Sabun merupakan produk perawatan tubuh yang paling mendasar untuk menjaga kebersihan kulit. Di pasaran, dua jenis sabun yang paling umum digunakan adalah sabun batang dan sabun cair. Keduanya sama-sama efektif membersihkan kulit, tetapi memiliki formulasi, cara kerja, serta kelebihan dan kekurangan yang berbeda.
Sabun Batang vs Sabun Cair, Apa Bedanya?
Perbedaan utama sabun batang dan sabun cair terletak pada proses pembuatannya. "Sabun batang dibuat melalui proses kaustik atau penambahan minyak dan lilin serta alkali," jelas Gabrielle Nekrasas, ahli kimia kosmetik asal Amerika Serikat sekaligus founder dan CEO Nanuvo Lab.
Menurut Nekrasas, campuran tersebut kemudian didiamkan selama sekitar enam hingga delapan minggu agar reaksi kimianya selesai dan bahan-bahan tertentu menguap. Sementara itu, sabun cair diproduksi melalui proses yang berbeda. Karena mengandung air, teksturnya cenderung lebih lembut sehingga tidak mudah membuat kulit terasa kering.
Dokter spesialis kulit sekaligus ahli bedah kulit bersertifikat dari Rhode Island, Dr. Hayley Goldbach, menjelaskan bahwa kandungan air membuat formulasi sabun cair tidak terlalu pekat. Hal ini juga memudahkan produsen menambahkan berbagai bahan aktif, seperti minyak alami, ekstrak tumbuhan, pelembap, hingga eksfoliator yang ditujukan untuk mengatasi masalah kulit tertentu.
Kelebihan dan Kekurangan Sabun Batang
Salah satu keunggulan sabun batang adalah formulanya yang tidak mengandung air. Dilansir dari Byrdie, kondisi ini membuat risiko pertumbuhan bakteri menjadi lebih kecil selama sabun disimpan dengan benar. Karena itu pula, sabun batang umumnya tidak membutuhkan tambahan bahan pengawet.
Sabun batang juga dikenal lebih ramah lingkungan. Sebagian besar produk hanya dikemas menggunakan kertas atau kotak karton sehingga menghasilkan lebih sedikit sampah plastik dibandingkan sabun cair.
Meski demikian, sabun batang memiliki pH yang relatif tinggi, yaitu sekitar 9 hingga 10. Menurut Nekrasas, pH tersebut merupakan bagian dari proses pembuatannya sehingga tidak mudah diubah.
Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki kulit sensitif, pH yang tinggi dapat membuat kulit terasa lebih kering setelah digunakan. Namun, kini banyak sabun batang yang diperkaya minyak alami dan bahan pelembap untuk membantu mengurangi efek tersebut.
Di sisi lain, beberapa sabun batang juga dapat meninggalkan residu pada kulit maupun permukaan kamar mandi.
"Banyak orang yang tidak senang dengan sabun batang sebab dikenal meninggalkan lapisan lengket di kulit bahkan di kamar mandi," jelas Goldbach.
Simak Video "Video: 4 Skincare yang Paling Dibutuhkan Kulit"
(eny/eny)