Dilarang ke Klinik Kecantikan, Wanita Ini Belajar Suntik Filler Sendiri di Rumah

Hestianingsih - wolipop Selasa, 28 Apr 2020 11:11 WIB
Steffi Mulic. Foto: Instagram/@blondiesteffi
Jakarta -

Steffi Mulic kecanduan suntik filler sejak usia 17 tahun. Obsesinya adalah menjadi seperti boneka Bratz yang khas dengan tampilan mata besar dan bibir tebal bervolume.

Sudah tiga tahun terakhir wanita asal Stockholm, Swedia, ini rutin suntik filler pada bibirnya, dan menghabiskan total biaya 43,200 pound sterling atau sekitar Rp 832 juta. Steffi berniat terus melanjutkan rutinitas suntik filler untuk mempertahankan bentuk bibirnya, namun semuanya harus berubah karena virus Corona.

Pandemi virus Corona membuat banyak tempat harus ditutup termasuk klinik kecantikan. Wanita 20 tahun ini pun tidak bisa lagi rutin suntik filler bibir seperti biasanya.

Tak kehilangan akal, wanita yang sehari-harinya bekerja sebagai terapis ekstensi bulu mata ini, melakukan tindakan ekstrem. Ia mengambil kursus untuk mendapatkan sertifikasi suntik filler demi bisa menyuntikkan cairan hyaluronic acid sendiri ke bibirnya.

Steffi Mulic.Steffi Mulic. Foto: Instagram/@blondiesteffi

Setelah mendapat sertifikat pada Maret 2020, ia pun mulai suntik filler sendiri. Steffi melakukannya rutin satu kali seminggu.

"Aku tidak akan pernah membiarkan pandemi (atau apapun) memengaruhi tujuan atau menghentikan transformasiku. Aku suntik bibir di rumah," kata Steffi, seperti dikutip dari Metro.co.uk.

Targetnya adalah menjadi semirip mungkin dengan boneka Bratz. Sebab boneka itu adalah mainan favoritnya sejak kecil.

"Aku bermain dengan boneka-boneka Bratz sejak umurku lima tahun, jadi aku selalu menganggap kalau mereka keren dan cantik, tidak murahan seperti Barbie," ujarnya.

Selain suntik filler, Steffi juga melalukan rekonstruksi pada beberapa bagian tubuh lainnya, lewat prosedur operasi plastik. Salah satunya rhinoplasty untuk membuat hidungnya sekecil dan seruncing mungkin.

Suntik filler dan operasi hidung sempat membuat dirinya tak bisa bernapas saat tidur. Pasalnya suntik filler membuat bibirnya bengkak dan lubang hidungnya jadi sangat kecil akibat operasi plastik. Tapi Steffi justru suka sensasi yang dirasakan ketika kesulitan bernapas.

"Aku suka ketika aku sulit bernapas karena itu menandakan kalau aku sudah sejauh ini. Apakah ini sepadan dengan nyawaku? Jawabanku, ini adalah seluruh hidupku," tutur Steffi.

Setelah pandemi virus Corona berakhir, Steffi berniat melakukan beberapa operasi plastik lagi. Mulai dari pengencangan bokong, pemasangan implan payudara, pengangkatan tulang rusuk, filler pipi hingga operasi untuk mengubah warna mata jadi ungu secara permanen.




Simak Video "Wadidaw! Filler Juga Kini Digunakan untuk Besarkan Penis?"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/ami)