4 Saran Mengasuh Anak Yang Tidak Boleh Diikuti
wolipop
Rabu, 22 Des 2010 10:09 WIB
Jakarta
-
Saat baru saja memiliki buah hati, banyak saran yang diberikan oleh orang terdekat untuk Anda. Namun tidak selamanya saran tersebut benar adanya.
Seperti yang dikutip dari sheknows, berikut beberapa saran mengasuh si kecil yang sebaiknya tidak diikuti.
1. 'Saat bersama si kecil yang terpenting adalah kualitas'
Anggapan bahwa kualitas lebih penting daripada kuantitas adalah sebuah mitos, menurut, Dannah Gresh, pendiri Secret Keeper Girl. Kuantitas pertemuan dapat membantu orang tua untuk selalu mengetahui hal-hal apa saja yang sedang dialami oleh anak.
"Anda tidak bisa mengganti kuantitas. Saat orang tua dan anak sering terhubung, itu akan membantu mengurangi kekhawatiran orang tua mengenai kekerasan dalam sekolah atau prestasi yang menurun," ujar Dannah Gresh.
Dengan sering bertemu, si kecil pun akan terbiasa dengan kehadiran Anda. Dia pun
akan terbiasa membuka diri di depan Anda.
2. 'Jika si kecil menangis, biarkan saja nanti akan berhenti dengan sendirinya'
Menurut dr. William Sears, penulis buku The Fussy Baby Book, bayi menangis untuk berkomunikasi bukan untuk memanipulasi. Menangis merupakan bahasa bayi yang memberitahukan Anda bahwa ia membutuhkan makanan atau kenyamanan.
"Para bayi yang menangis berkata,"saya perlu sesuatu, ada yang tidak beres di sini," ujar dr William Sears.
Dengan terus membiarkan bayi menangis, Anda mengajarkan si kecil untuk tidak berkomunikasi dengan Anda. Dia mungkin saja akan kehilangan kepercayaan pada Anda karena tidak menanggapi sinyal menangisnyanya.
3. 'Jadikan anak sebagai teman'
Banyak yang menganggap saran ini merupakan saran yang baik. Namun, Ellen Pober Rittberg, penulis 35 Things Your Teen Won’t Tell You So I Will, menganggap anak sebagai teman atau sebaliknya merupakan kesalahan besar.
"Ketika Anda menjadi teman untuk anak Anda, ini akan melemahkan otoritas dan membuat kedudukan Anda menjadi tingkat sosial yang sama dengan sang anak. Orang tua seharusnya menjadi figur yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan. Orangtua juga harus berperan sebagai 'role model' bagi anak-anaknya," jelas Ellen Pober Rittberg.
4. 'Anda perlu membaca diary anak Anda'
"Seorang ibu perlu bahwa membaca buku diary anak remajanya merupakan tanggung jawab seorang ibu dan tidak ada yang salah. Saran tersebut adalah salah besar," ungkap seoarang hypnotherapis, Gale Glassner Twersky.
Jika Anda ingin mengetahui apa yang sedang dialami oleh anak Anda, ajaklah ia berbicara sambil melakukan sesuatu bersama agar suasana terasa santai. Membaca buku diarynya malah akan membuat si anak merasa dikhianati.
(eya/eya)
Seperti yang dikutip dari sheknows, berikut beberapa saran mengasuh si kecil yang sebaiknya tidak diikuti.
1. 'Saat bersama si kecil yang terpenting adalah kualitas'
Anggapan bahwa kualitas lebih penting daripada kuantitas adalah sebuah mitos, menurut, Dannah Gresh, pendiri Secret Keeper Girl. Kuantitas pertemuan dapat membantu orang tua untuk selalu mengetahui hal-hal apa saja yang sedang dialami oleh anak.
"Anda tidak bisa mengganti kuantitas. Saat orang tua dan anak sering terhubung, itu akan membantu mengurangi kekhawatiran orang tua mengenai kekerasan dalam sekolah atau prestasi yang menurun," ujar Dannah Gresh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
akan terbiasa membuka diri di depan Anda.
2. 'Jika si kecil menangis, biarkan saja nanti akan berhenti dengan sendirinya'
Menurut dr. William Sears, penulis buku The Fussy Baby Book, bayi menangis untuk berkomunikasi bukan untuk memanipulasi. Menangis merupakan bahasa bayi yang memberitahukan Anda bahwa ia membutuhkan makanan atau kenyamanan.
"Para bayi yang menangis berkata,"saya perlu sesuatu, ada yang tidak beres di sini," ujar dr William Sears.
Dengan terus membiarkan bayi menangis, Anda mengajarkan si kecil untuk tidak berkomunikasi dengan Anda. Dia mungkin saja akan kehilangan kepercayaan pada Anda karena tidak menanggapi sinyal menangisnyanya.
3. 'Jadikan anak sebagai teman'
Banyak yang menganggap saran ini merupakan saran yang baik. Namun, Ellen Pober Rittberg, penulis 35 Things Your Teen Won’t Tell You So I Will, menganggap anak sebagai teman atau sebaliknya merupakan kesalahan besar.
"Ketika Anda menjadi teman untuk anak Anda, ini akan melemahkan otoritas dan membuat kedudukan Anda menjadi tingkat sosial yang sama dengan sang anak. Orang tua seharusnya menjadi figur yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan. Orangtua juga harus berperan sebagai 'role model' bagi anak-anaknya," jelas Ellen Pober Rittberg.
4. 'Anda perlu membaca diary anak Anda'
"Seorang ibu perlu bahwa membaca buku diary anak remajanya merupakan tanggung jawab seorang ibu dan tidak ada yang salah. Saran tersebut adalah salah besar," ungkap seoarang hypnotherapis, Gale Glassner Twersky.
Jika Anda ingin mengetahui apa yang sedang dialami oleh anak Anda, ajaklah ia berbicara sambil melakukan sesuatu bersama agar suasana terasa santai. Membaca buku diarynya malah akan membuat si anak merasa dikhianati.
(eya/eya)
Olahraga
Redam Getaran Raket Saat Bermain Tenis, Dampener Lucu Ini Bikin Feel Pukulan Lebih Halus!
Pakaian Wanita
Beragam Pilihan Motif Cantik Viscose Printed WMD dengan Bahan yang Adem dan Flowy
Pakaian Wanita
Ini 2 Pilihan Tas Kerja KLASI yang Fungsional, Muat Laptop, Barang Harian, dan Tetap Chic!
Pakaian Wanita
Casio LTP-V007L-7E2UDF, Jam Tangan Analog Wanita yang Elegan dan Minimalis
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Potret Zaskia Sungkar Lahiran Anak ke-3, Tampil Natural Tanpa Pulasan Makeup
2
Mahalini Siapkan Makanan Buka Puasa, Pakai Cokelat Harga Rp 3 juta
3
Sinopsis Triple Threat di Bioskop Trans TV Hari Ini, Dibintangi Iko Uwais
4
Ramalan Zodiak Cinta 22 Februari: Gemini Harus Sabar, Virgo Lebih Baik Jujur
5
Para Pemeran Drama Korea Honour, Kisah 3 Pengacara dan Rahasia 20 Tahun
MOST COMMENTED











































