Ini Kata Dokter Tompi Tentang Bahaya Pasang Implan Hidung Terlalu Tinggi
Siti Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 21 Apr 2016 13:42 WIB
Jakarta
-
Kebanyakan wanita Indonesia tidak dikaruniai hidung tinggi dan mancung seperti milik orang kaukasian. Mereka dengan batang hidung rendah atau pesek pun sering tak puas dengan penampilan. Untuk mengatasinya, sebagian wanita sering menerapkan shading saat makeup. Namun tak sedikit juga yang berani mengambil tindakan operasi, seperti pemasangan implan.
Prosedur tersebut pun banyak ditawarkan sejumlah klinik kecantikan, termasuk milik Tompi yang merupakan penyanyi sekaligus dokter bedah plastik. Menurutnya hidung orang Indonesia sebenarnya 'unik' karena bentuknya berbeda-beda satu sama lain. Meski begitu, banyak pasien datang dengan keinginan hidung yang lebih tinggi atau cuping lebih ramping.
Tompi pun tidak menolak tindakan estesika itu asal dilakukan dengan batasan. Sayangnya prosedur ini kerap menimbulkan efek samping negatif jika tidak diterapkan secara tepat. Misalnya saja membuat hidung terlihat miring pasca dipasang implan. Banyak yang menduga jika hal tersebut disebabkan karena tersenggol namun dr Tompi menyanggahnya.
"Hidung miring pasca operasi bukan karena tersikut suami atau anak tapi pemasangannya yang kepanjangan. Implan yang terlalu tinggi nggak akan cukup di hidung. Kalau dipaksa bisa bolong, yang sebelumnya gejalanya biasanya merah," kata Tompi dalam sebuah acara di kawasan Mahakam, Jakarta Selatan.
Selain operasi hidung yang terlalu tinggi, prosedur-prosedur lain juga kerap menimbulkan efek negatif. Misalnya adalah operasi mata dengan lipatan yang terlalu dalam sehingga membuat tampilannya kurang natural. Begitu pula dengan pemasangan behel yang kemunduran dan dagu terlalu maju.
Karenanya, prosedur kecantikan memang perlu dilakukan secara cerdas. Tompi pun menyarankan agar calon pasien memilih dokter bedah plastik yang ahli di bidangnya. Dokter tersebut diharapkan dapat menolak atau memperingatkan pasien untuk berhenti melakukan operasi jika sudah berlebihan atau keinginan yang tak sesuai dengan bentuk wajah. (sra/itn)
Prosedur tersebut pun banyak ditawarkan sejumlah klinik kecantikan, termasuk milik Tompi yang merupakan penyanyi sekaligus dokter bedah plastik. Menurutnya hidung orang Indonesia sebenarnya 'unik' karena bentuknya berbeda-beda satu sama lain. Meski begitu, banyak pasien datang dengan keinginan hidung yang lebih tinggi atau cuping lebih ramping.
Tompi pun tidak menolak tindakan estesika itu asal dilakukan dengan batasan. Sayangnya prosedur ini kerap menimbulkan efek samping negatif jika tidak diterapkan secara tepat. Misalnya saja membuat hidung terlihat miring pasca dipasang implan. Banyak yang menduga jika hal tersebut disebabkan karena tersenggol namun dr Tompi menyanggahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain operasi hidung yang terlalu tinggi, prosedur-prosedur lain juga kerap menimbulkan efek negatif. Misalnya adalah operasi mata dengan lipatan yang terlalu dalam sehingga membuat tampilannya kurang natural. Begitu pula dengan pemasangan behel yang kemunduran dan dagu terlalu maju.
Karenanya, prosedur kecantikan memang perlu dilakukan secara cerdas. Tompi pun menyarankan agar calon pasien memilih dokter bedah plastik yang ahli di bidangnya. Dokter tersebut diharapkan dapat menolak atau memperingatkan pasien untuk berhenti melakukan operasi jika sudah berlebihan atau keinginan yang tak sesuai dengan bentuk wajah. (sra/itn)











































