Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Petaka Permak Payudara

Ini Dia yang Sebabkan Payudara 'Penyok' Pasca Jalani Operasi Plastik

wolipop
Senin, 19 Jan 2015 17:06 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Operasi plastik menjadi salah satu prosedur kecantikan yang kini mulai diminati wanita. Alasannya, proses yang dilakukan termasuk cepat dan hasil yang didapat terlihat lebih maksimal. Dari sekian banyak jenis operasi yang ada, operasi payudara menjadi salah satu yang paling banyak digemari. Namun bagaimana jika prosedur operasi ini justru malah membawa petaka?

Seperti yang dikemukakan oleh Sovia Tjau, selaku perwakilan dari klinik bedah plastik asal Korea Selatan, The Line, kesalahan dalam operasi payudara bisa saja timbul. Hal tersebut biasanya diakibatkan oleh pasien yang tidak disiplin dalam merawat payudaranya.

"Kalau setelah pasang implan payudara, kemudian hasilnya penyok, miring, atau bengkok, sebenarnya hal itu bisa saja terjadi karena pasien yang tidak disiplin. Misalnya meremas payudara terlalu kencang atau melakukan aktivitas yang membuat payudara terhimpit," jelasnya saat dihubungi Wolipop, Senin (19/1/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun ada pula beberapa faktor yang dapat mempengaruhi 'kerusakan' payudara. Salah satunya bisa saja berasal dari kemampuan sang dokter bedah dalam menjalani proses operasi. "Operasi payudara itu tergantung skill dokternya. Jadi kalau dia taruh implannya tidak di dalam jaringan yang tepat, terjadi kemungkinan implannya bisa bergeser," katanya.

Pada umumnya, implan yang dimasukkan ke dalam jaringan payudara telah diukur sesuai dengan proporsi badan si pasien. Implan juga berbentuk seperti 'tetesan air' yang bentuknya sangat mirip dengan payudara wanita. Teknik membedahnya pun dilakukan dengan sangat hati-hati melalui bagian bawah ketiak sehingga hasil akhir operasi sangat terlihat natural dan tanpa meninggalkan bekas jahitan.

Selain itu, perawatan pasca operasi juga harus dilakukan dengan tepat, terutama pada tiga bulan pertama. Selama itulah implan yang dipasang belum 100% melekat, sehingga sang pasien sebaiknya mematuhi peraturan yang dianjurkan dokter. Mulai dari menerapkan posisi tidur yang benar, membuka perban jahitan dengan benar, dan rajin mengonsumsi buah-buahan agar pemulihan lebih cepat.

Jika 'bencana' seperti itu terjadi, Sovia menyarankan untuk menanyakan secara rinci dengan dokter bedah untuk menghindari sesuatu yang tak diinginkan. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah memperbaiki bentuk payudara dengan melakukan operasi ulang yang disebut dengan breast revision surgery. Tetapi sayangnya biaya yang dikeluarkan lebih mahal dari operasi biasa.

"Untuk operasi pasang implan kisaran harganya Rp 110 juta. Tetapi untuk operasi ulang biasanya ada penambahan sekitar 50% dari harga normal," tutupnya.

(int/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads