ADVERTISEMENT

Kenali Tanda-tanda Stres Saat Bekerja

- wolipop Rabu, 05 Jan 2011 11:32 WIB
Jakarta - Jangan mengabaikan stres karena pekerjaan. Hal ini bisa berdampak buruk pada kesehatan dan dapat terakumulasi menjadi penyakit.

Tanda-tanda stres dapat diidentifikasi dari hal-hal sepele. Seperti dikutip health 24, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menunjukkan bahwa sudah waktunya bagi pekerja untuk beristirahat lebih lama.

Gelisah
Mudah lupa, tidak percaya diri dan tidak fokus pada satu pekerjaan dapat menunjukkan, seseorang sedang mengalami stres. Jika Anda menghadapi kondisi tersebut, Anda perlu menghentikan aktivitas untuk sementara dan istirahatlah sambil minum secangkir teh panas untuk melancarkan aliran darah.

Sering menguap
Jika Anda tidak mengantuk, tetapi ingin menguap sepanjang hari, ini merupakan tanda bahwa Anda berada di bawah stres. Stres memicu pernapasan menjadi pendek sehingga orang sering menguap untuk mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.

Berkeringat sepanjang hari
Stres memicu pelepasan hormon katekolamin yang membuat darah menjadi lebih kental, sehingga tekanan tubuh meningkat dan tubuh menjadi mudah berkeringat. Jika tidak segera diatasi, lama-lama kondisi ini bisa memicu serangan jantung dan kematian.

Bau badan
Karena sering berkeringat, orang di bawah stres juga akan punya masalah dengan bau badan. Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan deodoran atau mandi, tetapi akan lebih baik untuk mencari penyebab stres dan segera mengatasinya.

Penggunaan zat adiktif
Tidak selalu harus alkohol dan obat-obatan terlarang, kopi dan rokok juga termasuk zat adiktif yang paling sering digunakan sebagai pelarian ketika  mengalami stres. Zat-zat ini memang bisa membuat Anda santai, tapi hati-hati karena dapat menyebabkan kecanduan.

Mulut kering
Stres menyebabkan pelepasan air liur berkurang, yang menyebabkan mulut kering, bau nafas tidak enak dan berbagai masalah mulut lainnya. Kondisi ini hanya dapat diobati dengan minum banyak air.

Nyeri otot
Ketika dalam tekanan psikologis, otot-otot akan berkontraksi lebih kuat sehingga sering berakhir dengan rasa sakit, terutama di punggung bawah. Lakukan peregangan otot sesering mungkin dan rebahkanlah tubuh sejenak di sofa.

Sakit kepala
Meningkatnya tekanan darah dan kontraksi otot dapat berpengaruh pada saraf otak. Bagian kepala akan lebih mudah terasa nyeri. Mandi air panas dan melakukan pemijatan merupakan salah satu cara untuk meredakannya.

Batuk

Melemahnya sistem kekebalan tubuh karena stres menyebabkan sering batuk meskipun tidak sedang diserang flu. Kegelisahan juga dapat memicu iritasi lambung yang ditandai dengan masuk angin, sakit dada dan diare.

Berketombe
Sistem kekebalan tubuh yang lemah juga mempengaruhi kulit kepala. Stres bisa juga memicu infeksi jamur penyebab ketombe.

Kaki bergerak-gerak
keseimbangan kimia dalam tubuh terganggu selama stres, sehingga menyebabkan gerakan kaki tak terkendali, khususnya selama tidur, kaki bisa bergerak-gerak.

(kik/kik)