Mengungkap Rahasia Pembuatan Produk Kosmetik Jepang yang Berkualitas

Daniel Ngantung - wolipop Sabtu, 30 Jan 2016 15:09 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Jepang adalah salah satu pemain terbesar dalam industri kosmetik dunia, termasuk di Indonesia. Hampir di semua toko, dari supermarket hingga department store papan atas, menjual produk dari brand-brand kosmetik Jepang selain buatan Eropa dan Amerika. Kanebo, SK-II, dan Shieseido, adalah beberapa nama brand kosmetik Jepang yang cukup familiar di sini.

Eksistensinya di Indonesia di tengah maraknya produk kosmetik Eropa dan Amerika membuktikan produk Jepang cukup diminati. Apa sebetulnya yang menarik dari produk kosmetik Jepang sehingga berhasil merebut hati konsumen?

Menurut Tetsuya Kambe, Direction of International Division Japan Cosmetic Industry Association (JCIA), produk kosmetik Jepang menawarkan keunggulan dan kualitas yang tidak dimiliki produk dari negara lain. Keunggulan tersebut berkaitan dengan khasiat serta keamanan produk. Kuncinya adalah inovasi teknologi yang canggih serta standarisasi produk kosmetik yang ketat.

Dalam presentasinya di sebuah seminar mini yang digelar di kediaman Duta Besar Jepang untuk Indonesia dalam menyambut Japan Beauty Week 2016, Jumat (29/1/2016), Tetsuya sempat menampilkan video proses pembuatan produk kosmetik Jepang.

Proses pembuatan itu mencakup uji coba produk untuk memastikan keamanan dan ketahanannya sebelum sampai ke tangan konsumen. Salah satu cuplikan menampilkan produk kosmetik tengah melalui uji coba getaran kemasan. Sebuah tas kecil berisi berbagai produk kosmetik diberi guncangan kecil seperti saat sedang dibawa di dalam tas. Uji coba ini untuk memastikan guncangan tidak merusak kemasan sehingga memengaruhi komposisi bahan kosmetik.

"Keamanan tidak hanya ditentukan dari bahan, tetapi juga dari segi kemasan produk kosmetik itu sendiri," ujar Tetsuya.

Ada pula proses uji coba yang dinamakan 'wiper durability' untuk produk lipstik. Alat yang digunakan mirip seismograf (alat pengukur getaran gempa). Bedanya, alih-alih tinta, lipstik yang mencoret kertas dengan gerakan yang menyerupai wiper mobil. Lipstik terus mencoret hingga habis. Uji coba ini untuk memastikan lipstik tetap nyaman dipakai sampai sudah tidak tersisa lagi.

Selain itu ditampilkan pula bagaimana cepatnya proses pengemasan produk di pabrik yang mengindikasikan produktivitas yang tinggi. "Kecepatan dan akurasi mendatangkan kualitas yang tinggi," begitu bunyi tulisan di akhir cuplikan proses tersebut.

Tetsuya menambahkan, para tenaga ahli turut memegang peranan penting dalam menghadirkan produk yang berkualitas. "Mereka telah melalui proses seleksi dan pelatihan yang ketat. Kesejahteraan mereka juga kami perhatikan," katanya.

Keunikan lain adalah bagaimana budaya turut memengaruhi inovasi produk kosmetik. Tetsuya mencontohkan, banyak makanan dan minuman Jepang khususnya hasil fermentasi (pengawetan) seperti miso dan sake kerap dijadikan bahan penelitian sebagai bahan kosmetik.

Tentang perkembangannya, eksistensi industri kosmetik Jepang tidak lepas dari dukungan pemerintah Jepang. Ia mengatakan pemerintah memang mengalokasikan bujet khusus untuk industri kosmetik. Tapi Tetsuya enggan memberikan rincian nilainya.

"Bentuk dukungan lainnya mencakup penggunaan fasilitas negara untuk mempromosikan kosmetik Jepang. Seperti sekarang ini," ungkap Tetsuya.

(dng/ami)