4 Cara Mengatasi Mood yang Naik Turun Saat Hamil
wolipop
Jumat, 18 Feb 2011 10:20 WIB
Jakarta
-
Saat hamil, biasanya mood bisa berubah sesuka hati. Bisa saja, lima menit sebelumnya Anda bahagia, tapi di menit berikutnya mood bisa berubah drastis menjadi sedih. Bagaimana mengatasi ini?
"Perubahan mood, perasaan yang campur aduk, gelisah dan cepat marah adalah hal normal dalam kehamilan," jelas psikolog dari Chicago School of Professional Psychology, Ariadna Cyment Lanski, seperti dilansir Fit Pregnancy.
Menurut psikolog yang mengambil spesialisasi kasus kehamilan dan pasca kehamilan itu, di saat sangat sedih pun ada banyak hal yang bisa dilakukan wanita hamil untuk merasa lebih baik. Berikut ini tipsnya:
1. Minta Bantuan Orang Lain
Disaat merasa terisolasi atau sendiri, orang bisa jadi sangat depresi. "Pikiran negatif bisa semakin berkembang di saat Anda sendiri," jelas Margaret Howard, asisten profesor dan masalah kejiwaan di Universitas Brown dan biasa menangani kasus depresi kehamilan di Women and Infants’ Hospital, Rhode Island, Amerika Serikat.
Oleh karena itu, Howard menyarankan pada para wanita hamil yang moodnya naik turun untuk minta bantuan orang lain di saat rasa sedih melanda. Orang lain itu bisa siapa saja mulai dari keluarga, teman atau wanita hamil lainnya.
"Kehamilan dan proses melahirkan bukanlah sesuatu yang bisa kita lalui sendiri," tambah Lanski. "Wanita biasanya akan merasa lebih baik setelah mereka berbagi pengalaman yang sama dengan wanita lainnya," tambahnya.
Lanski menyarankan agar para wanita hamil menambah teman mereka serta dukungan agar orang-orang tersebut bisa membantu Anda sekarang dan setelah bayi lahir.
2. Bangun Hubungan yang Lebih Baik dengan Suami
Penelitian menunjukkan setiap pasangan akan menurun tingkat kepuasaannya pada hubungan mereka setelah kelahiran bayi. Namun jika Anda mengantisipasinya dan berusaha memperbaiki hubungan dengan pasangan sebelum itu terjadi, transisi menjadi orangtua akan berjalan lebih mulus.
"Berbagi cerita, tak terkecuali yang negatif, bisa melegakan Anda dan pasangan," tutur Lanski. Ia juga menyarankan setiap pasangan meluangkan waktu mereka untuk bersenang-senang. Misalnya saja dengan 'berkencan' lagi atau kegiatan apa saja yang Anda dan pasangan sukai dan bisa membuat tertawa.
3. Permudah Hidup Anda
Menjadi wanita super tentu sangat melelahkan dan membuat depresi, apalagi jika Anda sedang hamil sekaligus mengasuh anak. Hal tersebut membuat Anda memerlukan energi ekstra dan rutinitas kegiatan tambahan. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk mengevaluasi hidup Anda. Buat daftar apa saja tanggungjawab Anda dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk setiap tanggungjawab itu. Jangan lupa juga untuk memberikan diri sendiri penghargaan dan cobalah melupakan hal-hal yang sebenarnya tidak penting serta mulailah belajar berkata 'tidak'.
4. Lepaskan Stres & Rileks
Sebuah studi di University of Basel mengatakan stres pada wanita hamil bisa mempengaruhi plasenta. Jadi stres yang berlebihan pada wanita hamil tidak hanya menyulitkan Anda, tapi juga bayi Anda.
Yoga dan meditasi terbukti mampu mengurangi stres. Namun semuanya kembali lagi pada Anda. Sebagai wanita hamil cari cara terbaik yang bisa membantu melepaskan stres tersebut. Cobalah tarik napas dalam-dalam, tidur lebih cepat atau berjalan-jalan.
"Sayangi diri sendiri dan beristirahat bukanlah sebuah kemewahan," ujar Lanski. "Itu semua penting untuk kesehatann mental Anda dan kesehatan janin," tambahnya. Tentu saja, jika stres ini biasa diatasi, kehamilan dan proses menjadi ibu pun bisa dilalui dengan bahagia.
(eny/eny)
"Perubahan mood, perasaan yang campur aduk, gelisah dan cepat marah adalah hal normal dalam kehamilan," jelas psikolog dari Chicago School of Professional Psychology, Ariadna Cyment Lanski, seperti dilansir Fit Pregnancy.
