Laporan dari Penang
Banyak Ditiru, Ini Strategi Amorepacific Agar Cushion Buatannya Tetap Laris
Rahmi Anjani - wolipop
Jumat, 18 Nov 2016 08:49 WIB
Penang
-
Praktis digunakan dengan hasil akhir yang mulus dan natural membuat cushion begitu diminati banyak pecinta makeup. Kosmetik asal Korea itu bahkan hampir menggantikan BB Cream konvensional dan dipakai 95% wanita di sana.
Kesuksesan alas bedak dalam spons berkemasan praktis ini pun membuatnya populer dan laris di pasaran. Penjualan cushion bahkan meningkat 50% dan mencapai angka 100 ribu unit di Asia Tenggara saja. Konsep ini juga banyak diadaptasi brand Eropa dan Amerika.
Kompetisi pun membuat Amorepacific sebagai perusahaan pelopornya semakin giat dalam mengembangkan cushion yang berkualitas dan sesuai kebutuhan pelanggan. Menanggapi banyaknya merek lain yang menghadirkan 'Me Too' produk, grup yang membawahi Laneige, Etude House, Innisfree, Mamode, hingga Sulwhasoo itu ternyata tidak terlalu memperhatikan. Amorepacific mengaku lebih fokus pada kepuasan pemakai dari pada langkah yang dilakukan brand lain.
"Ada banyak brand yang menyediakan cushion membuat kompetisi semakin panas. Selain filosofi, kami melihat apa yang pelanggan inginkan. Itu yang kami fokuskan daripada melihat yang mereka lakukan. Kami tidak takut kompetisi, hanya ingin tulus menyediakan produk. Itu akan menghasilkan loyalitas dan menyingkirkan kompetisi," kata ASEAN Regional Headquarters Amorepacific, Robin Na dalam acara Cushion: Unpacked di Rasa Sayang Hotel Shangri La, Penang, Malaysia, Kamis, (17/11/2016).
Amorepacific memang punya tantangan dalam menyediakan makeup sekaligus skincare yang nyaman untuk para wanita. Untuk meraih pasar global, diperlukan pula inovasi dalam formulanya agar cocok dengan iklim di negara selain Korea. Begitu juga dengan masalah ukuran agar produk itu lebih mudah dibawa bepergian para wanita urban. Untuk itu, perusahaan yang berdiri pada 1945 tersebut terus melakukan pengembangan melalui penelitian dan komentar pelanggan.
"Di tahun 2017, ada keberagam, dihadirkan cushion yang berbeda untuk macam-macam kebutuhan. Berdasarkan riset, cushion juga akan hadir dalam e-commerce digital agar pelanggan bisa membeli dengan mudah dan nyaman," tambah Robyn.
Sebagai pelopor yang telah mematenkan berbagai teknologi dalam cushion, Amorepacific sepertinya memang tidak terlalu takut tersaingi. Namun perusahaan yang membawahi lebih dari 20 brand ini tentu tetap ingin menawarkan inovasi. Salah satunya dengan penelitian mengenai iklim dan warna kulit di berbagai negara. Diharapkan, cushion Korea ke depannya bisa diterima di Eropa dan Amerika. (ami/eny)
Kesuksesan alas bedak dalam spons berkemasan praktis ini pun membuatnya populer dan laris di pasaran. Penjualan cushion bahkan meningkat 50% dan mencapai angka 100 ribu unit di Asia Tenggara saja. Konsep ini juga banyak diadaptasi brand Eropa dan Amerika.
Kompetisi pun membuat Amorepacific sebagai perusahaan pelopornya semakin giat dalam mengembangkan cushion yang berkualitas dan sesuai kebutuhan pelanggan. Menanggapi banyaknya merek lain yang menghadirkan 'Me Too' produk, grup yang membawahi Laneige, Etude House, Innisfree, Mamode, hingga Sulwhasoo itu ternyata tidak terlalu memperhatikan. Amorepacific mengaku lebih fokus pada kepuasan pemakai dari pada langkah yang dilakukan brand lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amorepacific memang punya tantangan dalam menyediakan makeup sekaligus skincare yang nyaman untuk para wanita. Untuk meraih pasar global, diperlukan pula inovasi dalam formulanya agar cocok dengan iklim di negara selain Korea. Begitu juga dengan masalah ukuran agar produk itu lebih mudah dibawa bepergian para wanita urban. Untuk itu, perusahaan yang berdiri pada 1945 tersebut terus melakukan pengembangan melalui penelitian dan komentar pelanggan.
"Di tahun 2017, ada keberagam, dihadirkan cushion yang berbeda untuk macam-macam kebutuhan. Berdasarkan riset, cushion juga akan hadir dalam e-commerce digital agar pelanggan bisa membeli dengan mudah dan nyaman," tambah Robyn.
Sebagai pelopor yang telah mematenkan berbagai teknologi dalam cushion, Amorepacific sepertinya memang tidak terlalu takut tersaingi. Namun perusahaan yang membawahi lebih dari 20 brand ini tentu tetap ingin menawarkan inovasi. Salah satunya dengan penelitian mengenai iklim dan warna kulit di berbagai negara. Diharapkan, cushion Korea ke depannya bisa diterima di Eropa dan Amerika. (ami/eny)











































