Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tak Hanya Gen Z, Milenial Kini Adopsi Tren 'Soft Living' karena Burnout

Kiki Oktaviani - wolipop
Selasa, 24 Mar 2026 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi Wanita Melakukan Kebiasaan Sederhana yang Berdampak Hingga Usia 40-an
Ilustrasi Foto: Getty Images/CHARTCHAI KANTHATHAN
Jakarta -

Budaya kerja yang serba cepat dan penuh tekanan membuat banyak orang dewasa merasa kelelahan secara mental. Tren soft living sempat viral dikalangan Gen Z, dan kini diadopsi oleh milenial sebagai cara menghadapi burnout dan tekanan hidup modern.

Mengenal Soft Living

Meski terdengar seperti gaya hidup mewah dan santai, soft living sebenarnya lebih berkaitan dengan kondisi mental dan emosional. Intinya adalah menjalani hidup dengan lebih ringan dan memprioritaskan ketenangan diri.

Soft living bukan berarti hidup tanpa masalah. Seperti dikutip dari Buzz Feed, konsep ini lebih menekankan pada kemampuan untuk tetap menjaga ketenangan, bahkan ketika hidup terasa penuh tekanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak orang selama ini terbiasa dengan pola pikir bahwa semakin keras bekerja, semakin besar pula hasil yang didapat. Akibatnya, tidak sedikit yang terus memaksakan diri, seperti menerima pekerjaan tambahan demi promosi atau tetap menghadiri acara sosial meski tubuh sudah lelah. Soft living justru mendorong seseorang untuk lebih mendengarkan kebutuhan dirinya sendiri dan tidak selalu mengikuti standar kesuksesan yang ditentukan orang lain.

Berawal dari Tren Media Sosial

Sebelum istilah soft living populer, media sosial lebih dulu mengenal tren 'soft girl.' Tren ini awalnya dipopulerkan oleh influencer asal Nigeria dan kemudian menyebar secara global.

ADVERTISEMENT

Pada awalnya, gaya ini identik dengan estetika feminin seperti warna pastel dan gaya cottagecore. Namun maknanya berkembang menjadi gaya hidup yang menekankan kenyamanan, keseimbangan, dan kehidupan yang tidak selalu dipenuhi tuntutan produktivitas. Di tengah meningkatnya biaya hidup dan budaya konsumsi, tren ini juga menjadi semacam respons terhadap tekanan untuk terus bekerja keras tanpa henti.

Cara Mulai Menerapkan Soft Living

Bagi yang ingin mencoba gaya hidup ini, langkahnya tidak harus besar. Beberapa kebiasaan kecil bisa membantu.

1. Membuat batasan energi, misalnya belajar mengatakan "tidak" pada pekerjaan tambahan atau rencana yang melelahkan.

2. Menemukan cara istirahat yang tepat, seperti berjalan santai, tidur cukup, atau menikmati waktu sendiri.

3. Menikmati kenyamanan kecil, misalnya menggunakan cangkir favorit saat minum kopi atau memesan makanan ketika terlalu lelah memasak.

4. Melepaskan rasa bersalah saat beristirahat, karena istirahat bukan tanda kemalasan.

5. Menerima bahwa tidak semua hal bisa dikontrol, dan fokus pada hal yang masih bisa diatur.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads