Botox Vs Notox, Mana yang Lebih Baik untuk Samarkan Penuaan Kulit?
Sejak diperkenalkan sekitar 12 tahun lalu, injeksi Botox menjadi salah satu prosedur anti penuaan yang banyak diminati. Bahkan penggunaannya meningkat sebanyak tiga persen sejak 2011 yang menunjukkan popularitas Botox kian bertambah tiap tahunnya.
Namun belakangan ini popularitas injeksi berisi cairan botulinum toxin itu perlahan-lahan mulai bergeser. Adalah Notox, perawatan anti penuaan terbaru yang kini mulai dilirik para wanita yang ingin menjaga keremajaan kulitnya. Sama-sama menghilangkan kerutan, tapi prosedurnya sama sekali berbeda. Seperti apa perbedaannya?
Injeksi Vs Gelombang Radiasi
Botox dilakukan dengan injeksi atau menyuntikkan cairan neurotoxin ke dalam kulit. Cairan tersebut akan 'melumpuhkan' otot-otot yang menyebabkan kerutan pada wajah. Sedangkan Notox atau nama ilmiahnya Glabellar Furrow Relaxation (GFX) tidak menggunakan prosedur injeksi atau memasukkan cairan kimia ke dalam kulit. Melainkan menggunakan gelombang frekuensi radio untuk melenturkan dan melemahkan urat di dalam kulit yang mengetat dan menyebabkan kerutan. Namun untuk menjalankan prosedurnya, kulit pasien tetap ditusukkan jarum sebagai penghantar gelombang radio dari alat ke kulit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Botox diketahui bisa menyebabkan sejumlah efek samping. Mulai dari mata yang terlihat turun, alis kurang simetris, senyum yang kaku, keluar cairan mata yang berlebihan dan kekeringan pada mata. Pemakai Botox juga cenderung sulit menunjukkan ekspresinya karena wajah yang terasa kaku. Sementara Notox GFX diklaim tidak akan menimbulkan kesan kaku yang biasanya ditimbulkan Botox.
Lama Prosedur
Prosedur menghilangkan tampilan kerutan menggunakan gelombang radio frekuensi umumnya memakan waktu selama 20 menit. Injeksi Botox bisa lebih cepat dari itu, sekitar 10-15 menit. Jika Notox memerlukan anestesi karena penghantaran listrik dilakukan cukup lama dan berkala, Botox biasanya tidak terlalu memerlukan penggunaan anestesi kecuali dalam kondisi tertentu. Misalnya karena toleransi pasien terhadap rasa sakit rendah. Injeksi Botox sendiri biasanya hanya terasa menyengat dan menimbulkan ketidaknyamanan selama beberapa saat.
Hasil
Hasil dari injeksi Botox biasanya bertahan selama tiga hingga empat bulan. Setelah itu, keriput perlahan-lahan akan mulai muncul kembali. Sementara prosedur Notox diklaim bisa bertahan lebih lama sekitar 18 bulan hingga dua tahun. Setelah itu perlu dilakukan tindakan lagi dan umumnya jika sudah melakukan dua atau tiga kali prosedur, efeknya akan berlangsung lebih lama lagi.
(hst/fer)
Home & Living
Tidur Jadi Lebih Nyaman! Kasur dari Turu Lana Ini Bikin Tidur Kamu Makin Berkualitas!
Home & Living
Lovise Sofa Anna Tierslice, Sofa Estetik yang Bikin Ruangan Kamu Seperti di Internet!
Health & Beauty
Sering Pegal dan Cepat Capek? Review Swisse Ultiboost Calcium & Vitamin D untuk Kesehatan Tulang
Fashion
Bikin Kamu Tampil Keren dan Tetap Nyaman dengan Pilihan Sepatu Ini
Kenapa Ada Jerawat di Dagu? Pahami Penyebab hingga Cara Mengatasinya
Ini Tren Lipstik 2026 yang Patut Dicoba, Smoky Rose hingga Cherry Red
Putus dari Chris Martin, Dakota Johnson Disebut Kencan dengan Musisi Lebih Muda
Awal Tahun, Saatnya Berubah: 7 Resolusi Skincare 2026 yang Bikin Glowing
5 Tren Makeup 2026: Riasan Menor Mendominasi
Potret Celine Evangelista Umrah Bareng Anak, Cantik Natural Tanpa Makeup
5 Benda yang Layak Dibeli untuk Oleh-oleh saat Traveling
Di Balik Status Miliarder Beyonce, Upah Buruh Brand Fashionnya Cuma Rp 8 Ribu
Tatiana Kennedy Meninggal di Usia Muda, Drama Keluarga Kennedy Terkuak











































