarta
-
Anak laki-laki asal Cleveland, Amerika Serikat ini usianya baru delapan tahun. Namun berat badannya sudah mencapai 90 kg. Bocah yang terlalu gemuk itu pun terpaksa dipisahkan dulu dari orangtuanya.
Seperti dikutip dari NY Daily News, surat kabar lokal Plain Dealer menulis, bocah yang duduk di kelas tiga itu kini berada di rumah pembinaan atau penampungan sementara. Hal itu dilakukan pemerintah setempat karena ibunya dianggap tidak bisa mengontrol berat badan sang anak.
Pemerintah menganggap itu adalah kelalaian orangtua sehingga bocah itu bisa menjadi sangat gemuk. Si ibu disebutkan tidak mau mengikuti perintah dokter untuk membantu anaknya menurunkan berat badan. Lingkungan sekitar tempat anak itu tinggal juga dianggap tidak mendukung sehingga membuat berat badan bocah tersebut naik tak terkira.
Ibu dari bocah itu yang identitasnya dirahasiakan, membantah tudingan tersebut. Ia mengaku sudah berusaha membuat anaknya mau berolahraga dengan membelikannya sepeda. Anaknya juga cukup aktif di sekolah.
Kasus serupa sebenarnya beberapa kali terjadi di Amerika. Obesitas pada anak-anak dianggap masalah serius karena bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit diabetes.
Namun pengacara dari ibu bocah itu merasa pemerintah sudah terlalu mengada-ada. Menurut sang pengacara, sampai saat ini masalah kesehatan yang katanya mengancam bocah itu belum terjadi.
Pakar kesehatan anak asal Harvard, Profesor David Ludwig sebelumnya pernah menerbitkan jurnal yang cukup kontroversial dalam 'Journal of the American Medical Association' soal kasus anak obesitas. Dia mengatakan, anak yang memang sangat gemuk, berisiko kehilangan nyawanya.
Ludwig setuju masalah obesitas itu bukan hanya karena kegagalan orangtua. Meski begitu, ia pun sependapat memang perlu intervensi dari pemerintah untuk menangani anak-anak yang sudah terlalu gemuk ini.
"Ini adalah cara paling realistis untuk mengontrol perilaku yang sudah membahayakan," katanya, seperti dikutip TIME.
Tapi idealnya, sebelum si anak dipisahkan dari orangtuanya untuk beberapa waktu, perlu dilakukan beberapa langkah dulu sebelumnya. "Bisa ditawarkan dukungan sosial di rumah, training untuk orangtua, konseling, nasihat keuangan, tanpa memisahkan anak," jelas Ludwig.
(eny/eny)
Seperti dikutip dari NY Daily News, surat kabar lokal Plain Dealer menulis, bocah yang duduk di kelas tiga itu kini berada di rumah pembinaan atau penampungan sementara. Hal itu dilakukan pemerintah setempat karena ibunya dianggap tidak bisa mengontrol berat badan sang anak.
Pemerintah menganggap itu adalah kelalaian orangtua sehingga bocah itu bisa menjadi sangat gemuk. Si ibu disebutkan tidak mau mengikuti perintah dokter untuk membantu anaknya menurunkan berat badan. Lingkungan sekitar tempat anak itu tinggal juga dianggap tidak mendukung sehingga membuat berat badan bocah tersebut naik tak terkira.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus serupa sebenarnya beberapa kali terjadi di Amerika. Obesitas pada anak-anak dianggap masalah serius karena bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit diabetes.
Namun pengacara dari ibu bocah itu merasa pemerintah sudah terlalu mengada-ada. Menurut sang pengacara, sampai saat ini masalah kesehatan yang katanya mengancam bocah itu belum terjadi.
Pakar kesehatan anak asal Harvard, Profesor David Ludwig sebelumnya pernah menerbitkan jurnal yang cukup kontroversial dalam 'Journal of the American Medical Association' soal kasus anak obesitas. Dia mengatakan, anak yang memang sangat gemuk, berisiko kehilangan nyawanya.
Ludwig setuju masalah obesitas itu bukan hanya karena kegagalan orangtua. Meski begitu, ia pun sependapat memang perlu intervensi dari pemerintah untuk menangani anak-anak yang sudah terlalu gemuk ini.
"Ini adalah cara paling realistis untuk mengontrol perilaku yang sudah membahayakan," katanya, seperti dikutip TIME.
Tapi idealnya, sebelum si anak dipisahkan dari orangtuanya untuk beberapa waktu, perlu dilakukan beberapa langkah dulu sebelumnya. "Bisa ditawarkan dukungan sosial di rumah, training untuk orangtua, konseling, nasihat keuangan, tanpa memisahkan anak," jelas Ludwig.
(eny/eny)
Pakaian Pria
Masih Banyak Dicari, Vans Knu School Punya Desain Simpel dan Fleksibel
Home & Living
Cuma 75 Watt! Kulkas Polytron Ini Jadi Andalan Anak Kos & Keluarga Kecil
Kesehatan
Madu Uray, Solusi Alami untuk Redakan Batuk hingga Masalah Pencernaan
Olahraga
Adidas Metal Water Bottle 0.6L, Praktis Dibawa Olahraga-Aktivitas Harian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
7 Pesona Lili Reinhart, Bintang Riverdale Jadi Model Video Klip BTS 'Swim'
2
Ramalan Zodiak Cinta 23 Maret: Aries Jaga Ucapan, Sagitarius Awas Orang Ketiga
3
Ramalan Zodiak 23 Maret: Aquarius dan Pisces Perlu Berhemat
4
Sukses Jadi Sensasi Pop, Rose BLACKPINK Mengaku Masih Suka Minder
5
Viral Pakar Etiket Bilang Makan Sereal Harus Pakai Sendok-Garpu, Netizen Murka
MOST COMMENTED











































