Tren Minuman Kecantikan
Cantik dan Awet Muda dengan Beauty Drink, Efektifkah?
Ada banyak produk yang ditawarkan saat ini, yang diklaim dapat membuat tampilan wanita makin cantik. Mulai dari perawatan kecantikan dengan alat canggih, atau mengemas bahan-bahan alami dalam bentuk makanan dan minuman untuk membuat kulit terlihat sehat dan awet muda.
Baru-baru ini, ada tren perawatan yang nampaknya mulai banyak dikembangkan oleh beberapa produsen di bidang kecantikan, yaitu minuman kecantikan atau beauty drink. Mulai dari pasar Asia, seperti Hong Kong, Jepang dan Korea, kini pasar Amerika dan Eropa juga mulai memproduksi berbagai merek beauty drink.
Produk minuman kecantikan ini disebut-sebut memiliki kandungan kolagen dan hyaluronic acid yang dapat berperan menjaga kekenyalan kulit. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami dalam tubuh akan berkurang. Oleh karena itu, beauty drink mulai banyak diminati karena diklaim dapat memberi asupan kolagen untuk mencegah penuaan dini. Namun, apakah beauty drink benar efektif jika dilihat dari kacamata kedokteran?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika kita menilai apakah suatu bahan itu bermanfaat bagi kulit, kita harus tahu apakah bahan itu dapat diserap lambung. Berapa persen kadar konsentrasinya dalam darah dan berapa persen konsentrasinya dalam kulit. Misalnya vitamin c, sebagian besar akan terbuang lewat urin. Jadi lebih baik langsung ke pembuluh darah atau dioleskan. Kalau kolagen itu kan pertikelnya besar, jadi sebenarnya di kalangan peneliti masih dipertanyakan apakah kolagen yang masuk ke pembuluh darah apakah kemudian bisa sampai di sel kulit," ujar dr. Gloria di The Cone, fX, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/06/2014).
Seperti yang diungkap dr. Gloria, keefektivan beauty drink belum teruji kebenarannya. Daripada meminum kolagen yang belum tentu berpengaruh langsung ke sel kulit, dokter lulusan Universitas Indonesia itu menyarankan untuk meminum vitamin C saja untuk membuat kulit tampak sehat dan segar.
"Jadi untuk kolagen yang tujuannya di wajah, lebih efektif dengan bahan-bahan yang langsung dipakai di permukaan kulit wajah. Misalnya krim, peeling, laser atau alat-alat lain yang memang secara lokal akan merangsang kolagen di bagian tertentu. Jadi kita supply bahan yang mengandung itu, jadi bukan kolagennya yang diminum, " tambahnya lagi.
(asf/asf)
Pakaian Pria
Sholat Jumat Tetap Rapi Tanpa Effort, 2 Kemeja Ini Nyaman Dipakai dan Tetap Sopan
Pakaian Pria
Masuk Kerja Lagi Setelah Lebaran? Upgrade Tampilan dengan Kemeja Batik yang Lebih Fresh
Hobi dan Mainan
Rekomendasi Kertas HVS A4 75gr 1 Rim untuk Printer Harian dan Fotocopy
Hobi dan Mainan
Kalau Foto di HP Terlalu Biasa, Kamera Instax Ini Punya Cara Lebih Seru Menyimpan Kenangan
Foundation atau Concealer Dulu? Ini Urutan Makeup yang Disarankan MUA
Heboh Tren Setting Powder Warna Hijau, Apa Fungsinya?
Sering Jerawatan & Kemerahan? Bisa Jadi Radang Kulit, Ini Solusinya
D&G Rilis Ulang Parfum The One Setelah 20 Tahun, Hadirkan Aroma Intens
6 Tips Makeup Lebaran Praktis yang Tahan Lama saat Silaturahmi
Tak Hanya Gen Z, Milenial Kini Adopsi Tren 'Soft Living' karena Burnout
Foto: Gemerlap Gaya Seleb Dunia di Acara Bvlgari, Dua Lipa Hingga Liu Yifei
Gaya 'Kembar' Alyssa Daguise, Tissa Biani & Mulan Jameela Rayakan Lebaran
Foto: Gaya Nostalgia Miley Cyrus yang Edgy di Perayaan 20 Tahun Hannah Montana











































