Liputan Khusus Bekas Jerawat
Beragam Jenis Metode Menghilangkan Jerawat, Mana yang Paling Efektif?
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 11 Mar 2016 13:05 WIB
Jakarta
-
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bekas jerawat yang masih tersisa pada wajah. Mulai dari menggunakan krim malam sebagai rutinitas merawat wajah, melakukan dermaroller, chemical peeling, hingga laser. Dari beberapa macam metode tersebut, mana yang paling efektif untuk menghilangkan bekas jerawat?
Dituturkan oleh dr. Holly Banerjee, efektif atau tidaknya suatu metode untuk menghilangkan bekas jerawat tidak bisa diukur dengan suatu cara tertentu. Terlebih lagi jika proses penghilangan bekas jerawat tersebut dilakukan di klinik kecantikan.
"Treatment di klinik untuk hilangkan bekas jerawat tidak bisa satu treatment saja, harus dikombinasikan. Tentunya kita pasti memilih perawatan yang bagus dan hasilnya maksimal untuk pasien, tapi tidak hanya satu perawatan saja," tutur dr. Holly saat diwawancarai Wolipop di 8th Avenue Clinic, Jl. Wijaya, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Ia memberikan contoh, misalnya sang pasien memiliki bekas jerawat yang berukuran besar dan cukup parah. Maka ada baiknya pasien menjalani perawatan dermaroller dulu, baru melakukan laser.
Baca Juga: 50 Inspirasi Baju Kondangan
"Kalau memang mau maksimal hasilnya,perawatan pertama sampai ke-empat dermaroller dulu yang rutin, setelah itu di treatment yang ke-5 sampai ke-7 baru lakukan laser erbium," jelas dokter lulusan Universitas Tarumanagara Jakarta itu.
Berbeda dengan dokter Holly, dr. Tina Wardhani Wisesa, SpKK menuturkan, efektif atau tidaknya suatu metode penghilangan bekas jerawat ditentukan dari jenis kulit dan jenis jerawatnya terlebih dahulu. Memang ada banyak pilihan yang bisa dilakukan, tetapi ia menganjurkan untuk menggunakan krim malam saja.
"Dianjurkan cukup dengan krim malam saja. Jika tidak mempan baru beralih ke perawatan lain seperti peeling," demikian tuturnya pada Wolipop beberapa waktu lalu.
(itn/itn)
Dituturkan oleh dr. Holly Banerjee, efektif atau tidaknya suatu metode untuk menghilangkan bekas jerawat tidak bisa diukur dengan suatu cara tertentu. Terlebih lagi jika proses penghilangan bekas jerawat tersebut dilakukan di klinik kecantikan.
"Treatment di klinik untuk hilangkan bekas jerawat tidak bisa satu treatment saja, harus dikombinasikan. Tentunya kita pasti memilih perawatan yang bagus dan hasilnya maksimal untuk pasien, tapi tidak hanya satu perawatan saja," tutur dr. Holly saat diwawancarai Wolipop di 8th Avenue Clinic, Jl. Wijaya, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: 50 Inspirasi Baju Kondangan
"Kalau memang mau maksimal hasilnya,perawatan pertama sampai ke-empat dermaroller dulu yang rutin, setelah itu di treatment yang ke-5 sampai ke-7 baru lakukan laser erbium," jelas dokter lulusan Universitas Tarumanagara Jakarta itu.
Berbeda dengan dokter Holly, dr. Tina Wardhani Wisesa, SpKK menuturkan, efektif atau tidaknya suatu metode penghilangan bekas jerawat ditentukan dari jenis kulit dan jenis jerawatnya terlebih dahulu. Memang ada banyak pilihan yang bisa dilakukan, tetapi ia menganjurkan untuk menggunakan krim malam saja.
"Dianjurkan cukup dengan krim malam saja. Jika tidak mempan baru beralih ke perawatan lain seperti peeling," demikian tuturnya pada Wolipop beberapa waktu lalu.
(itn/itn)











































