Ingin Anak Suka Makan Sayur? Ajak Makan Bersama di Rumah
wolipop
Kamis, 10 Nov 2011 18:30 WIB
Jakarta
-
Ada cara mudah untuk membuat anak suka makan sayur. Penelitian menunjukkan anak yang rutin makan bersama keluarganya jadi lebih suka makan sayur dan buah.
Penelitian itu dilakukan oleh Barbara H. Fiese dan timnya di College of Agricultural, Consumer and Environmental Sciences, Illinois, Amerika Serikat. Dari riset tersebut ditemukan, anak yang makan bersama keluarganya lima kali dalam seminggu, risiko mengalami malnutrisi menurun 25%. Anak tersebut juga memiliki pola makan yang lebih sehat, suka sayur dan buah serta konsumsi pada makanan tak sehat berkurang.
Menurut Barbara, hanya dengan makan bersama keluarga tiga kali atau lebih dalam seminggu, kemungkinan sang anak mengalami masalah makan atau kegemukan menurun. Sedangkan kemungkinan anak memiliki berat badan ideal jadi meningkat.
"Kebanyakan acara makan bersama keluarga hanya berlangsung 18-20 menit, tapi itu bisa jadi waktu paling penting untuk menjaga kesehatan," jelas Barbara, profesor yang mempelajari perkembangan manusia dan keluarga selama 20 tahun.
"Kesempatan untuk menjaga kesehatan anak bisa tercapai dengan empat kali makan (bersama) atau 80 menit, waktu itu kurang dari tiga kali nonton acara televisi berdurasi 30 menit," tambahnya.
Penelitian Barbara dan rekannya Amber Hommons itu dimuat dalam jurnal Pediatrics, Juni 2011. Riset mereka juga sejalan dengan rekomendasi dari American Academy of Pediatrics. Lembaga tersebut juga menyarankan keluarga untuk lebih sering makan bersama untuk melindungi anak dari obesitas.
Dalam penelitiannya Barbara menganalisa 17 riset soal berat badan, konsumsi makanan dan pola makan anak. Analisa itu dilakukan untuk melihat seberapa kuat faktor itu berhubungan dengan makan bersama keluarga. Total responden penelitian itu adalah 182 ribu anak-anak dan remaja dengan rentang usia 2-17 tahun.
Selama ini anggapan banyak orang, karena kesibukan sehari-hari, keluarga tidak pernah sempat makan bersama. Akhirnya masing-masing anngota keluarga makan sendiri entah itu di restoran atau jajan. Namun menurut penelitian Barbara, hal sebaliknya terjadi.
"75% keluarga (di Amerika) makan bersama di rumah empat kali seminggu, tapi frekuensinya berbeda-beda tergantung dari status sosial ekonomi keluarga dan kapan anak mulai beranjak remaja," jelas Barbara.
Pastinya, menurut riset tersebut, anak yang secara rutin makan bersama keluarganya jadi suka mengonsumsi buah dan sayur. "Kalau orangtua bisa merencanakan dan mengatur kapan waktu makan, anak akan jadi lebih mungkin makan sayur dan buah," tambah Barbara.
(eny/eny)
Penelitian itu dilakukan oleh Barbara H. Fiese dan timnya di College of Agricultural, Consumer and Environmental Sciences, Illinois, Amerika Serikat. Dari riset tersebut ditemukan, anak yang makan bersama keluarganya lima kali dalam seminggu, risiko mengalami malnutrisi menurun 25%. Anak tersebut juga memiliki pola makan yang lebih sehat, suka sayur dan buah serta konsumsi pada makanan tak sehat berkurang.
Menurut Barbara, hanya dengan makan bersama keluarga tiga kali atau lebih dalam seminggu, kemungkinan sang anak mengalami masalah makan atau kegemukan menurun. Sedangkan kemungkinan anak memiliki berat badan ideal jadi meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kesempatan untuk menjaga kesehatan anak bisa tercapai dengan empat kali makan (bersama) atau 80 menit, waktu itu kurang dari tiga kali nonton acara televisi berdurasi 30 menit," tambahnya.
Penelitian Barbara dan rekannya Amber Hommons itu dimuat dalam jurnal Pediatrics, Juni 2011. Riset mereka juga sejalan dengan rekomendasi dari American Academy of Pediatrics. Lembaga tersebut juga menyarankan keluarga untuk lebih sering makan bersama untuk melindungi anak dari obesitas.
Dalam penelitiannya Barbara menganalisa 17 riset soal berat badan, konsumsi makanan dan pola makan anak. Analisa itu dilakukan untuk melihat seberapa kuat faktor itu berhubungan dengan makan bersama keluarga. Total responden penelitian itu adalah 182 ribu anak-anak dan remaja dengan rentang usia 2-17 tahun.
Selama ini anggapan banyak orang, karena kesibukan sehari-hari, keluarga tidak pernah sempat makan bersama. Akhirnya masing-masing anngota keluarga makan sendiri entah itu di restoran atau jajan. Namun menurut penelitian Barbara, hal sebaliknya terjadi.
"75% keluarga (di Amerika) makan bersama di rumah empat kali seminggu, tapi frekuensinya berbeda-beda tergantung dari status sosial ekonomi keluarga dan kapan anak mulai beranjak remaja," jelas Barbara.
Pastinya, menurut riset tersebut, anak yang secara rutin makan bersama keluarganya jadi suka mengonsumsi buah dan sayur. "Kalau orangtua bisa merencanakan dan mengatur kapan waktu makan, anak akan jadi lebih mungkin makan sayur dan buah," tambah Barbara.
(eny/eny)
Elektronik & Gadget
iPhone 16 Plus Masih Menarik Dibeli, Layar Besar dan Baterai Jadi Andalan
Elektronik & Gadget
Polytron Partymax PPS 4PH12, Speaker Bluetooth yang Tahan 15 Jam Nonstop
Kesehatan
Cara Praktis Rawat Luka Ringan dengan Betadine Ointment
Pakaian Pria
Jordan Rare Air WSH 84 SS Crew, Worth It Dibeli? Simak Panduannya
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Lee Young Ae Tapak Tilas ke Jeju, Visualnya Tetap Sama Setelah 22 Tahun
2
9 Parfum Tahan Lama Terbaik untuk Lebaran, Wanginya Awet Tanpa Semprot Ulang
3
30 Ucapan Idul Fitri Bahasa Arab yang Menyentuh Hati dan Penuh Doa Baik
4
Sinopsis Beyond Skyline di Bioskop Trans TV Hari Ini
5
Kisah Sadis Model yang Jadi Kanibal Setelah Bunuh Suami
MOST COMMENTED











































