Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tren Pria Cukur Bulu Mata Demi Maskulin, Dokter Peringatkan Bahayanya

Kiki Oktaviani - wolipop
Senin, 07 Sep 2026 11:30 WIB
...
Ilustrasi mata pria
Foto: Getty Images/iStockphoto/monkeybusinessimages
Jakarta -

Tren grooming pria kini semakin aneh. Sejumlah pria di media sosial mulai memotong bulu mata karena percaya tampilan bulu mata yang lebih pendek akan membuat mereka terlihat lebih maskulin.

Salah satu alasan yang muncul adalah anggapan bahwa bulu mata panjang dan tebal terlihat lebih feminin. Sebagian pria ingin membuat bulu mata mereka lebih pendek dan tidak terlalu terlihat.

Padahal, anggapan bahwa bulu mata panjang identik dengan perempuan lebih merupakan konstruksi budaya daripada aturan biologis. Panjang dan ketebalan bulu mata setiap orang memang berbeda secara alami, tanpa ada aturan bahwa pria harus memiliki bulu mata pendek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video-video di media sosial memperlihatkan pria memangkas bulu mata menggunakan gunting, alat cukur hingga berbagai perangkat grooming lainnya. Bahkan, ada laporan tentang barber yang diminta melakukan perawatan tak biasa tersebut. Di balik tren tersebut, dokter mata justru memberikan peringatan. Bulu mata ternyata bukan sekadar bagian dari penampilan wajah.

Menurut dokter mata dari Cleveland Clinic, Dr. Nicole Trovato, bulu mata merupakan bagian dari sistem perlindungan alami mata. Rambut-rambut kecil tersebut membantu menghalangi debu dan kotoran agar tidak langsung masuk ke permukaan mata. Bentuknya yang melengkung juga membantu mengarahkan keringat dan berbagai iritan menjauh dari mata.

ADVERTISEMENT

"Bulu mata berfungsi seperti penghalang untuk membantu menjaga berbagai benda asing agar tidak mencapai permukaan mata," jelas Trovato, seperti dikutip dari Fashion Times.

Bulu mata juga sangat sensitif. Ketika sesuatu menyentuhnya, tubuh secara otomatis memicu refleks berkedip. Mekanisme ini membantu kelopak mata menutup dengan cepat sebelum benda asing mengenai mata. Memotong bulu mata memang tidak serta-merta menghilangkan refleks tersebut, namun, perlindungan yang diberikan rambut-rambut kecil itu bisa berkurang.

Sementara itu, dokter mata Dr. Nicole Bajic dari Cleveland Clinic Cole Eye Institute menjelaskan bahwa bulu mata juga berperan dalam menjaga kelembapan mata.Keberadaannya dapat membantu mengurangi penguapan air mata dan melindungi lapisan air mata yang menjaga permukaan mata tetap lembap.

Memotong bulu mata terlalu pendek juga berpotensi mengurangi perlindungan mata dari debu dan kotoran. Menurut Dr. Trovato, tindakan tersebut bahkan dapat berkontribusi terhadap peradangan pada kelopak mata.

"Ketika kelopak mata mengalami peradangan, mata bisa terasa tidak nyaman dan lebih sensitif," ujar Trovato.

Gangguan pada lapisan air mata juga bisa membuat mata terasa lebih kering atau gatal. Kondisi ini dapat semakin mengganggu kenyamanan, terutama jika mata terpapar debu atau udara kering.

Risiko terbesar dari mencukur bulu mata adalah melukai kelopak mata, bahkan kornea karena benda tajam yang sangat dekat dengan mata.

Dr. Trovato mengatakan bulu mata dapat kembali tumbuh setelah dipotong. Namun, trauma berulang, peradangan atau infeksi bisa mengganggu proses pertumbuhannya.

Menurut Dr. Bajic, bulu mata biasanya membutuhkan waktu sekitar enam hingga 10 minggu untuk kembali tumbuh setelah dipangkas. Selama menunggu bulu mata tumbuh, penggunaan kacamata hitam lebih sering juga bisa membantu memberikan perlindungan tambahan dari debu dan kotoran.

(kik/kik)
...
Hide Ads