L'Oreal Ajak Masyarakat Waspada Bahaya Sinar Matahari Bagi Kulit
Indonesia merupakan negara tropis yang secara geografis wilayahnya terletak di garis khatulistiwa dengan paparan sinar matahari cukup intens. Hal ini menyebabkan indeks intensitas radiasi sinar ultraviolet (UV) di Indonesia cenderung lebih tinggi dibandingkan negara-negara Asia lainnya.
Masalah yang timbul akibat paparan sinar matahari terus menerus adalah kulit kusam, timbul bercak-bercak hitam, penuaan dini hingga terkena kanker kulit. Sayangnya kesadaran sebagian besar masyarakat terhadap bahaya terkena matahari secara langsung masih rendah.
Atas dasar inilah L'Oréal bekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Pehimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) mengadakan kampanye edukasi bertajuk L'Oréal Unveils. Kampanye ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat akan bahaya sinar UV serta pentingnya melindungi diri dari dampak-dampak negatif yang ditimbulkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sinar UVB dapat membuat kulit hitam dan membakar kulit serta menimbulkan rasa perih apabila terkena paparan langsung. Sedangkan sinar UVA termasuk ke dalam kategori berbahaya karena dapat menembus kaca jendela di dalam ruangan hingga ke lapisan kulit yang paling dalam sinar inilah yang meningkatkan risiko timbulnya kanker kulit.
"Untuk menghindari hal ini, kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu menggunakan tabir surya bahkan di dalam ruangan sekalipun," tutur dr. Sri dalam acara L'Oréal Unveils di Soehana Hall, The Energy Building, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2014).
Dalam diskusi tersebut juga ditayangkan cuplikan video kampanye yang nantinya akan disebarluaskan secara digital. Video ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Riset dan Inovasi L'Oréal. Penelitian tersebut memperlihatkan perbedaan tekstur kulit pada seorang wanita yang wajahnya sebagian memakai penutup dan sebagian lagi dibiarkan terkena paparan sinar UV.
Hasilnya, bagian wajahnya yang ditutupi tampak lebih mulus, kencang dan halus. Sedangkan wajah yang terpapar sinar matahari langsung timbul keriput-keriput halus, tampak kusam, dan muncul bintik-bintik hitam yang dapat dilihat dengan kasat mata.
Efek-efek yang dihasilkan dari paparan sinar UV ini berlangsung mulai dari hitungan menit hingga jangka waktu bertahun-tahun. Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa masih banyak orang-orang yang belum mengerti pentingnya menggunakan tabir surya.
T. Bahdar selaku deputi bidang pengawasan obat tradisional dan kosmetik menyarankan untuk memilih tabir surya yang tepat. "Sebelum membeli tabir surya, lihat dulu kemasannya. Sebaiknya pilih tabir surya yang mempunyai SPF atau sun protection factor," ujarnya.
(int/hst)
Home & Living
3 Kulkas 1 Pintu Harga 1 Jutaan yang Murah dan Tahan Lama!
Home & Living
Tetap Terhidrasi Saat Mudik! 3 Tumbler Praktis Ini Siap Bantu Jaga Kesehatan Saat Perjalanan Jauh
Home & Living
3 Rekomendasi Tempat Sampah Sensor Higienis untuk Rumah Lebih Bersih dan Praktis
Home & Living
Dekorasi Simpel Tapi Bikin Beda! Jam Dinding Lucu Estetik untuk Rumah
Masuk Usia 40? Ini Skincare dan Makeup Wajib agar Kulit Tetap Kencang
Estee Lauder Gugat Jo Malone karena Pakai Namanya Sendiri untuk Produk Parfum
Terungkap Isi Goodie Bag Oscar 2026 Senilai Rp 5 M: Ada Skincare Korea Viral
Tips Dokter Gizi Agar Kulit Tetap Glowing Saat Puasa, Hindari Makanan Ini
Curhat Beauty Influencer Syok Wajahnya Berubah Drastis Saat Hamil
Pramugari Ungkap Kelakuan Miliuner di Superyacht: Cincin Kawin Hanya Dekorasi
Gaya Effortless Sherina Munaf di Acara One Piece Live Action, Banjir Pujian
Gaya Fuji & Felicya Angelista Kompak Tampil Bak Artis Bollywood Pakai Lehenga
Potret Gaya Paula Verhoeven Bercadar Saat Umrah di Bulan Ramadhan











































