Tren Bokong Besar
Efek Samping yang Ditimbulkan Setelah Operasi Pembesaran Bokong
Kiki Oktaviani - wolipop
Selasa, 19 Mei 2015 18:16 WIB
Jakarta
-
Kemunculan Jennifer Lopez hingga Kim Kardashian dengan bentuk bokong yang padat dan besar membuat wanita saat ini mengidamkan memiliki bokong serupa. Tak heran operasi pembesaran bokong kian marak, terutama dalam dua tahun belakangan ini.
Laporan dari American Society of Plastic Surgeons, operasi bokong dengan transfer lemak atau pemasangan implan meningkat 15% dari tahun 2013 ke 2014. Masih dalam laporan yang sama, prosedur pembesaran bokong tersebut pun kini diminati oleh kaum pria.
Meski prosedur pembesaran payudara banyak yang berhasil, namun tidak sedikit juga cerita tentang kegalalan dari pemasangan implan atau menggunakan prosedur suntik. Banyak ahli kecantikan meyakini bahwa transfer lemak dan pemasangan implan menjadi prosedur pembesaran bokong yang paling aman.
Namun menurut Dr. Larry Fan, MD ahli bedah plastik di San Francisco, Amerika, jenis prosedur kecantikan apapun tetap memiliki risiko. Misalnyanya saja untuk prosedur transfer lemak yang biasanya diambil dari bagian perut dan dipindahkan ke bokong.
"Jika Anda kurus dan ingin membesarkan bokong menggunakan lemak, itu bukanlah pilihan yang tepat karena Anda kekurangan lemak," ujar Dr. Larry. Jika memaksakan prosedur tersebut, maka Anda bisa kekurangan lemak dan berdampak pada kematian. Mungkin implan menjadi opsi yang bisa membantu.
Ketika ingin memasang implan, namun Anda harus mengetahui efek sampingnya setelah itu. Menurut Dr. Larry, implan bokong bisa menyebabkan infeksi, pendarahan, bekas luka sayatan, pecahnya implan atau pergeseran implan.
Kasus pergeseran implan pernah dialami oleh wanita bernama Renee Talley. Entah implannya yang bergeser atau salah memasang implan, yang pastik bentuk implannya terbalik dan kantung implan tersebut bisa dilekuk. Menurut Adrian Richards, seorang konsultan bedah plastik di klinik kecantikan Aurora di Inggris, pemasangan implan dilakukan tidak pas pada tempat yang seharusnya.
"Komplikasi tersebut merupakan hal yang biasa saat pemasangan implan. Tapi seharusnya tidak terjadi karena kantung implan seharusnya kokoh di tempatnya," ujar Adrian.
Akhirnya, Renee mengakui bahwa ia memasang implan ilegal pada tahun 2011. Akibatnya, kulit bokongnya terasa panas dan terasa sangat sakit saat duduk atau tidur telentang.
Menggunakan implan atau injeksi dari bahan yang ilegal atau dilakukan di tempat yang tidak terpercaya sangat dilarang. "Aku memperingatkan agar tidak menggunakan injeksi seperti hidrogel, silikol dan bahan-bahan ilegal lainnya. Bahan-bahan tersebut tidak disetujui oleh badan obat dan makanan di Amerika dan risiko yang mengancam," tegas dr. Larry.
Banyak kasus wanita tewas karena injeksi silikon di bokong. Seperti mantan Miss Argentina Solange Magnano yang meregang nyawa pasca melakukan injeksi cairan silikon. Cairan ilegal tersebut ternyata menyebar ke paru-parunya sehingga ia sulit bernapas.
Kisah tragis lainnya yang serupa dengan Miss Argentina dari model asal Inggris bernama Claudia Aderotimi. Setelah menjalankan operasi ilegal di Philadelphia, Amerika, Claudia merasakan sesak napas. Rupanya, hal tersebut terjadi akibat kesalahan prosedur implan bokong yang membuat paru-parunya mengalami komplikasi. Tak lama kemudian, Claudia tewas karena nafasnya berhenti.
(Kiki Oktaviani/Ferdy Thaeras)
Laporan dari American Society of Plastic Surgeons, operasi bokong dengan transfer lemak atau pemasangan implan meningkat 15% dari tahun 2013 ke 2014. Masih dalam laporan yang sama, prosedur pembesaran bokong tersebut pun kini diminati oleh kaum pria.
Meski prosedur pembesaran payudara banyak yang berhasil, namun tidak sedikit juga cerita tentang kegalalan dari pemasangan implan atau menggunakan prosedur suntik. Banyak ahli kecantikan meyakini bahwa transfer lemak dan pemasangan implan menjadi prosedur pembesaran bokong yang paling aman.
