Skin Booster vs Collagen Stimulator, Mana yang Tepat untuk Kulitmu?
Dunia estetika terus berkembang. Setelah filler sempat menjadi bintang, kini perawatan seperti skin booster dan collagen stimulator semakin naik daun. Keduanya sama-sama bertujuan memperbaiki kualitas kulit, tetapi cara kerja serta hasil yang diberikan cukup berbeda.
Menurut dr. Indrawati Widjaja, SpKK, FINSDV, FAADV, dermatolog di Erha, tren skin booster sudah terlihat meningkat sejak 2024 dan hingga kini masih banyak diminati.
"Skin booster memang sedang naik sejak 2024 dan masih terus diminati. Produk yang tersedia pun beragam. Selain itu, collagen stimulator juga makin populer, terutama bagi mereka yang ingin kolagennya tetap terjaga. Banyak yang senang dengan treatment yang dapat mem-boosting kolagen ini," jelas dr. Indrawati kepada Wolipop.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prosedur estetika di Erha dengan dr. Indrawati Widjaja, SpKK, FINSDV, FAADV Foto: dok. Erha |
Skin booster sendiri bekerja di lapisan dermis atas dengan injeksi superfisial. Perawatan ini identik dengan hidrasi intensif serta perbaikan tekstur kulit sehingga wajah tampak lebih sehat dan glowing.
Ada skin booster berbahan asam hialuronat yang berfungsi melembapkan, ada pula yang mengandung polinukleotida (PN) atau polydeoxyribonucleotide (PDRN) untuk memperbaiki komunikasi antar sel kulit. Saat komunikasi sel berjalan dengan baik, salah satu sel yang berperan penting dalam produksi kolagen pun dapat bekerja lebih optimal.
Sementara itu, collagen stimulator hadir dengan mekanisme yang lebih dalam. Jika skin booster menyasar hidrasi dan kualitas kulit di lapisan atas, collagen stimulator bekerja pada area kulit yang lebih dalam untuk merangsang tubuh memproduksi kolagen secara alami. Dari luar, ia mungkin tampak mirip dengan filler, tetapi sebenarnya berbeda.
"Collagen stimulator digunakan di posisi kulit yang lebih dalam. Memang ada skin booster yang mengandung komponen collagen stimulation, tapi collagen stimulator punya fungsi spesifik. Ia bisa menjadi alternatif bagi mereka yang kurang nyaman menggunakan filler. Bahkan, pamornya diprediksi akan menggantikan filler di masa depan," terang dr. Indrawati.
Perbedaan mendasar inilah yang membuat keduanya saling beririsan. Skin booster lebih cocok untuk mereka yang ingin efek kulit lembap, segar, dan bercahaya, sementara collagen stimulator menjadi pilihan bagi yang fokus pada kekencangan, elastisitas, serta peremajaan jangka panjang.
(kik/kik)
Olahraga
Panduan Efektif Turunkan Berat Badan! Lengkapi dengan Alat Gym dan Suplemen
Olahraga
Rutinitas Gym Tetap Jalan Saat Musim Hujan dengan 3 Alat Gym Rumahan Ini!
Olahraga
Bola Golf Khusus Practice, Tetap Bisa Latihan Tanpa Harus Keluar Rumah!
Pakaian Wanita
Hijab Sering Geser? Kamu Harus Punya Set Hijab dan Ciput Ini
Detail Produk Makeup Syifa Hadju saat Dilamar El Rumi, Tampil Cantik Flawless
Benarkah Cushion dan Foundation Bisa Dipakai Bareng? Simak Penjelasannya
Tren K-Beauty 2026: Slow Aging hingga Perawatan Kulit Kepala
Pakai Serum Dulu atau Moisturizer? Ini Cara yang Benar agar Kulit Mulus
Aroma Kulit hingga Wangi Destinasi, Ini 5 Tren Parfum yang Akan Hits di 2026
Adu Gaya Maia Estianty & Mulan Jameela Berbusana Kuning di Lamaran El Rumi
Kalau Hubunganmu Punya 8 Kebiasaan Ini, Tandanya Kamu dan Pasangan Cerdas
Ivanka Trump Pakai Kacamata Hitam di Malam Hari, Diduga Operasi Plastik
DJ di Nikahan Brooklyn Beckham Ungkap Fakta di Balik Tarian Victoria Beckham













































