Petaka Permak Payudara
Membesarkan Payudara, Operasi Plastik Terfavorit Ke-2 Setelah Sedot Lemak
Operasi plastik kini semakin digemari wanita di berbagai belahan dunia. Data yang diungkapkan organisasi operasi plastik di Amerika Serikat, terjadi peningkatan sekitar 12% terhadap prosedur kecantikan ini. Dan salah satu operasi plastik yang digemari tersebut adalah membesarkan payudara.
Operasi plastik kini semakin digemari wanita di berbagai belahan dunia. Data yang diungkapkan organisasi operasi plastik di Amerika Serikat, terjadi peningkatan sekitar 12% terhadap prosedur kecantikan ini. Masih menurut data yang dirilis oleh American Society for Aesthetic Plastic Surgery (ASAPS), lebih dari 11 juta operasi plastik dan prosedur kecantikan non operasi dilakukan oleh para ahli bedah plastik dan dokter kulit di Amerika Serikat pada 2013.
Data yang baru dirilis pada 2014 itu juga mengungkapkan mengenai prosedur kecantikan paling favorit. Pada posisi pertama operasi kecantikan yang terbanyak dilakukan adalah sedot lemak atau liposuction. Tindakan yang bertujuan untuk mengurangi berat badan itu meningkat 16% dibandingkan 2012.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operasi payudara dengan menambahkan silikon banyak dipilih wanita karena semakin banyak klinik kecantikan menawarkan operasi dengan harga terjangkau. Namun di sisi lain, harga yang murah sering tidak sebanding dengan mutu. Bisa saja demi harga murah, dokter menggunakan silikon cair yang kini sebenarnya sudah tidak digunakan.
Kegagalan pembesaran payudara dengan implan juga bisa terjadi ketika tubuh menolak implan yang dimasukkan tersebut. Hal ini pernah dialami oleh wanita bernama Lauren Yardley yang melakukan operasi payudara pada 2009. Masalah datang dua bulan setelah operasi dilakukan, payudara kirinya lebih besar dari yang kanan. Saat berkonsultasi, dokter mengatakan dia mengalami capsular contracture, suatu kondisi di mana tubuh menolak implan yang sudah dimasukkan.
Masalah lainnya karena memilih klinik dengan harga murah adalah pecahnya silikon. Seorang wanita bernama Julia Edgecox pernah hampir kehilangan nyawa gara-gara silikonnya pecah. Tubuhnya pun jadi teracuni silikon tersebut. Sejak itu, wanita asal Inggris tersebut mengalami 8 operasi untuk menguras silikon dari kelenjar getah bening dan saat ini ia bergantung pada antihistamin untuk mengontrol reaksi tubuhnya terhadap racun tersebut.
Direktur Ultimo Aesthetic & Dental Center Jakarta Enrina Diah, Sp.BP-RE, menegaskan bahwa implan payudara yang bagus tidak akan pecah bahkan ada garansi sampai seumur hidup. "Ibaratnya dilindas truk saja nggak pecah. Sekarang implan sudah generasi kelima, generasi awal mungkin cell life-nya belum sempurna tapi sekarang sudah kuat. Garansinya lifetime, kalau implan nggak ada keluhan ya nggak perlu diganti," jelas dr. Enrina kepada Wolipop beberapa waktu lalu.
Akan tetapi semua wanita mengalami pertambahan usia yang juga mempengaruhi kondisi tubuhnya. Begitu pula dengan payudara wanita yang mengalami perubahan seiiring berjalannya waktu. Sesuai perubahan payudara Anda maka implan tersebut perlu diganti atau dibuang.
Perlu diperhatikan, efek samping setelah implan payudara. Jika payudara merasa keras, nyeri, mengalami komplikasi, hingga adanya pendarahan juga harus segera diatasi. Itu tanda ada masalah dari operasi yang dilakukan.
"Itu harus segera ditindak karena berarti ada masalah. Bahkan ada pasien saya dia implan di Singapura bayar ratusan juta padahal baru pasang enam bulan, dia merasa keras, akhirnya harus dioperasi lagi, dibuang, diganti yang baru," tambah wanita lulusan Universitas Indonesia itu. (eny/fer)










































