Jo Malone, Ahli Parfum Ternama Ini Perlu 10 Tahun untuk Meracik 1 Jenis Parfum

Hestianingsih - wolipop Selasa, 06 Des 2016 16:25 WIB
Foto: Dok. Getty Images, Jo Malone
Jakarta - Pernahkah terpikir bagaimana proses pembuatan parfum yang sering kita gunakan sehari-hari? Meracik wewangian hingga menjadi sebotol parfum ternyata tidaklah mudah. Seorang perfumer bahkan memerlukan waktu tahunan untuk menciptakan satu jenis parfum.

Seperti Jo Malone, yang mengaku bisa menghabiskan 10 tahun untuk satu produk parfum. Perfumer ternama asal Inggris ini memang telah menjual brand parfumnya, Jo Malone London ke Estee Lauder sejak 1999. Namun wanita 53 tahun ini masih aktif menciptakan parfum baru.

"Satu wewangian bisa memakan waktu 10 tahun bagi saya atau bisa hanya satu hari. Kreativitas tidak perlu menghitung waktu. Aku tidak akan membiarkan seseorang dari (divisi) marketing berkata padaku kalau aku harus selesai membuat parfum di sampai musim semi. Tidak seperti itu. Aku akan menciptakan wewangian menurut emosi dan integritasku," ujar Jo seperti dikutip dari Female First.

Jo Malone, Ahli Parfum Ternama Ini Perlu 10 Tahun untuk Meracik 1 Jenis ParfumFoto: Dok. Getty Images, Jo Malone


Jo memang tidak pernah menargetkan kapan parfum rancangannya harus selesai. Ia hanya menuruti insting, dan ketika instingnya berkata selesai, maka selesai pula satu parfum baru yang ia racik. Jo juga mengatakan tidak memiliki metode khusus dalam menciptakan sebuah wewangian.

"Aku tahu saja. Tidak ada yang pernah menanyakan itu, dan itu pertanyaan bagus. Seperti ketika buku selesai ditulis atau musik selesai dibuat. Penciptanya pasti tahu itu (kapan karyanya telah selesai)," kata ibu satu anak ini.

Hengkang dari Jo Malone London pada 2006, Jo mendirikan lagi brand parfumnya sendiri yang diberi nama Jo Loves di 2011. Ia mengungkapkan brand ini dibuat sebagai bentuk penyesalannya karena telah meninggalkan Jo Malone London.

"Aku sangat, sangat tidak senang. Tapi aku pergi dari bisnis itu. Tidak ada yang memaksaku. Tidak ada yang mendorongku untuk itu. Aku pergi dengan sukarela. Seberapa sering kita berbuat sesuatu dan akhirnya kita tahu itu sebuah kesalahan tapi kita tidak bisa kembali? Aku bisa menyesalinya seumur hidupku, atau bangkit dan mencobanya lagi. Jadi aku mencobanya lagi dengan Jo Loves," curhatnya.

(hst/eny)