Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ajarkan Makna Uang Pada si Kecil

wolipop
Selasa, 27 Jul 2010 09:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta - Apakah Anda termasuk orangtua yang selalu tidak tega untuk tidak mengabulkan keinginan buah hati setiap kali ia meminta sesuatu? Tanpa disadari, hal ini sebenarnya memupuk sifat konsumtif pada Anak. Apalagi ketika si anak menganggap orangtuanya cukup mudah memperoleh uang.

Sekarang ini adalah waktu yang tepat membuat si kecil bisa menghargai nilai uang. Dengan begitu, anak Anda akan terbiasa berhemat dan menabung.

Awali dengan menghargai barang
Ajarkan anak Anda untuk merawat mainannya, dan beri ia pengertian bahwa mencari uang itu tidak mudah. Dengan begitu ia akan merawat mainannya. Sesekali ajak anak Anda bermain ke tempat anak-anak yang tidak mampu, ajak dia untuk memberikan mainan yang sudah tidak di mainkannya lagi, dengan begitu ia akan menyadari bahwa banyak anak yang tidak seberuntung dirinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Main pasar-pasaran
Cara paling mudah untuk memperkenalkan uang pada si kecil yaitu lewat permainanseperti pasar-pasaran. Sebagai orangtua, Anda berpura-pura menjadi pembeli sedangkan si anak menjadi penjual. Permainan ini tidak hanya mengajarkan anak tentang fungsi uang, tapi juga melatih keterampilannya. Bahkan juga bisa mengajarkan jiwa wiraswasta pada anak.

Mengatur uang jajan
Ajarkan si kecil menyimpan uang dan mengaturnya sendiri. Pertama berikan uangsaku per hari. Jika sudah terbiasa, Anda bisa memberikan sekaligus uang saku untuk 2- 4 hari. Setelah itu bisa seminggu dan seterusnya. Dengan bimbingan Anda, ia pasti dapat mengelola uang sakunya.

Buka rekening
Berikan motivasi buah hati Anda untuk menyimpan uang. Sekarang ini banyak bankyang memberikan fasilitas menabung untuk anak-anak. Buka rekening tabungan dan berikan sejumlah uang sebagai modal awal. Agar ia senang untuk menabung di bank, biasakan anak menggunakan jasa bank dengan segala fasilitasnya.

Jadilah panutan anak

Jika Anda sering belanja habis-habisan, maka itu akan menjadi contoh bagi anak Anda. Jika ingin anak berhemat, Anda juga harus berhemat dalam berbelanja.
(eya/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads
detikKultum
Selingkuh, Pintu Awal Kerusakan

Selingkuh, Pintu Awal Kerusakan