6 Wanita yang Lepas Implan Payudara Karena Alami Peristiwa Mengerikan
wolipop
Rabu, 10 Des 2014 15:10 WIB
tautan telah disalin
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
ist.
Jakarta -
Payudara nan sintal dan kencang memang identik dengan kesan seksi. Tak heran jika banyak wanita melakukan berbagai cara pembesaran ukuran dada melalui jalan operasi. Salah satu prosedur yang paling banyak dilakukan adalah pemasangan implan. Sayangnya keinginan untuk memiliki bentuk payudara berisi dengan cara ini tak selalu berjalan mulus. Karena sejumlah wanita mengalami berbagai kejadian mengerikan akibat pemasangan implan yang kurang profesional. Mau tak mau mereka pun harus melepas implan yang sudah dipasang dengan harga tak murah. Siapa saja mereka?
1. Sheyla Hershey
Sheyla Hershey pernah tercatat sebagai pemilik payudara terbesar, yakni berukuran 38 KKK. Namun predikat tersebut harus lepas dalam hitungan waktu tiga bulan. Pasalnya model asal Brasil tersebut harus mencopot implan lantaran terjadi infeksi. Ia sampai tidak bisa bergerak sampai mengalami kesulitan bernapas. Ternyata implan tersebut terlalu berat sehingga membebani punggung ibu serta menyebabkan infeksi bakteri ganas staphilococus dan streptococus yang mengancam nyawa. Payudara ibu dua anak tersebut pun harus disedot dengan pompa selama 24 jam.
2. Tain Hui
Cerita mengerikan lain datang dari wanita asal Cina, Tain Hui. Implan yang dipasangnya memang tidak mempengaruhi kesehatan namun berpindah ke bagian tubuh lain yakni sampai ke punggung. Semula Tain melakukan pemasangan implan karena ingin menarik perhatian suami yang pernah berselingkuh dengan wanita lebih muda. Namun setelah lebih satu tahun pemasangan, implan mulai bergeser. Awalnya implan masih bisa dipindahkan ke bagian payudara, namun saat implan mulai bergerak ke punggung barulah Tain melakukan prosedur pengeluaran.
3. Caroline Berger
Kasus infeksi payudara paling ekstrem dialami Caroline Berger. Akibat pemasangan implan yang berlebihan infeksi yang dialami mantan bintang film dewasa tersebut berujung kematian. Saat itu, sesaat setelah menjalani prosedur, ia mengalami koma selama sembilan hari. Caroline pun sempat mengalami sejumlah komplikasi seperti terkena serangan jantung dan kehilangan asupan oksigen. Selepas melakukan enam kali operasi nyawa pemilik nama asli Carolin Wosnitza itu tak terselamatkan.
4. Claire Rigley
Payudara yang mengendur akibat penurunan berat badan juga menyebabkan sebagian wanita memilih jalan operasi untuk mengencangkannya. Seperti Claire Rigley, seorang wanita asal Inggris. Namun keinginannya untuk tampil lebih menarik pasca langsing harus pupus setelah implannya bocor. Cairan implan tersebut pun keluar lewat pori-pori di sekitar puting susu. Saat itu, payudara Claire sempat menghitam, kemerahan, bahkan sempat berlubang.
5. Claire Fennemore
Selain keluar melalui puting, implan yang bocor juga bisa menimbulkan benjolan. Contohnya Claire Fennemore yang melakukan prosedur di klinik amatir dengan biaya yang tergolong murah. Setelah tiga tahun pemasangan, Claire mendapati sebuah benjolan di bagian ketiaknya. Ketika berkonsultasi ke klinik tersebut, awalnya dokter mengatakan itu hanya efek dari kehamilan, ia pun hanya diberi obat penghilang rasa sakit. Setelah melahirkan, ternyata benjolan terasa lebih sakit. Ia pun mengunjungi dokter klinik lain yang mengatakan implannya pecah. Benjolan yang sudah sebesar bola golf itu akhirnya dikeluarkan.
6. Alison Chapman
Implan payudara yang dipasang secara kurang profesional bisa menyebabkan cairan silikonnya meledak dan membuat dada terbuka. Kejadian itu dialami oleh Alison Chapman. Awalnya beberapa saat setelah melakukan implan, ia merasakan sakit di bagian payudara. Demi meredakannya, Alison pun memutuskan untuk mandi dengan air hangat.
Kala itu, tiba-tiba dadanya seperti terbelah. Saat itu juga, ia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat tindakan penjahitan luka sobek dan pengangkatan implan. Peristiwa itersebut ternyata menyebabkan payudaranya menjadi besar sebelah. Ingin dadanya diperbaiki, Alison kembali pergi ke klinik. Sayangnya kejadian serupa hampir terulang. Alison kembali merasa nyeri di kedua payudara. Beruntung, kondisi itu bisa pulih meski harus berkali-kali menjalani operasi selama tiga tahun.