Namun menurut Dr. Larry Fan, MD ahli bedah plastik di San Francisco, Amerika, jenis prosedur kecantikan apapun tetap memiliki risiko. Misalnyanya saja untuk prosedur transfer lemak yang biasanya diambil dari bagian perut dan dipindahkan ke bokong.
"Jika Anda kurus dan ingin membesarkan bokong menggunakan lemak, itu bukanlah pilihan yang tepat karena Anda kekurangan lemak," ujar Dr. Larry. Jika memaksakan prosedur tersebut, maka Anda bisa kekurangan lemak dan berdampak pada kematian. Mungkin implan menjadi opsi yang bisa membantu.
Ketika ingin memasang implan, namun Anda harus mengetahui efek sampingnya setelah itu. Menurut Dr. Larry, implan bokong bisa menyebabkan infeksi, pendarahan, bekas luka sayatan, pecahnya implan atau pergeseran implan.
Kasus pergeseran implan pernah dialami oleh wanita bernama Renee Talley. Entah implannya yang bergeser atau salah memasang implan, yang pastik bentuk implannya terbalik dan kantung implan tersebut bisa dilekuk. Menurut Adrian Richards, seorang konsultan bedah plastik di klinik kecantikan Aurora di Inggris, pemasangan implan dilakukan tidak pas pada tempat yang seharusnya.
"Komplikasi tersebut merupakan hal yang biasa saat pemasangan implan. Tapi seharusnya tidak terjadi karena kantung implan seharusnya kokoh di tempatnya," ujar Adrian.
Akhirnya, Renee mengakui bahwa ia memasang implan ilegal pada tahun 2011. Akibatnya, kulit bokongnya terasa panas dan terasa sangat sakit saat duduk atau tidur telentang.
Menggunakan implan atau injeksi dari bahan yang ilegal atau dilakukan di tempat yang tidak terpercaya sangat dilarang. "Aku memperingatkan agar tidak menggunakan injeksi seperti hidrogel, silikol dan bahan-bahan ilegal lainnya. Bahan-bahan tersebut tidak disetujui oleh badan obat dan makanan di Amerika dan risiko yang mengancam," tegas dr. Larry.
Banyak kasus wanita tewas karena injeksi silikon di bokong. Seperti mantan Miss Argentina Solange Magnano yang meregang nyawa pasca melakukan injeksi cairan silikon. Cairan ilegal tersebut ternyata menyebar ke paru-parunya sehingga ia sulit bernapas.
Kisah tragis lainnya yang serupa dengan Miss Argentina dari model asal Inggris bernama Claudia Aderotimi. Setelah menjalankan operasi ilegal di Philadelphia, Amerika, Claudia merasakan sesak napas. Rupanya, hal tersebut terjadi akibat kesalahan prosedur implan bokong yang membuat paru-parunya mengalami komplikasi. Tak lama kemudian, Claudia tewas karena nafasnya berhenti.
(Kiki Oktaviani/Ferdy Thaeras)
Pakaian Pria
Sepatu Santai untuk Sholat Id! 2 Slide Sneakers Ini Nyaman dan Praktis Dipakai Lebaran
Olahraga
Mau Main Badminton Makin Nyaman? Jangan Sampai Lupa Grip Anti Slip Ini
Olahraga
Nggak Sempat ke Gym Saat Ramadan? 3 Alat Olahraga Simpel Ini Bikin Workout di Rumah Jadi Praktis
Olahraga
Dunlop Bio Zaki 100, Raket Badminton Ringan dengan Power Smash Maksimal
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Curhat Beauty Influencer Syok Wajahnya Berubah Drastis Saat Hamil
Parfum Speaks To Me 'Sunshine', Aroma Buah Tropis yang Cocok Dipakai Harian
Viral Kisah Influencer Pergi ke Iran Untuk Oplas Hidung, Berakhir Terjebak
Morning Shed, Beauty Hack Viral TikTok Pakai Lem Mulut & Chin Strap saat Tidur
10 Cara Mengatasi Wajah Kusam Akibat Kurang Tidur Selama Bulan Puasa
Most Popular
1
Istri Walkot New York Rama Duwaji Disindir karena Pakai Crop Top Saat Bukber
2
Curhat Beauty Influencer Syok Wajahnya Berubah Drastis Saat Hamil
3
Daftar 5 Miliuner Termuda di 2026, Usia 20 Tahun Punya Harta Ratusan Triliun
4
Gaya Klasik Kate Middleton di Commonwealth Day, Terpancar Aura Ratu Inggris
5
Potret Cantik Ayu Kynbraten, Semifinalis Miss Norwegia Keturunan Indonesia
MOST COMMENTED











