Menurut psikolog yang mengambil spesialisasi kasus kehamilan dan pasca kehamilan itu, di saat sangat sedih pun ada banyak hal yang bisa dilakukan wanita hamil untuk merasa lebih baik. Berikut ini tipsnya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disaat merasa terisolasi atau sendiri, orang bisa jadi sangat depresi. "Pikiran negatif bisa semakin berkembang di saat Anda sendiri," jelas Margaret Howard, asisten profesor dan masalah kejiwaan di Universitas Brown dan biasa menangani kasus depresi kehamilan di Women and Infants’ Hospital, Rhode Island, Amerika Serikat.
Oleh karena itu, Howard menyarankan pada para wanita hamil yang moodnya naik turun untuk minta bantuan orang lain di saat rasa sedih melanda. Orang lain itu bisa siapa saja mulai dari keluarga, teman atau wanita hamil lainnya.
"Kehamilan dan proses melahirkan bukanlah sesuatu yang bisa kita lalui sendiri," tambah Lanski. "Wanita biasanya akan merasa lebih baik setelah mereka berbagi pengalaman yang sama dengan wanita lainnya," tambahnya.
Lanski menyarankan agar para wanita hamil menambah teman mereka serta dukungan agar orang-orang tersebut bisa membantu Anda sekarang dan setelah bayi lahir.
2. Bangun Hubungan yang Lebih Baik dengan Suami
Penelitian menunjukkan setiap pasangan akan menurun tingkat kepuasaannya pada hubungan mereka setelah kelahiran bayi. Namun jika Anda mengantisipasinya dan berusaha memperbaiki hubungan dengan pasangan sebelum itu terjadi, transisi menjadi orangtua akan berjalan lebih mulus.
"Berbagi cerita, tak terkecuali yang negatif, bisa melegakan Anda dan pasangan," tutur Lanski. Ia juga menyarankan setiap pasangan meluangkan waktu mereka untuk bersenang-senang. Misalnya saja dengan 'berkencan' lagi atau kegiatan apa saja yang Anda dan pasangan sukai dan bisa membuat tertawa.
3. Permudah Hidup Anda
Menjadi wanita super tentu sangat melelahkan dan membuat depresi, apalagi jika Anda sedang hamil sekaligus mengasuh anak. Hal tersebut membuat Anda memerlukan energi ekstra dan rutinitas kegiatan tambahan. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk mengevaluasi hidup Anda. Buat daftar apa saja tanggungjawab Anda dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk setiap tanggungjawab itu. Jangan lupa juga untuk memberikan diri sendiri penghargaan dan cobalah melupakan hal-hal yang sebenarnya tidak penting serta mulailah belajar berkata 'tidak'.
4. Lepaskan Stres & Rileks
Sebuah studi di University of Basel mengatakan stres pada wanita hamil bisa mempengaruhi plasenta. Jadi stres yang berlebihan pada wanita hamil tidak hanya menyulitkan Anda, tapi juga bayi Anda.
Yoga dan meditasi terbukti mampu mengurangi stres. Namun semuanya kembali lagi pada Anda. Sebagai wanita hamil cari cara terbaik yang bisa membantu melepaskan stres tersebut. Cobalah tarik napas dalam-dalam, tidur lebih cepat atau berjalan-jalan.
"Sayangi diri sendiri dan beristirahat bukanlah sebuah kemewahan," ujar Lanski. "Itu semua penting untuk kesehatann mental Anda dan kesehatan janin," tambahnya. Tentu saja, jika stres ini biasa diatasi, kehamilan dan proses menjadi ibu pun bisa dilalui dengan bahagia.
(eny/eny)
Kesehatan
Jaga Lambung dan Imun Selama Puasa Ramadan! PRO EM 1 Bantu Stabilkan Lambung dengan Bakteri Baik
Kesehatan
Punya Masalah Gatal dan Iritasi di Area Intim? Saatnya Ganti ke Perawatan yang Tepat
Pakaian Pria
Tampil Elegan di Bulan Ramadan dengan MCE Jam Tangan Pria Fortune Series Full Black!
Pakaian Pria
Tampil Ringkas, Gerak Bebas dengan Waistbag Pria Waterproof Andalan buat Aktivitas Harian!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Gaya Mahalini Beri Kejutan Ultah Suami di Kasur, Rambut On Point Bikin Salfok
2
Pesona Elea Putri Ussy-Andhika Pratama di Pemotretan Keluarga, Bikin Salfok
3
Pesona Eileen Gu, Atlet Ski Berprestasi yang Juga Model Victoria's Secret
4
Bella Hadid Merasa 'Tak Berguna' saat Mengidap Penyakit Lyme Disease
5
3 Kebiasaan Pakai Makeup yang Diam-Diam Merusak Kulit
MOST COMMENTED











































