Dokter Ini Jadi Populer karena Pamerkan Aksi Bedah Payudara di Snapchat
Eny Kartikawati - wolipop
Jumat, 13 Mei 2016 17:36 WIB
Jakarta
-
Dr. Michael Salzhauer atau juga dikenal sebagai Dr. Miami berbeda dari dokter bedah plastik kebanyakan. Dokter yang memang berbasis di Miami ini mengundang orang-orang dari seluruh dunia untuk melihat aksinya saat melakukan bedah plastik di ruang operasi melalui Snapchat.
Dr. Salzhauer populer di Snapchat dengan nama akun therealdrmiami. Dia menjadi terkenal sejak setahun belakangan saat mulai sering mengunggah aktivitasnya di ruang operasi seperti ketika melakukan operasi pemasangan implan payudara, tummy tuck atau implan bokong. Awalnya sang dokter menggunakan media sosial Instagram. Namun bagi Instagram foto-foto yang diunggahnya dianggap melanggar aturan karena memamerkan ketelanjangan.
"Mungkin karena aku sering mengunggah foto sebelum dan sesudah. Dan walaupun aku sudah menutup area intim di foto itu, tetap saja ada orang yang melaporkannya (ke Instagram) dan akunku ditutup," kata sang dokter yang kini sudah membuat akun Instagram baru namun foto-fotonya tak lagi menampilkan tubuh tanpa busana.
Tidak bisa eksis di Instagram sesuai dengan keinginannya, Dr. Salzhauer kemudian mendapat saran dari putrinya yang berusia 15 tahun untuk membuat akun Snapchat. Setelah mencoba Snapchat, dokter yang merilis buku pertamanya tentang operasi plastik pada 2008 berjudul 'My Beautiful Mommy' seperti menemukan tempat yang pas untuknya.
Saat pertamakali memakai Snapchat, Dr. Salzhauer mengunggah video ketika dia sedang melakukan operasi tummy tuck (metode pengecilan perut). Tentu saja video yang diunggah hanya dalam waktu beberapa detik saja, sesuai pengaturan di Snapchat, bukan aktivitas keseluruhan operasi. Meski demikian tetap saja video tersebut mempertontonkan hal-hal yang mungkin belum pernah dilihat orang sebelumnya. Misalnya ketika sang dokter menjahit bagian tubuh pasiennya.
Baca Juga: 30 Inspirasi Dekorasi Pernikahan Unik
Dr. Salzhauer ingat video pertama yang diunggahnya itu ditonton lebih dari 2.000 pengguna Snapchat. Dan menurut putrinya jumlah tersebut cukup banyak. Keesokan harinya sang dokter pun kembali mengunggah aktivitasnya di ruang operasi.
"Dalam sebulan penonton videoku bertambah cepat menjadi 100 ribu dan sekarang sudah lebih dari 800 ribu per hari," ujar dokter yang pernah masuk sebagai nominator Snapchat of The Year dari Shorty Awards itu seperti dikutip Forbes.
Dr. Salzhauer mengatakan orang-orang yang melihat videonya di Snapchat bisa berasal dari berbagai belahan dunia. Dia pun senang karena bukan hanya membuatnya semakin populer, tapi juga memberikan pengetahuan pada publik mengenai proses operasi plastik.
Dokter berusia 44 tahun ini merasakan benar dampak dari kepopulerannya di Snapchat. Setiap saat dia kedatangan pasien baru. Bahkan saat ini dia sudah tidak bisa menerima pasien baru karena sampai dua tahun mendatang sudah full booked. "Bisa aku bilang 60% pasien yang datang kepadaku mengenalku melalui Snapchat dan Instagram," katanya.
Sebagai seorang dokter, Dr. Salzhauer kerap menerima kritik atas tindakannya yang memamerkan aktivitasnya di ruang operasi ini. Dia dianggap tidak mempedulikan privacy pasien. Namun sang dokter mengatakan, identitas pasien yang videonya diunggahnya ke Snapchat selalu dirahasiakannya. Dia pun selalu bertanya pada pasiennya terlebih dahulu apakah mereka bersedia direkam dan diunggah videonya ke Snapchat atau tidak.
