Jerawat di Hidung karena Apa? Kenali Penyebabnya
Sering merasa terganggu dengan jerawat di hidung? Penyebabnya karena apa ya? Mari bahas mengenai penyebab jerawat di hidung.
Jerawat di hidung sering kali terasa lebih mengganggu dibandingkan area wajah lainnya. Selain letaknya yang mencolok, jerawat pada hidung juga cenderung terasa lebih nyeri karena kulit di area ini memiliki pori-pori lebih besar dan produksi minyak cukup tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak semua benjolan merah di hidung merupakan jerawat biasa. Pada sebagian orang, kondisi tersebut bisa menjadi tanda rosacea, yaitu penyakit kulit kronis yang menyebabkan kemerahan dan peradangan pada wajah.
Jika penyebabnya berbeda, cara mengatasinya pun tidak bisa disamakan. Mengutip Healthline, mari bahas mengenai serba-serbi jerawat di hidung.
Jerawat di Hidung karena Apa?
Hidung merupakan salah satu bagian wajah yang paling sering mengalami jerawat. Hal ini terjadi karena pori-pori di area hidung cenderung lebih besar dibandingkan bagian wajah lainnya sehingga lebih mudah tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, kotoran, dan bakteri.
Ketika sumbatan tersebut terjadi, kulit akan mengalami peradangan yang memicu munculnya komedo, jerawat bernanah, hingga benjolan besar yang menyerupai kista. Itulah sebabnya jerawat di hidung sering terasa lebih sakit saat disentuh.
Beberapa ahli juga menyebut lokasi jerawat dapat berkaitan dengan kondisi tertentu. Misalnya saja, jerawat di ujung hidung dikaitkan dengan gangguan pencernaan, sedangkan di sisi hidung dapat berhubungan dengan perubahan hormon.
Meski demikian, kaitan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut dan tidak dapat dijadikan dasar diagnosis medis.
Jerawat di Hidung Bisa Jadi Bukan Jerawat Biasa
Foto: Getty Images/PRImageFactory
Rosacea biasanya diawali dengan kemerahan yang menetap di area hidung dan pipi akibat pelebaran pembuluh darah. Seiring berjalannya waktu, kulit dapat mengalami pembengkakan dan muncul benjolan kecil yang menyerupai jerawat.
Untuk itu, penting mengenali jenis kelainan kulit yang dialami sebelum menentukan pengobatan.
Cara bedakan jerawat di hidung dan rosacea
Jerawat biasa atau acne vulgaris umumnya ditandai dengan pori-pori yang tersumbat. Kondisi ini dapat memunculkan komedo hitam (blackheads), komedo putih (whiteheads), jerawat bernanah, hingga kista yang terasa nyeri. Jerawat jenis ini juga sering muncul di dahi, dagu, dada, atau punggung.
Sementara itu, rosacea lebih identik dengan wajah yang tampak memerah secara terus-menerus disertai pembengkakan. Benjolan yang muncul biasanya berada di atas kulit yang kemerahan dan hidung bisa tampak membesar akibat peradangan.
Berbeda dengan jerawat biasa, rosacea tidak disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat. Rosacea termasuk penyakit kulit kronis yang penyebab pastinya belum diketahui.
Kondisi tersebut berkaitan dengan pelebaran pembuluh darah di bawah kulit yang memicu kemerahan dan peradangan berkepanjangan. Pada tipe papulopustular rosacea, penderita dapat mengalami benjolan menyerupai jerawat di area hidung dan pipi.
Meski tampilannya mirip, kondisi ini berbeda dengan jerawat biasa sehingga memerlukan penanganan medis yang lebih spesifik.
Cara Mengatasi Jerawat di Hidung
Foto: Getty Images/fcafotodigital
Selain itu, bahan aktif seperti benzoyl peroxide, alpha hydroxy acid (AHA) seperti glycolic acid, serta retinoid juga sering digunakan untuk membantu mengurangi penyumbatan pori dan mencegah munculnya jerawat baru. Penggunaan produk sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit agar tidak menimbulkan iritasi.
Cara Mengobati Rosacea
Rosacea tidak dapat diatasi dengan obat jerawat biasa. Justru, penggunaan produk antijerawat tertentu tanpa pengawasan dokter dapat memperparah iritasi pada kulit yang sensitif.
Dokter kulit biasanya akan memberikan obat seperti brimonidine untuk mengurangi kemerahan, antibiotik bila terdapat benjolan yang meradang, atau metronidazole dan azelaic acid sebagai terapi jangka panjang. Pada kasus yang berat, isotretinoin dapat dipertimbangkan sebagai pilihan terakhir dengan pengawasan ketat karena memiliki potensi efek samping.
Tips Mencegah Jerawat di Hidung
Kamu bisa menjaga rutinitas perawatan kulit untuk mencegah munculnya jerawat di hidung. Bersihkan wajah secara rutin menggunakan pembersih yang lembut, hindari memencet jerawat, dan gunakan produk perawatan yang sesuai dengan jenis kulit.
Kalau kamu memiliki rosacea sekaligus jerawat biasa, konsultasi dengan dokter kulit sangat dianjurkan. Dokter dapat menentukan kombinasi perawatan yang efektif untuk mengatasi jerawat tanpa memicu kekambuhan rosacea sehingga kesehatan kulit tetap terjaga dalam jangka panjang.













































