Apakah Glutathione dalam Skincare Aman untuk Ibu Hamil?
Kamu masih pakai skincare dengan kandungan glutathione di dalamnya? Amankah untuk ibu hamil?
Masa kehamilan sering membuat perempuan lebih selektif dalam memilih produk perawatan kulit. Tidak sedikit ibu hamil yang mulai memeriksa kembali kandungan skincare yang digunakan demi memastikan keamanannya bagi diri sendiri maupun janin.
Salah satu bahan yang cukup populer dalam dunia kecantikan adalah glutathione. Kandungan ini dikenal sebagai antioksidan yang diklaim mampu mencerahkan kulit dan membantu mengurangi tanda-tanda penuaan. Namun, apakah glutathione dalam skincare benar-benar aman untuk ibu hamil?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal Glutathione dan Fungsinya dalam Tubuh
Glutathione merupakan antioksidan alami yang diproduksi oleh tubuh, terutama di hati dan sel saraf. Zat ini memiliki peran penting dalam membantu proses detoksifikasi, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Dalam dunia dermatologi, glutathione dikenal karena kemampuannya menghambat kerja enzim tirosinase, yaitu enzim yang berperan dalam pembentukan melanin. Oleh sebab itu, glutathione sering dikaitkan dengan efek mencerahkan atau memutihkan warna kulit.
Mengapa Glutathione Banyak Digunakan dalam Skincare?
Saat ini glutathione bisa ditemukan dalam berbagai produk perawatan kulit seperti serum, sabun pembersih wajah, krim, hingga suplemen dan terapi infus. Kandungan ini banyak dipasarkan sebagai bahan yang mampu membuat kulit tampak lebih cerah dan awet muda.
Meski demikian, penggunaan glutathione sebagai agen pencerah kulit sebenarnya belum mendapatkan persetujuan resmi sebagai indikasi medis. Popularitasnya lebih banyak didorong oleh strategi pemasaran yang menonjolkan fakta bahwa glutathione merupakan antioksidan alami yang diproduksi tubuh.
Apakah Glutathione dalam Skincare Aman untuk Bumil?
Foto: Getty Images/iStockphoto/Andrey Zhuravlev
Para ahli menilai bahwa penyerapan bahan aktif melalui kulit yang sehat biasanya relatif rendah. Untuk itu, glutathione topikal yang terdapat dalam produk skincare dijual secara umum dianggap aman digunakan selama kehamilan dan masa menyusui.
Meski demikian, ibu hamil tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan produk yang mengandung glutathione. Hal ini penting karena produk tersebut sering dipadukan dengan bahan aktif lain seperti vitamin C, niacinamide, atau hyaluronic acid yang perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Bagaimana dengan Suplemen Glutathione yang Diminum?
Glutathione oral banyak dijual sebagai suplemen makanan dengan klaim manfaat antioksidan. Di Amerika Serikat, glutathione termasuk dalam kategori GRAS (Generally Recognized as Safe) atau secara umum dianggap aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Meski begitu, status tersebut tidak berarti aman bagi ibu hamil dan menyusui. Sampai saat ini, bukti ilmiah yang tersedia masih sangat terbatas sehingga keamanan penggunaan glutathione oral selama kehamilan maupun menyusui belum dapat dipastikan.
Beberapa penelitian memang menunjukkan potensi manfaat glutathione pada masalah kesuburan. Namun para ahli menegaskan bahwa data yang ada saat ini belum cukup kuat untuk merekomendasikan konsumsi glutathione oral bagi wanita yang sedang hamil atau menyusui.
Infus Glutathione Tidak Direkomendasikan untuk Bumil
Foto: Thinkstock
Sayangnya, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang kuat yang membuktikan efektivitas maupun keamanan infus glutathione untuk tujuan mencerahkan kulit. Kondisi tersebut berlaku tidak hanya bagi ibu hamil dan menyusui, tetapi juga pada populasi umum.
Karena minimnya data penelitian yang berkualitas, para ahli tidak merekomendasikan penggunaan glutathione IV sebagai metode pencerah kulit selama kehamilan maupun masa menyusui.
Risiko dan Efek Samping Infus Glutathione
Foto: Getty Images/Jacob Wackerhausen
Laporan efek samping yang pernah dikaitkan dengan penggunaan glutathione IV mencakup kondisi serius seperti Toxic Epidermal Necrolysis (kelainan kulit berat yang mengancam nyawa), emboli udara, gangguan fungsi tiroid, kerusakan hati dan ginjal, hingga gangguan saraf.
Risiko lainnya berasal dari prosedur penyuntikan yang tidak steril. Jika dilakukan oleh tenaga yang tidak kompeten atau di fasilitas yang tidak memenuhi standar kesehatan, tindakan ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi berat, termasuk penularan hepatitis dan HIV.
Jadi, apakah glutathione aman untuk ibu hamil?
Secara umum, glutathione topikal yang terdapat dalam produk skincare seperti serum dan krim dinilai relatif aman digunakan selama kehamilan serta masa menyusui, terutama kalau dipakai sesuai petunjuk dan setelah berkonsultasi dengan dokter.
Sebaliknya, glutathione dalam bentuk suplemen oral maupun infus belum memiliki bukti keamanan yang memadai bagi ibu hamil dan menyusui.













































