7 Penyebab Jerawat dan Pengobatannya Menurut Ahli
Detikers, apakah kamu sering merasa kurang percaya diri karena kulit yang berjerawat? Ingin menyembuhkan jerawat, namun belum paham betul penyebabnya?
Penyebab jerawat pada tiap orang bisa berbeda-beda, tergantung lingkungan, kondisi tubuh, hingga kebiasaan hidupnya masing-masing. Oleh sebab itu, kamu harus mengenali terlebih dahulu apa penyebab kulit berjerawat agar bisa mendapat penanganan yang tepat.
Dikutip dari salah satu sumber resmi National Institutes of Health, berikut ulasan lengkap mengenai jerawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Jerawat?
Jerawat merupakan sebuah kondisi reaksi pada kulit yang pada dasarnya disebabkan penyumbatan pori-pori kulit. Berawal dari minyak yang menumpuk, kemudian berdampak pada munculnya jerawat. Umumnya, jerawat muncul di kulit wajah. Namun, kondisi jerawat di bagian tubuh lain seperti punggung, dada, dan bahu pun sering terjadi.
Bisa dibilang, jerawat ialah kulit yang meradang karena banyaknya bakteri yang terjebak di pori-pori. Karena itulah, kalau kita perhatikan, jerawat biasanya berwarna kemerahan dan sedikit membengkak. Bahkan, beberapa orang merasa jerawat menyebabkan rasa nyeri ketika disentuh.
Perlu diingat, jerawat bisa tumbuh di kulit siapa saja, tak pandang usia, ras, maupun jenis kelaminnya. Namun umumnya, orang-orang yang kulitnya berjerawat ialah remaja dan dewasa. Hal ini karena hormon sedang mengalami transisi, atau yang bisa kita sebut sebagai masa puber.
Saat memasuki usia tiga puluhan, ada orang yang kulitnya terbebas dari jerawat. Meski begitu, sebagian lainnya mungkin masih bermasalah dengan jerawat meski sudah berusia empat puluh hingga lima puluh.
Kenapa Kulit Muncul Jerawat?
Menurut penelitian di dunia medis, setidaknya ada tujuh faktor yang menjadi penyebab utama maupun menambah resiko pertumbuhan jerawat.
1. Produksi Minyak Berlebih
Harusnya, minyak alami yang diproduksi kulit berfungsi agar kulit tak dehidrasi. Akan tetapi, jika produksinya sudah terlalu berlebihan, hal ini menjadi pengundang bibit-bibit jerawat.
2. Pertumbuhan Sel Kulit Mati
Sel kulit mati yang menumpuk juga berkontribusi besar terhadap munculnya jerawat. Karena itulah, dalam dunia kecantikan, beberapa orang rutin melakukan eksfoliasi setidaknya seminggu sekali.
3. Hormon
Sudah bukan rahasia lagi bahwa perubahan hormon merupakan pemicu berkembangnya jerawat. Pada pria, hal ini disebabkan oleh peningkatan androgen saat pubertas, menyebabkan kelenjar sebaceous membesar dan meningkatkan keluarnya sebum. Sementara pada wanita, perubahan hormon tak hanya terjadi saat masa puber, tapi juga ketika sedang mengandung.
4. Penurunan Gen
Peneliti menyebutkan bahwa riwayat keluarga bisa menjadi salah satu faktor yang besar pengaruhnya terhadap kemunculan jerawat. Orangtua yang punya masalah dengan jerawat sangat mungkin menurunkan kondisi yang sama kepada keturunannya.
5. Lingkungan
Siapa bilang bahwa lingkungan tak bisa menyebabkan jerawat? Terlalu sering terpapar panasnya matahari dan debu, jika tak diimbangi dengan merawat kulit, tentu membuat jerawat tumbuh.
6. Konsumsi Obat-obatan
Salah satu efek samping ketika sedang mengonsumsi obat-obatan karena kondisi kesehatan adalah resiko munculnya jerawat. Beberapa jenis obat tersebut antara lain ialah hormon, kortikosteroid, dan lithium.
7. Menggosok Kulit Terlalu Kasar
Tidak hanya faktor eksternal, ternyata kebiasaan kita dalam merawat wajah pun bisa menyebabkan jerawat, loh. Misalnya, kamu sering mencuci muka dengan gerakan yang kasar atau mengeringkan muka dengan handuk badan.
Jenis-jenis Jerawat
Mengutip dari website National Institutes of Health, ternyata ada beberapa jenis jerawat, tak melulu benjolan berwarna kemerahan.
- Whitehead atau komedo putih ialah folikel rambut di bawah kulit yang tersumbat, ditandai dengan benjolan putih
- Komedo berwarna hitam yang disebabkan oleh penyumbatan folikel dan muncul hingga ke permukaan kulit
- Papula merupakan inflamasi kulit yang ditandai oleh benjolan kecil berwarna merah muda. Saat disentuh, papula terasa lebih lunak daripada jerawat pada umumnya
- Pustula, yakni lesi putih atau kuning yang berisi nanah
- Nodul adalah lesi dengan tekstur lebih padat yang ukurannya cenderung besar. Saat disentuh, nodul akan terasa nyeri
- Jerawat nodul atau kistik, yakni istilah untuk menyebut lesi bernanah yang cukup dalam dan nyeri
Bagaimana Cara Mengatasi Jerawat?
Untuk kulit yang berjerawat, dokter kulit memberikan sejumlah rekomendasi penggunaan skincare yang mengandung bahan sebagai berikut.
- Antibiotik yang dapat dikombinasikan dengan obat topikal lainnya
- Benzoil peroksida untuk mengatasi bakteri serta mengurangi pengeluaran sebum
- Resorsinol sebagai pemecah komedo dan komedo putih
- Retinoid dari vitamin A untuk mengurangi radang yang muncul karena jerawat
- Salicylic acid yang berfungsi mengeksfoliasi kulit serta menjaga kebersihan pori-pori
- Sulfur untuk menyerap kelebihan produksi sebum pemicu jerawat
Home & Living
Tidur Jadi Lebih Nyaman! Kasur dari Turu Lana Ini Bikin Tidur Kamu Makin Berkualitas!
Home & Living
Lovise Sofa Anna Tierslice, Sofa Estetik yang Bikin Ruangan Kamu Seperti di Internet!
Health & Beauty
Sering Pegal dan Cepat Capek? Review Swisse Ultiboost Calcium & Vitamin D untuk Kesehatan Tulang
Fashion
Bikin Kamu Tampil Keren dan Tetap Nyaman dengan Pilihan Sepatu Ini
Kenapa Ada Jerawat di Dagu? Pahami Penyebab hingga Cara Mengatasinya
Ini Tren Lipstik 2026 yang Patut Dicoba, Smoky Rose hingga Cherry Red
Putus dari Chris Martin, Dakota Johnson Disebut Kencan dengan Musisi Lebih Muda
Awal Tahun, Saatnya Berubah: 7 Resolusi Skincare 2026 yang Bikin Glowing
5 Tren Makeup 2026: Riasan Menor Mendominasi
Potret Celine Evangelista Umrah Bareng Anak, Cantik Natural Tanpa Makeup
5 Benda yang Layak Dibeli untuk Oleh-oleh saat Traveling
Di Balik Status Miliarder Beyonce, Upah Buruh Brand Fashionnya Cuma Rp 8 Ribu
Tatiana Kennedy Meninggal di Usia Muda, Drama Keluarga Kennedy Terkuak











































