ADVERTISEMENT

Liputan Khusus Nail Art

Hati-hati! Jangan Nail Art Sembarang karena Bisa Berisiko Hepatitis

Kiki Oktaviani - wolipop Jumat, 20 Feb 2015 18:12 WIB
dok. Thinkstock
Jakarta -

Wanita modern saat ini tidak hanya fokus pada penampilan busana dan wajahnya saja, hal terkecil seperti kuku pun seolah menjadi bagian dari fashion yang tidak boleh ketinggalan. Itu sebabnya, tren menghias kuku atau nail art kini semakin banyak diminati. Namun, dibalik mendapatkan kuku yang cantik, nail art berisiko menimbulkan masalah kesehatan.

Kandungan zat kimia yang ada dalam formula cat kuku bisa menganggu kesehatan kuku. Menurut dr. Eddy Karta, SpKK, bahan pembersih kuku juga memicu kuku cepat rapuh. "Diketahui aseton yang digunakan berulang-ulang dapat membuat kuku menipis dan terlihat menguning," ujar dokter lulusan Melbourne, Australia itu kepada Wolipop baru-baru ini.

Sebenarnya, cat kuku sendiri tidak terlalu memberikan risiko besar pada kesehatan. Dijelaskan dr. Eddy, alat menicure dan pedicure seperti pembersih kuku mulai dari gunting kuku hingga pendorong kutikel yang bisa berdampak cukup besar pada tertularnya penyakit.

"Apabila alat yang digunakan tidak steril sering dilaporkan terjadi infeksi kuku dan kulit baik oleh bakteri, virus maupun jamur," jelas dosen yang mengajar di fakultas kedokteran Universitas Indonesia itu.

Senada dengan dr. Eddy, dr. Riri Elmarina, M.Kes menjelaskan bahwa penularan infeksi pada kuku terjadi ketika menggunakan alat-alat pembersih kuku yang tidak steril. Dampak yang paling fatal adalah bisa tertularnya penyakit hepatitis dan HIV/AIDS.

Menurut dr. Riri penularan bisa terjadi bila gunting kuku atau alat-alat menciure tercemar dengan darah atau cairan tubuh dari orang yang memiliki penyakit AIDS atau hepatitis. Cara penularannya adalah melalui darah. Jadi ketika alat pembersih kuku itu sudah tercemar dan dipakai kembali oleh orang lain yang bagian sekitar kukunya berdarah, maka berisiko tertular penyakit berbahaya tersebut.

"Kuman AIDS dan hepatitis ada di pembuluh darah dan cairan tubuh. Sebenarnya kalau kitanya sehat dan bersih sih tidak masalah, tapi kan kita kadang tidak tahu kondisi kita," kata ahli kecantikan di Impressions Body Care Center itu saat ditemui Wolipop baru-baru ini.

Dr. Riri menyarankan agar memilih salon atau tempat nail art yang sudah terpercaya dan memiliki alat-alat sterilizer. Karena seharusnya salon dan tempat nail art mensterilkan alat-alat pembersih kuku ketika selesai digunakan untuk mencegah penularan infeksi kulit atau penyakit menular lainnya.

Demi lebih aman, dr. Eddy menyarankan, sebaiknya membawa alat pembersih kuku sendiri. Dokter yang kerap memberikan seminar dan pembicara di acara-acara kecantikan itu juga mengingatkan agar jangan terlalu sering mengganti cat kuku untuk mencegah lempengan kuku rusak.

(kik/kik)