Cerita Sedih Wanita Alami Hal Mengerikan Usai Operasi Pembesaran Payudara

Anggi Mayasari - wolipop Selasa, 23 Jul 2019 13:34 WIB
Foto: iStock Foto: iStock

Jakarta - Wanita ini menceritakan bagaimana ia menderita dan mengalami hal mengerikan selama bertahun-tahun setelah mendapatkan implan payudara. Seperti apa kisahnya?

Berbicara di program BBC Victoria Derbyshire, Naomi Macarthur mengklaim ia menderita sejumlah gejala setelah menjalani operasi pembesaran payudara. Ia pun mengaku mengalami nyeri perut, mata merah hingga kelelahan kronis.

Naomi mengungkapkan bahwa ia mulai merasa sakit setelah mendapatkan implan payudara pada 2014. "Aku sedang menulis dengan pena, aku berkata kepada ibuku aku benar-benar tidak bisa menulis, itu terlalu sulit. Menulis dengan pena sangat melelahkan," katanya.

"Ini benar-benar mengerikan," imbuh Naomi.



Jumlah rasa sakit dan penderitaan yang ia alami membuat dirinya pergi ke klinik dan rumah sakit. Namun, dokter mengungkapkan bahwa apa yang dialami Naomi tidak ada hubungannya dengan implan payudara.

Naomi Macarthur menderita setelah operasi pembesaran payudaraNaomi Macarthur menderita setelah operasi pembesaran payudara Foto: dok. BBC


Setelah menderita selama empat tahun, wanita berambut pirang ini pun mulai mencari tahu di internet. Naomi pun menemukan bahwa ada puluhan ribu wanita yang juga menderita penyakit dan merasakan hal sama seperti yang ia rasakan karena implan payudara.

Ia memutuskan untuk membayar puluhan juta rupiah untuk melepas implannya tahun lalu. Naomi pun menambahkan bahwa gejalanya segera menghilang.



Kondisi sakit karena implan payudara sendiri sebenarnya belum memiliki diagnosis resmi, tetapi banyak wanita yang percaya bahwa kondisi mereka telah pulih setelah implan mereka dilepas. Para ahli bedah dari Asosiasi Ahli Bedah Plastik Estetika Inggris pun akan melakukan penelitian lebih lanjut.

"Penyakit implan payudara diakui sangat tidak jujur. Mereka belum membuktikan secara meyakinkan bahwa silikon menyebabkan kerusakan langsung pada jaringan tubuh atau menyebabkan reaksi-reaksi ini. Tapi tidak banyak penelitian yang secara langsung mempelajari efek ini," kata konsultan bedah plastik Nora Nugent.

Simak Video "Cantiknya Para Barbie di Dunia Nyata Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(agm/eny)