Mengenal PRP, Perawatan Favorit Pria Indonesia Untuk Atasi Kebotakan

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 11 Jul 2019 17:16 WIB
Ilustrasi perawatan untuk masalah kebotakan pada pria. (Foto: iStock) Ilustrasi perawatan untuk masalah kebotakan pada pria. (Foto: iStock)

Jakarta - Masih ingat dengan facial darah yang sempat dipopulerkan Kim Kardashian tahun lalu? Perawatan ini dinamakan Platelet-Rich Plasma atau PRP. Di Indonesia, PRP justru menjadi favorit kaum Adam karena dapat mengatasi masalah kebotakan.

Setidaknya, itu tren yang terlihat di MEN/O/LOGY, klinik perawatan kulit khusus pria dari ZAP. Diklaim sebagai klinik ketampanan pria pertama di Indonesia, MEN/O/LOGY yang berlokasi di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, menawarkan PRP dalam menu perawatannya.


Ilustrasi kebotakanIlustrasi kebotakan (Foto: thinkstock)
Menurut Endi Novianto, dokter spesialis kulit dan dermatolog dari ZAP, hampir semua pasien datang ke MEN/O/LOGY untuk melakukan PRP sejak dibuka bulan lalu. "Perawatan PRP bermanfaat untuk memperbaiki kulit bekas jerawat dan mengatasi kebotakan. Tapi kebanyakan pria yang datang ke sini melakukan PRP karena masalah kebotakan," kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu saat grand opening MEN/O/LOGY, Kamis (11/7/2019).

PRP dilakukan dengan mengambil darah pasien sekitar 15-20 CC tergantung kebutuhan. Proses selanjutnya adalah mencari sel trombosit dari darah tersebut. "Ini komponen yang sangat sedikit, sekitar sepersepuluh dari darah yang diambil," kata Endi.

Trombosit itu yang menjadi 'obat' untuk mengatasi masalah kulit dan kebotakan. Komponen tersebut dimasukkan kembali ke dalam tubuh dengan teknik injeksi pada area yang mengalami masalah. "Di sini, kami hanya melakukannya untuk area wajah dan kepala bagian atas. Tapi di Zap yang khusus untuk perempuan, PRP juga bisa untuk bagian tubuh yang mengalami stretch mark," tambah dokter Endi.

Salah satu sesi perawatan di klini MEN/O/LOGY.Salah satu sesi perawatan di klini (MEN/O/LOGY. Foto: dok. ZAP)
Perawatan ini diklaim aman karena menggunakan darah sendiri dari pasien. Namun, PRP sangat tidak dianjurkan bagi pasien yang sedang sakit dan mengonsumsi obat pengencer.

Meski PRP tak menjanjikan hasil yang instan, perubahan sudah bisa terlihat pada perawatan pertama. "Titik rambut mulai bermunculan. Agar pertumbuhannya bisa maksimal , pasien dianjurkan untuk melakukan PRP sebanyak delapan kali dengan frekuensi dua minggu sekali," katanya.

Adapun durasi PRP dalam satu kali pertemuan tak terlalu lama. Satu sesi yang terdiri dari konsultasi hingga eksekusi PRP hanya membutuhkan waktu setidaknya sejam. Untuk harga, mulai dari Rp 1 jutaan bergantung intensitas kerusakan.

Simak Video "Pengin Style Rambut Bak Artis Internasional? Yuk Intip Tutorialnya!"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)