Yuk, Jangan Biasakan Anak Tidur Larut Saat Weekend
wolipop
Minggu, 13 Feb 2011 12:08 WIB
Jakarta
-
Anda selalu mengizinkan anak-anak tidur larut saat weekend? Hati-hatilah karena menurut sebuah penelitian, anak-anak yang melakukan hal itu akan lebih mudah mengalami obesitas.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Universitas Chicago dan dirilis dalam American Journal Pediatrics. Ada 308 anak-anak berusia 4-10 tahun yang diteliti.
Dalam penelitian tersebut, masing-masing anak diukur indeks massa tubuhnya. Pola tidur mereka juga diteliti menggunakan sensor gerak yang dipasang seperti gelang.
Dilansir Telegraph, dari penelitian itu diketahui, anak-anak yang tidur lebih cepat di saat weekend, bisa mengejar waktu tidurnya yang kurang selama hari biasa. Mereka pun cenderung lebih kurus.
Sedangkan anak-anak yang dibiarkan tidur larut malam saat weekend memiliki kecenderungan obesitas. Anak-anak ini juga cenderung memiliki pola tidur yang pendek dan tidak teratur.
Kurang tidur dipercaya bisa meningkatkan produksi ghrelin. Ghrelin adalah hormon yang dihasilkan di dalam perut yang mengatur nafsu makan dan bagaimana tubuh menyimpan lemak.
Kurang tidur juga bisa mengurangi jumlah hormon Leptin, hormon yang berfungsi untuk menurunkan nafsu makan dan memicu tubuh untuk menggunakan energi lebih banyak.
Para peneliti pun menyarankan agar setiap keluarga mengetahui pentingnya tidur cukup. Tidur cukup dan teratur penting untuk menurunkan risiko obesitas dan metabolisme tubuh pun lebih baik.
(eny/eny)
Penelitian tersebut dilakukan oleh Universitas Chicago dan dirilis dalam American Journal Pediatrics. Ada 308 anak-anak berusia 4-10 tahun yang diteliti.
Dalam penelitian tersebut, masing-masing anak diukur indeks massa tubuhnya. Pola tidur mereka juga diteliti menggunakan sensor gerak yang dipasang seperti gelang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan anak-anak yang dibiarkan tidur larut malam saat weekend memiliki kecenderungan obesitas. Anak-anak ini juga cenderung memiliki pola tidur yang pendek dan tidak teratur.
Kurang tidur dipercaya bisa meningkatkan produksi ghrelin. Ghrelin adalah hormon yang dihasilkan di dalam perut yang mengatur nafsu makan dan bagaimana tubuh menyimpan lemak.
Kurang tidur juga bisa mengurangi jumlah hormon Leptin, hormon yang berfungsi untuk menurunkan nafsu makan dan memicu tubuh untuk menggunakan energi lebih banyak.
Para peneliti pun menyarankan agar setiap keluarga mengetahui pentingnya tidur cukup. Tidur cukup dan teratur penting untuk menurunkan risiko obesitas dan metabolisme tubuh pun lebih baik.
(eny/eny)
Pakaian Wanita
Bisa Simpan Kartu Hingga Jadi Dompet Mini! Ini Rekomendasi Lanyard ID Card yang Fungsional
Elektronik & Gadget
Video Makin Cinematic Tanpa Ribet dengan TNW M01 PRO Gimbal 3 Axis yang Bikin Konten Naik Level!
Elektronik & Gadget
Anti Gerah Saat Silaturahmi di Hari Lebaran, Ini Kipas Portable GOOJODOQ yang Wajib Kamu bawa!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Lembut dan Glowing, Upgrade Sabun Mandi Biasa dengan Shower Oil Andalan yang Melembabkan Maksimal!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Baju Lebaran 2026
10 Rekomendasi Baju Lebaran 2026 dari Brand Lokal, Modelnya Lagi Tren!
2
Menteri Wanita Ini Didesak Jawab Isu Selingkuh dengan Penasihatnya
3
Penampilan Anna MEOVV di Fashion Show Chloe, Gayanya Bak Princess Jadi Viral
4
Foto: Bintang Bridgerton Bantah Disebut Plus Size, Ngaku Pakai Size M
5
Baju Lebaran 2026
Beli Sarimbit Lebaran di Bazar Rendezvous AEON Tanjung Barat, Diskon 70%
MOST COMMENTED











































