Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Botox Vs Notox, Mana yang Lebih Baik untuk Samarkan Penuaan Kulit?

wolipop
Selasa, 11 Nov 2014 15:35 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Sejak diperkenalkan sekitar 12 tahun lalu, injeksi Botox menjadi salah satu prosedur anti penuaan yang banyak diminati. Bahkan penggunaannya meningkat sebanyak tiga persen sejak 2011 yang menunjukkan popularitas Botox kian bertambah tiap tahunnya.

Namun belakangan ini popularitas injeksi berisi cairan botulinum toxin itu perlahan-lahan mulai bergeser. Adalah Notox, perawatan anti penuaan terbaru yang kini mulai dilirik para wanita yang ingin menjaga keremajaan kulitnya. Sama-sama menghilangkan kerutan, tapi prosedurnya sama sekali berbeda. Seperti apa perbedaannya?

Injeksi Vs Gelombang Radiasi
Botox dilakukan dengan injeksi atau menyuntikkan cairan neurotoxin ke dalam kulit. Cairan tersebut akan 'melumpuhkan' otot-otot yang menyebabkan kerutan pada wajah. Sedangkan Notox atau nama ilmiahnya Glabellar Furrow Relaxation (GFX) tidak menggunakan prosedur injeksi atau memasukkan cairan kimia ke dalam kulit. Melainkan menggunakan gelombang frekuensi radio untuk melenturkan dan melemahkan urat di dalam kulit yang mengetat dan menyebabkan kerutan. Namun untuk menjalankan prosedurnya, kulit pasien tetap ditusukkan jarum sebagai penghantar gelombang radio dari alat ke kulit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Efek Samping
Botox diketahui bisa menyebabkan sejumlah efek samping. Mulai dari mata yang terlihat turun, alis kurang simetris, senyum yang kaku, keluar cairan mata yang berlebihan dan kekeringan pada mata. Pemakai Botox juga cenderung sulit menunjukkan ekspresinya karena wajah yang terasa kaku. Sementara Notox GFX diklaim tidak akan menimbulkan kesan kaku yang biasanya ditimbulkan Botox.

Lama Prosedur
Prosedur menghilangkan tampilan kerutan menggunakan gelombang radio frekuensi umumnya memakan waktu selama 20 menit. Injeksi Botox bisa lebih cepat dari itu, sekitar 10-15 menit. Jika Notox memerlukan anestesi karena penghantaran listrik dilakukan cukup lama dan berkala, Botox biasanya tidak terlalu memerlukan penggunaan anestesi kecuali dalam kondisi tertentu. Misalnya karena toleransi pasien terhadap rasa sakit rendah. Injeksi Botox sendiri biasanya hanya terasa menyengat dan menimbulkan ketidaknyamanan selama beberapa saat.

Hasil
Hasil dari injeksi Botox biasanya bertahan selama tiga hingga empat bulan. Setelah itu, keriput perlahan-lahan akan mulai muncul kembali. Sementara prosedur Notox diklaim bisa bertahan lebih lama sekitar 18 bulan hingga dua tahun. Setelah itu perlu dilakukan tindakan lagi dan umumnya jika sudah melakukan dua atau tiga kali prosedur, efeknya akan berlangsung lebih lama lagi.

(hst/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads