Ibu Selamatkan Nyawa Janinnya yang Dinyatakan Meninggal
wolipop
Rabu, 02 Nov 2011 12:31 WIB
Jakarta
-
Ceri Griffiths sangat sedih saat dokter memberitahu kalau dia mengalami keguguran saat usia kandungannya 10 minggu. Meski masih tidak percaya, dia pun menandatangani persetujuan untuk mengkremasi janinnya.
Dalam kesedihannya dan kebimbangannya itu, Griffiths sangat yakin janinnya masih hidup. Dia pun memohon pada tim medis yang memeriksannya di Treliske Hospital, Truro, Inggris.
"Sangat menyedihkan saat aku diberitahu bayi yang tengah dikandung sudah meninggal. Saat diberitahu hal itu, sambil kita berbaring, kita tidak bisa mempertanyakannya. Tapi aku merasa yakin bayiku masih hidup di dalam sana," katanya seperti dikutip dari Mail Online.
Wanita 37 tahun itu terus memohon pada dokter dan perawat untuk melakukan USG ulang. "Tapi mereka menjawab, kami minta maaf, bayi Anda sudah meninggal," ucapnya menirukan perkataan pihak rumah sakit.
Penolakan itu rupanya membuat Griffiths histeris. Dia berteriak dan meminta sekali saja dilakukan USG ulang. Akhirnya permintaannya itu dipenuhi.
"Perawat sampai memegang tangannya ke mulutnya karena tidak percaya saat dia melihat ada detak jantung," kisah Griffiths.
Tentu saja saat melihat di monitor ada detak jantung, Griffiths sangat bahagia dan bersyukur. "Peristiwa itu membuat ikatan antara ibu dan bayi semakin kuat," ucapnya.
Griffiths melahirkan bayi perempuan itu pada Oktober 2010 lalu. Sang bayi yang sempat dinyatakan meninggal itu kini baru saja merayakan ulang tahun pertamanya.
Bulan lalu, para peneliti mengungkapkan ada setiap tahunnya ada 400 ibu hamil yang salah didiagnosa dan dikatakan bayi dalam kandungannya meninggal. Kesalahan diagnosa ini tentunya sangat merugikan.
(eny/hst)
Dalam kesedihannya dan kebimbangannya itu, Griffiths sangat yakin janinnya masih hidup. Dia pun memohon pada tim medis yang memeriksannya di Treliske Hospital, Truro, Inggris.
"Sangat menyedihkan saat aku diberitahu bayi yang tengah dikandung sudah meninggal. Saat diberitahu hal itu, sambil kita berbaring, kita tidak bisa mempertanyakannya. Tapi aku merasa yakin bayiku masih hidup di dalam sana," katanya seperti dikutip dari Mail Online.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penolakan itu rupanya membuat Griffiths histeris. Dia berteriak dan meminta sekali saja dilakukan USG ulang. Akhirnya permintaannya itu dipenuhi.
"Perawat sampai memegang tangannya ke mulutnya karena tidak percaya saat dia melihat ada detak jantung," kisah Griffiths.
Tentu saja saat melihat di monitor ada detak jantung, Griffiths sangat bahagia dan bersyukur. "Peristiwa itu membuat ikatan antara ibu dan bayi semakin kuat," ucapnya.
Griffiths melahirkan bayi perempuan itu pada Oktober 2010 lalu. Sang bayi yang sempat dinyatakan meninggal itu kini baru saja merayakan ulang tahun pertamanya.
Bulan lalu, para peneliti mengungkapkan ada setiap tahunnya ada 400 ibu hamil yang salah didiagnosa dan dikatakan bayi dalam kandungannya meninggal. Kesalahan diagnosa ini tentunya sangat merugikan.
(eny/hst)











































