Mitos dan Fakta Tentang Penyebab Ketombe

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 11 Okt 2016 16:46 WIB
Foto: iStock Foto: iStock

Jakarta - Selain kerontokan, ketombe adalah problema rambut dan kulit kepala yang paling banyak dialami baik pria maupun wanita. Timbulnya ketombe tentu menyebalkan karena bisa mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri.

Untuk itu, para penderita berusaha mengatasi masalah ini dari penyebabnya. Sayangnya, masih banyak orang yang terkecoh dengan mitos-mitos ketombe sehingga salah penanganan.


Mitos-mitos yang berkembang mengenai ketombe pun cukup banyak. Menurut Louisa Collins selaku Unilever Global R&D, banyak orang beranggapan ketombe sering terkait dengan kerontokan. Ada juga yang menolak menggunakan sampo anti ketombe justru karena menilai akan membuat rambut patah. Bagaimana menurut para ahli?

"Menurut para ahli tidak ada hubungannya menggunakan sampo anti ketombe dengan rambut yang patah. Patah bisa dikarenakan pewarnaan atau pengeritingan. Sampo itu justru akan membantunya menjadi lebih kuat," ungkap Luisa dalam acara yang diadakan Clear di Bluegrass Bar & Grill, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/10/2016).

Mitos lain yang salah adalah tipe rambut keriting memengaruhi banyaknya ketombe. Luisa pun kembali menangkis hal tersebut dan mengatakan jika tipe rambut tidak berhubungan dengan penyebab ketombe.

"Faktanya kurang tidur bisa menyebabkan ketombe. Stres secara psikologis juga bisa membuat ketombe lebih parah," kata Luisa.

Sepertinya mitos-mitos tersebut membuat banyak orang mencari tahu lebih banyak mengenai ketombe secara online. Menurut penelitian, sebanyak 71% wanita Indonesia melakukan browsing tentang ketombe namun hanya 45% dari mereka tidak menemukan solusi untuk mengatasinya.

Clear pun membantu menghadirkan solusinya dengan menghadirkan Ice Cool Bus. Program yang menyediakan fasilitas keramas untuk orang banyak tersebut juga sudah diikuti 1 juta orang di Indonesia sejak Maret lalu.

Tahun ini, Ice Cool Bus telah hadir ke 15 kota besar di Indonesia. Asima Haq selaku Head of Marketing Hair Care Unilever Indonesia berharap program ini bisa terus berkembang di tahun berikutnya.
(ami/hst)