"Sekitar dua dari tiga pasienku yang bersedia ada di Snapchat. Tentu aku tidak bisa memasukkan siapapun ke Snapchat. Mereka yang bersedia juga harus menandatangani persetujuan dulu sebelum kami menaruhnya di Instagram, Twitter, Snapchat atau apapun. Tapi beberapa orang memang ada yang datang ke sini karena mereka ingin ada di Snapchat. Mereka bahkan memintaku untuk menyebut nama teman mereka dan memainkan musik tertentu," ceritanya. (eny/eny)
Dr. Salzhauer populer di Snapchat dengan nama akun therealdrmiami. Dia menjadi terkenal sejak setahun belakangan saat mulai sering mengunggah aktivitasnya di ruang operasi seperti ketika melakukan operasi pemasangan implan payudara, tummy tuck atau implan bokong. Awalnya sang dokter menggunakan media sosial Instagram. Namun bagi Instagram foto-foto yang diunggahnya dianggap melanggar aturan karena memamerkan ketelanjangan.
"Mungkin karena aku sering mengunggah foto sebelum dan sesudah. Dan walaupun aku sudah menutup area intim di foto itu, tetap saja ada orang yang melaporkannya (ke Instagram) dan akunku ditutup," kata sang dokter yang kini sudah membuat akun Instagram baru namun foto-fotonya tak lagi menampilkan tubuh tanpa busana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Saat pertamakali memakai Snapchat, Dr. Salzhauer mengunggah video ketika dia sedang melakukan operasi tummy tuck (metode pengecilan perut). Tentu saja video yang diunggah hanya dalam waktu beberapa detik saja, sesuai pengaturan di Snapchat, bukan aktivitas keseluruhan operasi. Meski demikian tetap saja video tersebut mempertontonkan hal-hal yang mungkin belum pernah dilihat orang sebelumnya. Misalnya ketika sang dokter menjahit bagian tubuh pasiennya.
Baca Juga: 30 Inspirasi Dekorasi Pernikahan Unik
Dr. Salzhauer ingat video pertama yang diunggahnya itu ditonton lebih dari 2.000 pengguna Snapchat. Dan menurut putrinya jumlah tersebut cukup banyak. Keesokan harinya sang dokter pun kembali mengunggah aktivitasnya di ruang operasi.
"Dalam sebulan penonton videoku bertambah cepat menjadi 100 ribu dan sekarang sudah lebih dari 800 ribu per hari," ujar dokter yang pernah masuk sebagai nominator Snapchat of The Year dari Shorty Awards itu seperti dikutip Forbes.
![]() |
Dr. Salzhauer mengatakan orang-orang yang melihat videonya di Snapchat bisa berasal dari berbagai belahan dunia. Dia pun senang karena bukan hanya membuatnya semakin populer, tapi juga memberikan pengetahuan pada publik mengenai proses operasi plastik.
Dokter berusia 44 tahun ini merasakan benar dampak dari kepopulerannya di Snapchat. Setiap saat dia kedatangan pasien baru. Bahkan saat ini dia sudah tidak bisa menerima pasien baru karena sampai dua tahun mendatang sudah full booked. "Bisa aku bilang 60% pasien yang datang kepadaku mengenalku melalui Snapchat dan Instagram," katanya.
Sebagai seorang dokter, Dr. Salzhauer kerap menerima kritik atas tindakannya yang memamerkan aktivitasnya di ruang operasi ini. Dia dianggap tidak mempedulikan privacy pasien. Namun sang dokter mengatakan, identitas pasien yang videonya diunggahnya ke Snapchat selalu dirahasiakannya. Dia pun selalu bertanya pada pasiennya terlebih dahulu apakah mereka bersedia direkam dan diunggah videonya ke Snapchat atau tidak.
"Sekitar dua dari tiga pasienku yang bersedia ada di Snapchat. Tentu aku tidak bisa memasukkan siapapun ke Snapchat. Mereka yang bersedia juga harus menandatangani persetujuan dulu sebelum kami menaruhnya di Instagram, Twitter, Snapchat atau apapun. Tapi beberapa orang memang ada yang datang ke sini karena mereka ingin ada di Snapchat. Mereka bahkan memintaku untuk menyebut nama teman mereka dan memainkan musik tertentu," ceritanya. (eny/eny)













































