Botox Generasi Baru untuk Wajah Awet Muda, Seperti Apa?
Daniel Ngantung - wolipop
Jumat, 17 Mar 2017 15:57 WIB
Jakarta
-
Perkembangan teknologi di bidang estetika memberikan banyak pilihan solusi bagi mereka yang ingin awet muda. Salah satunya, botulinum toxin atau botox yang kini hadir dengan generasi baru. Seperti apa?
Botox generasi baru ini umum dikenal sebagai botulinum toxin tipe A. Pada dasarnya, fungsi botulinum toxin baru tetap sama dengan generasi sebelumnya yaitu melemaskan bagian otot tertentu. Entah itu tujuannya menghilangkan kerutan di wajah agar tampak lebih awet muda atau meniruskan wajah.
Perbedaannya, seperti dipaparkan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin dan bedah estetika Adri Dwi Prasetyo, botulinum toxin tipe A sama sekali tidak mengandung protein kompleks yang dapat memicu pembentukan antibodi.
"Jika ada antibodi, hasil injeksi botulinum toxin tidak akan signifikan. Mau dosisnya setinggi berapapun, tubuh tidak merasakan efeknya," ujar Adri dalam diskusi media sekaligus peluncuran botulinum toxin tipe A oleh Merz Aesthetics di Veranda Hotel, Pakubuwono, Jakarta Selatan, Jumat (17/3/2017).
Kualitas botulinum toxin juga bergantung pada ketahanannya terhadap segala kondisi. Adri menjelaskan, botulinum toxin generasi terdahulu harus disimpan di dalam wadah bersuhu rendah agar kualitasnya tetap terjaga.
Tidak demikian dengan botulinum toxin tipe A karena telah melalui proses sterilisasi yang tinggi sehingga dapat bertahan lama tanpa pendingin sekalipun. "Bahkan sampai tiga tahun di suhu ruangan," kata dokter bersertifikasi Aesthetics and Dermatologic Surgery dari Darmstadt, Jerman, itu.
Dengan keunggulan-keunggulan itu, Adri pun memastikan hasil injeksi botulinum toxin tipe A 100 persen lebih efektif dari pendahulunya. Efeknya baru akan terlihat dua minggu setelah penginjeksian.
Agar hasilnya bertahan lama, Adri menyarankan melakukan penginjeksian ulan empat bulan setelahnya. "Untuk treatment keriput, cukup sekali saja setelah empat bulan. Tapi kalau meniruskan wajah, harus dua kali," kata Adri.
Adapun takaran dosis bergantung pada ketebalan otot yang ingin dikecilkan. Otot bagian dahi misalnya, hanya membutuhkan beberapa unit dosis. Berbeda dari otot rahang misalnya yang memakan dosis 24 sampai 50 unit.
Botulinum toxin tipe A sebenarnya sudah diluncurkan pertama kali pada 2009 silam di Jerman. Hanya saja, kata Adri, baru tersedia di Indonesia delapan tahun setelahnya karena harus melalui proses perijinan yang panjang serta melihat kebutuhan pasar.
(dtg/dtg)
Botox generasi baru ini umum dikenal sebagai botulinum toxin tipe A. Pada dasarnya, fungsi botulinum toxin baru tetap sama dengan generasi sebelumnya yaitu melemaskan bagian otot tertentu. Entah itu tujuannya menghilangkan kerutan di wajah agar tampak lebih awet muda atau meniruskan wajah.
Perbedaannya, seperti dipaparkan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin dan bedah estetika Adri Dwi Prasetyo, botulinum toxin tipe A sama sekali tidak mengandung protein kompleks yang dapat memicu pembentukan antibodi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Thinkstock |
"Jika ada antibodi, hasil injeksi botulinum toxin tidak akan signifikan. Mau dosisnya setinggi berapapun, tubuh tidak merasakan efeknya," ujar Adri dalam diskusi media sekaligus peluncuran botulinum toxin tipe A oleh Merz Aesthetics di Veranda Hotel, Pakubuwono, Jakarta Selatan, Jumat (17/3/2017).
Kualitas botulinum toxin juga bergantung pada ketahanannya terhadap segala kondisi. Adri menjelaskan, botulinum toxin generasi terdahulu harus disimpan di dalam wadah bersuhu rendah agar kualitasnya tetap terjaga.
Tidak demikian dengan botulinum toxin tipe A karena telah melalui proses sterilisasi yang tinggi sehingga dapat bertahan lama tanpa pendingin sekalipun. "Bahkan sampai tiga tahun di suhu ruangan," kata dokter bersertifikasi Aesthetics and Dermatologic Surgery dari Darmstadt, Jerman, itu.
Dengan keunggulan-keunggulan itu, Adri pun memastikan hasil injeksi botulinum toxin tipe A 100 persen lebih efektif dari pendahulunya. Efeknya baru akan terlihat dua minggu setelah penginjeksian.
Foto: Thinkstock |
Agar hasilnya bertahan lama, Adri menyarankan melakukan penginjeksian ulan empat bulan setelahnya. "Untuk treatment keriput, cukup sekali saja setelah empat bulan. Tapi kalau meniruskan wajah, harus dua kali," kata Adri.
Adapun takaran dosis bergantung pada ketebalan otot yang ingin dikecilkan. Otot bagian dahi misalnya, hanya membutuhkan beberapa unit dosis. Berbeda dari otot rahang misalnya yang memakan dosis 24 sampai 50 unit.
Botulinum toxin tipe A sebenarnya sudah diluncurkan pertama kali pada 2009 silam di Jerman. Hanya saja, kata Adri, baru tersedia di Indonesia delapan tahun setelahnya karena harus melalui proses perijinan yang panjang serta melihat kebutuhan pasar.
(dtg/dtg)












































Foto: Thinkstock
Foto: Thinkstock