Dokter Kulit Sebut Alkohol dalam Produk Kecantikan Belum Tentu Haram
Silmia Putri - wolipop
Selasa, 22 Jan 2019 15:32 WIB
Jakarta
-
Alkohol banyak digunakan dalam produk kecantikan. Zat tersebut dibutuhkan untuk beberapa fungsi seperti pelarut, pelembab, dan pengikat minyak. Namun, masih banyak orang yang mengira bahwa produk kecantikan yang mengandung alkohol tidak bisa dipakai salat.
Menurut dr. Sari Chairunnisa SpKK, selaku Direktur Research and Development, PT Paragon Technology & Innovation, jenis alkohol sangat banyak. Alkohol yang diharamkan dalam Islam adalah khamr atau zat yang memabukkan.
"Ini tugas untuk kita semua untuk mengedukasi masyarakat bahwa tak semua alkohol itu haram hukumnya," ungkap dr. Sari Chairunnisa SpKK di acara Media Gathering 'Halal dari Awal' di Kembang Goela, Jakarta Selatan Selasa (22/01/2019).
Menurut sang dokter, umumnya alkohol yang digunakan dalam produk kecantikan bukan berasal dari khamr. Jadi senyawa tersebut tidak najis dan bisa dipakai beribadah.
Dilansir dari website resmi Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), senyawa alkohol adalah zat yang suci, kecuali diproses menjadi khamr atau minuman yang memabukkan. Alkohol yang tidak berasal dari industri khamr tidak najis hukumnya.
Namun, alkohol yang tidak berasal dari industri khamr pun bisa jadi haram hukumnya jika membahayakan secara medis baik dalam produk makanan, obat-obatan, atau kosmetika. Untuk itu, alkohol dalam kosmetik tak hanya harus bebas najis tapi juga harus aman secara medis.
"Jika ada pertanyaan, apakah penggunaan alkohol dalam industri kosmetik ada batasnya? Tentu ada. Tak hanya karena masalah halal dan tidak, tapi juga ada uji BPOM yang memberi takaran alkohol agar tetap aman digunakan untuk kulit," terang dr. Sari Chairunnisa kepada Wolipop.
Adapun menurut dr. Sari Chairunnisa ada perbedaan antara uji halal MUI dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Perbedaan terbesarnya adalah MUI menguji produk dari bahan baku, proses, hingga produk jadi harus sesuai syariat Islam. Sedangkan BPOM menguji keamanan produk setelah sudah jadi. (sil/sil)
Menurut dr. Sari Chairunnisa SpKK, selaku Direktur Research and Development, PT Paragon Technology & Innovation, jenis alkohol sangat banyak. Alkohol yang diharamkan dalam Islam adalah khamr atau zat yang memabukkan.
"Ini tugas untuk kita semua untuk mengedukasi masyarakat bahwa tak semua alkohol itu haram hukumnya," ungkap dr. Sari Chairunnisa SpKK di acara Media Gathering 'Halal dari Awal' di Kembang Goela, Jakarta Selatan Selasa (22/01/2019).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr. Sari Chairunnisa SpKK, selaku Direktur Research and Development, PT Paragon Technology & Innovation. Foto: Silmia Putri/Wolipop |
Menurut sang dokter, umumnya alkohol yang digunakan dalam produk kecantikan bukan berasal dari khamr. Jadi senyawa tersebut tidak najis dan bisa dipakai beribadah.
Dilansir dari website resmi Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), senyawa alkohol adalah zat yang suci, kecuali diproses menjadi khamr atau minuman yang memabukkan. Alkohol yang tidak berasal dari industri khamr tidak najis hukumnya.
Namun, alkohol yang tidak berasal dari industri khamr pun bisa jadi haram hukumnya jika membahayakan secara medis baik dalam produk makanan, obat-obatan, atau kosmetika. Untuk itu, alkohol dalam kosmetik tak hanya harus bebas najis tapi juga harus aman secara medis.
"Jika ada pertanyaan, apakah penggunaan alkohol dalam industri kosmetik ada batasnya? Tentu ada. Tak hanya karena masalah halal dan tidak, tapi juga ada uji BPOM yang memberi takaran alkohol agar tetap aman digunakan untuk kulit," terang dr. Sari Chairunnisa kepada Wolipop.
Adapun menurut dr. Sari Chairunnisa ada perbedaan antara uji halal MUI dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Perbedaan terbesarnya adalah MUI menguji produk dari bahan baku, proses, hingga produk jadi harus sesuai syariat Islam. Sedangkan BPOM menguji keamanan produk setelah sudah jadi. (sil/sil)
Elektronik & Gadget
HUAWEI WATCH FIT 4 Series, Smartwatch Premium Favorit Banyak Orang!
Health & Beauty
Makeup Nempel Seharian dengan 3 Setting Spray Andalan untuk Hasil Flawless Anti Geser!
Fashion
Banyak yang Repeat Order! Pilihan Celana Pendek dari Hi Girls Label Ini Bikin Nyaman Dipakai Seharian
Fashion
Naik Level di 2026! Selain Praktis, Pilihan Dress Ini Bikin Tampilan Kamu Langsung Rapi dan Keren
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tren K-Beauty 2026: Dari Bahan Medis hingga Makeup Berbasis Skincare
Fan Bingbing Ungkap Rahasia Awet Muda di Usia 44 Tahun, Pakai 700 Masker
Mengenal Resting Rich Face, Tren Makeup Natural yang Lagi Viral
Niat Cantik Berujung Maut, Ibu 2 Anak Meninggal Usai Oplas Bokong & Perut
Era Glitchy Glam 2026, Saat Kecantikan Tidak Sempurna Justru Jadi Tren
Most Popular
1
Potret Ira Wibowo Kondangan Bareng Anak, Bak Tak Menua di Usia 58 Tahun
2
Foto Prewedding Darma Mangkuluhur-DJ Patricia, Anak Tommy Soeharto Siap Nikah
3
Kim Woo Bin & Shin Min Ah Bulan Madu di Spanyol, Foto Bareng Fans & Bagi TTD
4
Tren K-Beauty 2026: Dari Bahan Medis hingga Makeup Berbasis Skincare
5
Foto: Momen Romantis Kylie Jenner & Timothee Chalamet di Critics' Choice 2026
MOST COMMENTED












































dr. Sari Chairunnisa SpKK, selaku Direktur Research and Development, PT Paragon Technology & Innovation. Foto: Silmia Putri/Wolipop