6 Gejala yang Perlu Diwaspadai Wanita Hamil

- wolipop Kamis, 08 Sep 2011 18:37 WIB
Dok. Thinkstock Dok. Thinkstock

Jakarta - Beberapa wanita hamil akan langsung merasa was-was saat merasakan gejala yang tidak enak pada kehamilannya. Namun beberapa wanita lainnya memilih santai saja menghadapi gejala tidak nyaman yang dirasakannya itu. Mereka berpikir hal itu normal sehingga tidak perlu memeriksakan diri ke dokter.

Sebenarnya gejala seperti apa yang perlu diwaspadai? Seperti dikutip dari WebMD, berikut ini berbagai pendapat ahli soal enam gejala yang perlu diwaspadai saat hamil:

1. Keluar Flek di Trimester Pertama

Pendarahan merupakan pertanda terjadi sesuatu pada kehamilan Anda. "Jika di trimester pertama Anda mengalami pendarahan cukup banyak dan merasakan sakit di bagian perut, seperti sakit ketika menstruasi, atau merasa mau pingsan, itu bisa jadi tanda Anda hamil di luar kandungan," ujar dr. Peter Bernstein, ahli kandungan dari Albert Einstein College of Medicine and Montefiore Medical Center di Bronx, New York, Amerika Serikat.

Hamil di luar kandungan adalah kehamilan di luar rahim. Kehamilan itu terjadi karena sel telur tidak dibuahi di dalam uterus (rahim). Biasanya terjadi di saluran tuba, tempat produksi sel telur (ovarium), leher rahim (serviks). Kehamilan ini bisa membahayakan jika tidak segera ditangani.

Selain tanda hamil di luar kandungan, pendarahan dan rasa sakit di perut yang dialami wanita hamil di trimester pertama juga bisa menjadi tanda awal keguguran. Sedangkan wanita hamil yang mengalami pendarahan di trimester ketiga, bisa menjadi tanda dia mengalami placental abruption. Placental abruption merupakan kondisi di mana plasenta terlepas sebelum janin lahir.

"Pendarahan merupakan masalah serius," ujar dr. Donnica Moore. Menurut wanita yang juga seorang editor in chief Women's Health for Life itu, pendarahan sekecil apapun yang dialami seorang wanita hamil harus segera ditangani dengan memeriksakan diri ke dokter.

2. Mual & Muntah Terus-menerus

Mual dan muntah yang dialami terus-menerus sudah pasti tanda berbahaya untuk wanita hamil. "Jika Anda tidak bisa makan atau minum apapun, Anda bisa mengalami dehidrasi," jelas Bernstein. Bukan hanya dehidrasi, Anda juga bisa terkena malnutrisi. Dua hal itu dapat menyebabkan komplikasi serius pada kehamilan, seperti melahirkan prematur.

Bernstein menyarankan segeralah konsultasi ke dokter jika Anda mengalami mual dan muntah yang hebat. Dokter akan memberikan obat yang aman untuk mengatasi masalah tersebut. Dokter juga akan memberikan panduan makanan apa saja yang bisa Anda makan untuk mencegah mual dan muntah tersebut.

3. Aktivitas Janin Menurun

Saat kehamilan mulai membesar, Anda bisa merasakan janin bergerak. Beberapa janin aktif di malam hari, ada juga yang banyak bergerak di siang hari.

Jika kebiasaannya bergerak itu menurun, Anda perlu mewaspadainya. "Gejala itu bisa jadi tanda bayi tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi dari plasenta," ujar Bernstein.

Dari mana ibu tahu aktivitas bayi menurun? Dokter Nicole Ruddock, assisten profesor kandungan di University of Texas Medical School, Houston menyarankan cobalah hitung berapa kali bayi menendang. "Umumnya, ibu hamil merasakan 10 tendangan janin dalam dua jam. Jika kurang dari itu, telepon dokter kandungan Anda," jelas Ruddock.

4. Kontraksi Dini di Trimester Ketiga

Kontraksi bisa menjadi tanda proses melahirkan akan dimulai. "Tapi cukup banyak ibu yang baru pertama kali melahirkan bingung antara kontraksi yang sebenarnya dan kontraksi palsu," ujar Ruddock.

Kontraksi palsu itu umumnya dikenal sebagai kontraksi Braxton-Hicks. Kontraksi tersebut tidak dapat diprediksi, tidak beritme, dan tidak semakin kuat intensitasnya.

"Kontraksi reguler atau yang sebenarnya hanya berjarak 10 menit dan semakin kuat intensitasnya," tambahnya.

Meski begitu, ibu harus tetap waspada soal kontraksi ini. Jika ibu merasa memang kontraksi tersebut kontraksi akan melahirkan, apalagi ibu sudah memasuki trimester ketiga, coba hubungi dokter atau langsung pergi ke rumah sakit. Jika memang bayi masih terlalu dini untuk dilahirkan, dokter bisa melakukan tindakan untuk menghentikan atau mengurangi kontraksi tersebut.

5. Air Ketuban Pecah

Saat sedang berbaring atau berjalan, Anda merasa tiba-tiba mengompol dan area sekitar paha basah, jangan sepelekan hal tersebut. "Bisa jadi itu air ketuban Anda pecah," ujar Ruddock.

Hanya saja, wanita hamil juga bisa tiba-tiba mengeluarkan air seni karena tekanan di area uterus. Air yang tiba-tiba keluar itu pun bisa jadi hanya air urien.

"Kalau Anda tidak yakin apakah itu urine atau air ketuban, pergilah ke kamar mandi dan buang air kecil," saran Ruddock. "Jika airnya terur keluar, itu artinya air ketuban Anda pecah," tambahnya. Kalau air ketuban sudah pecah, ibu harus segera pergi ke rumah sakit.

6. Sakit Kepala Hebat, Nyeri Perut, Pandangan Kabur dan Membengkak di Trimester Ketiga

Semua tanda yang disebutkan di atas bisa jadi tanda preeklampsia. Kondisi tersebut sangat serius dan bisa berakibat fatal pada ibu dan janin.

Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti oleh peningkatan kadar protein di dalam urine. Wanita hamil dengan preeklampsia juga akan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Preeklampsia umumnya muncul pada pertengahan umur kehamilan, meskipun pada beberapa kasus ada yang ditemukan pada awal masa kehamilan.



(eny/eny)