Ibu Bekerja Baru Melahirkan? Segeralah Perah ASI!
wolipop
Jumat, 25 Mar 2011 10:05 WIB
Jakarta
-
Ibu bekerja yang baru saja melahirkan disarankan mengikuti tips ini jika ingin sukses memberikan bayi Anda ASI. Para ibu bekerja sangat disarankan untuk memerah ASI mereka sedini mungkin.
"Kita sarankan sedini mungkin. Perahnya sesempatnya dia, bisa di antara waktu menyusui atau ketika sedang menyusui," saran Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Mia Sutanto saat berbincang dengan Wolipop di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan.
Saran tersebut dilontarkan Mia bukan tanpa alasan. Dengan memerah ASI sedini mungkin, ibu bisa lebih tenang bekerja karena sudah memiliki banyak persediaan ASI perah.
Jika seorang ibu baru memerah ASI menjelang dia kembali bekerja, si ibu bisa stres karena dikejar-kejar stock yang terbatas. Efek dari stres ini, ASI ibu bisa tidak lancar sehingga stock semakin menipis dan akhirnya program ASI eksklusif gagal.
"Paling mepet dua minggu sebelum masuk kantor. Itu juga sudah keadaan darurat dan butuh kemauan yang keras," jelas Mia.
Sebelum kembali bekerja dan saat masih hamil, seorang ibu sebaiknya mencari tahu hak-hak mereka di kantor. Menurut Mia, hak-hak ibu menyusui sudah dilindungi aturan perundang-undangan di Indonesia.
Sejak jauh-jauh hari, ibu yang akan menyusui sebaiknya juga mencari tahu apakah kantor mereka memberikan dukungan atau tidak. Tanyakan kepada pimpinan atau atasan soal kemungkinan mereka bisa memerah ASI di sela-sela jam kerja dan istirahat. Cari tahu juga tempat di mana mereka bisa memerah ASI dan adakah tempat penyimpanan sementaranya.
Untuk memerah ASI, Mia menyarankan agar para ibu belajar menggunakan tangan mereka. Meskipun ada juga ibu yang merasa memakai alat pemompa ASI lebih praktis.
"Tapi di AIMI kita tetap menyarankan belajar pakai tangan. Just in case, mati listrik, baterai pemompanya habis, alat pompanya ketinggalan," tutur ibu dua anak itu.
ASI perah jika disimpan dengan benar di freezer bisa tahan sampai enam bulan. Saat mati listrik datang, Anda tidak perlu khawatir karena Mia berbagi tips mengatasinya.
"Banyak cara yang bisa disiasati, misalnya jangan sering-sering buka kulkas dan freezer. Stock es batu yang besar-besar. Saat mati listrik, ASI perah diganjel es batu, jangan juga dibuka-buka freezernya setelah itu. Kalau mau merasa sangat aman, bisa beli generator. Bisa juga kita punya emergency place, titipin ASI kita ke rumah orangtua atau saudara," jelasnya.
Berikut ini tips lainnya agar sukses menyusui:
8 Cara Siapkan Diri Jadi Ibu Menyusui
Memberikan ASI Bukan Hanya Tugas Ibu, Ayah Juga!
Tips Memompa ASI untuk Ibu Menyusui
(eny/eny)
"Kita sarankan sedini mungkin. Perahnya sesempatnya dia, bisa di antara waktu menyusui atau ketika sedang menyusui," saran Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Mia Sutanto saat berbincang dengan Wolipop di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan.
Saran tersebut dilontarkan Mia bukan tanpa alasan. Dengan memerah ASI sedini mungkin, ibu bisa lebih tenang bekerja karena sudah memiliki banyak persediaan ASI perah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling mepet dua minggu sebelum masuk kantor. Itu juga sudah keadaan darurat dan butuh kemauan yang keras," jelas Mia.
Sebelum kembali bekerja dan saat masih hamil, seorang ibu sebaiknya mencari tahu hak-hak mereka di kantor. Menurut Mia, hak-hak ibu menyusui sudah dilindungi aturan perundang-undangan di Indonesia.
Sejak jauh-jauh hari, ibu yang akan menyusui sebaiknya juga mencari tahu apakah kantor mereka memberikan dukungan atau tidak. Tanyakan kepada pimpinan atau atasan soal kemungkinan mereka bisa memerah ASI di sela-sela jam kerja dan istirahat. Cari tahu juga tempat di mana mereka bisa memerah ASI dan adakah tempat penyimpanan sementaranya.
Untuk memerah ASI, Mia menyarankan agar para ibu belajar menggunakan tangan mereka. Meskipun ada juga ibu yang merasa memakai alat pemompa ASI lebih praktis.
"Tapi di AIMI kita tetap menyarankan belajar pakai tangan. Just in case, mati listrik, baterai pemompanya habis, alat pompanya ketinggalan," tutur ibu dua anak itu.
ASI perah jika disimpan dengan benar di freezer bisa tahan sampai enam bulan. Saat mati listrik datang, Anda tidak perlu khawatir karena Mia berbagi tips mengatasinya.
"Banyak cara yang bisa disiasati, misalnya jangan sering-sering buka kulkas dan freezer. Stock es batu yang besar-besar. Saat mati listrik, ASI perah diganjel es batu, jangan juga dibuka-buka freezernya setelah itu. Kalau mau merasa sangat aman, bisa beli generator. Bisa juga kita punya emergency place, titipin ASI kita ke rumah orangtua atau saudara," jelasnya.
Berikut ini tips lainnya agar sukses menyusui:
8 Cara Siapkan Diri Jadi Ibu Menyusui
Memberikan ASI Bukan Hanya Tugas Ibu, Ayah Juga!
Tips Memompa ASI untuk Ibu Menyusui
(eny/eny)











































