Kecanduan Internet Renggangkan Komunikasi Dalam Keluarga
wolipop
Rabu, 17 Nov 2010 11:56 WIB
Jakarta
-
Kemajuan teknologi saat ini membuat orang sulit lepas dari internet. Ada begitu banyak dampak positif yang bisa diambil dari internet, namun ada pula dampak negatifnya.
Mudahnya akses anak-anak untuk browsing ke situs dewasa merupakan salah satu dampak negatif internet. Yang lebih buruk lagi, internet bisa merusak hubungan Anda dengan keluarga, seperti yang diungkapkan sebuah studi.
Studi tersebut dilakukan dengan cara mensurvei pengguna internet secara berkala. Pada tahun 2006, sebanyak 11 persen peserta survei mengaku lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer ketimbang dengan keluarganya. Pada tahun 2008, jumlah tersebut meningkat menjadi 28 persen.
Michael Gilbert, salah satu peneliti dari Universitas California Selatan, Amerika Serikat, mengatakan hubungan sosial tiap-tiap keluarga kini mulai dibatasi oleh kegiatan berinternet.
Browsing, surfing atau sekedar bermain dalam situs jejaring sosial membuat seseorang merasa tengah berkomunikasi dengan orang lain. Sayangnya, mereka melupakan komunikasi dengan orang sekitar di dunia nyata. Hal ini terbukti dari hasil survei yang mengatakan sebanyak 49 persen peserta survei wanita mengaku merasa diabaikan oleh pasangan mereka yang sibuk internetan.
Yang lebih mengkhawatirkan lagi, remaja dan anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun justru adalah orang-orang yang paling banyak menghabiskan waktunya di depan komputer. Padahal pada umur-umur tersebut, bersosialisasi merupakan hal yang sangat penting karena dapat ikut membangun mental serta karakter mereka.
(af1/af1)
Mudahnya akses anak-anak untuk browsing ke situs dewasa merupakan salah satu dampak negatif internet. Yang lebih buruk lagi, internet bisa merusak hubungan Anda dengan keluarga, seperti yang diungkapkan sebuah studi.
Studi tersebut dilakukan dengan cara mensurvei pengguna internet secara berkala. Pada tahun 2006, sebanyak 11 persen peserta survei mengaku lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer ketimbang dengan keluarganya. Pada tahun 2008, jumlah tersebut meningkat menjadi 28 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Browsing, surfing atau sekedar bermain dalam situs jejaring sosial membuat seseorang merasa tengah berkomunikasi dengan orang lain. Sayangnya, mereka melupakan komunikasi dengan orang sekitar di dunia nyata. Hal ini terbukti dari hasil survei yang mengatakan sebanyak 49 persen peserta survei wanita mengaku merasa diabaikan oleh pasangan mereka yang sibuk internetan.
Yang lebih mengkhawatirkan lagi, remaja dan anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun justru adalah orang-orang yang paling banyak menghabiskan waktunya di depan komputer. Padahal pada umur-umur tersebut, bersosialisasi merupakan hal yang sangat penting karena dapat ikut membangun mental serta karakter mereka.
(af1/af1)
Pakaian Pria
Sholat Jumat Tetap Rapi Tanpa Effort, 2 Kemeja Ini Nyaman Dipakai dan Tetap Sopan
Pakaian Pria
Masuk Kerja Lagi Setelah Lebaran? Upgrade Tampilan dengan Kemeja Batik yang Lebih Fresh
Hobi dan Mainan
Rekomendasi Kertas HVS A4 75gr 1 Rim untuk Printer Harian dan Fotocopy
Hobi dan Mainan
Kalau Foto di HP Terlalu Biasa, Kamera Instax Ini Punya Cara Lebih Seru Menyimpan Kenangan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Semua Bunda Dirayakan
Morinaga Ajak Bunda & Anak Bernyanyi Bersama di PIK 2, Yuk Ikutan!
YAYAYA Fest 2025: Bunda Senang, Si Kecil Pun Girang
Kinderflix dan Morinaga Berbagi Keseruan di YAYAYA Fest 2025
5 Rekomendasi Hadiah Istimewa, Tanda Kasih untuk Ibu Mertua
Seru-seruan Bareng Anak di LazMall Daily Bundafest, Banyak Lomba Menarik!
Most Popular
1
Penampilan Terbaru Kim Ji Won Picu Kekhawatiran, Disorot Semakin Kurus
2
Ramalan Zodiak 25 Maret: Capricorn Lebih Tenang, Aquarius Jangan Tersinggung
3
Tak Hanya Gen Z, Milenial Kini Adopsi Tren 'Soft Living' karena Burnout
4
Foto: Gemerlap Gaya Seleb Dunia di Acara Bvlgari, Dua Lipa Hingga Liu Yifei
5
Gaya 'Kembar' Alyssa Daguise, Tissa Biani & Mulan Jameela Rayakan Lebaran
MOST COMMENTED











































