Pakai Kata 'Celebutard', Lipstik Karya Seniman Tato Ini Ditarik dari Pasaran
Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Sabtu, 09 Nov 2013 11:49 WIB
Jakarta
-
Beberapa waktu lalu, retailer kosmetik Sephora menggandeng seniman tato Amerika ternama, Kat Von D untuk menciptakan lini kosmetik yang terinspirasi dari gayanya yang edgy. Belum lama beredar di pasaran, koleksi make-up Kat Von D terpaksa ditarik karena dianggap telah menyinggung kalangan tertentu.
Produk yang menjadi masalah tersebut adalah salah satu lipstik dari koleksi make-up yang dilabeli Painted Love itu. Seniman tato yang terkenal jad langganan para selebriti Hollywood itu menamai salah satu warna lipstiknya dengan Celebutard. Nama itu rupanya memicu komplain dari volunteer yang aktif mengampanyekan isu kesehatan mental dan para orangtua yang memiliki anak dengan masalah perkembangan.
Dalam sebuah blog yang dikutip dari HuffPost Style, Kim Stagliano, managing editor majalah Age of Autism menulis, "Orang-orang dengan disabilitas jadi pihak yang paling tidak diuntungkan dari sebuah 'permainan kata' dan mereka yang tidak peduli dengan kesopanan."
Kritik tersebut rupanya membuat para petinggi Sephora memutuskan untuk menarik lipstik bernama Celebutard itu dari pasaran. Mereka juga merilis pernyataan maaf secara tertulis yang berbunyi, "Ini menjadi perhatian kami bahwa salah satu nama dari warna lipstik yang kami luncurkan telah membuat beberapa klien dan pihak lainnya tersinggung. Kami minta maaf sedalam-dalamnya dan kami telah menghentikan penjualan (lipstik tersebut) di toko maupun secara online."
Sementara itu, Kat Von D menolak untuk meminta maaf dan mengungkapkan kekesalannya lewat akun Twitter pribadinya. Seniman tato yang juga bintang reality show, model dan musisi itu menulis, "Pada akhirnya, itu hanya sebuah lipstik sialan." Namun tak berapa lama Kat menghapus tweet tersebut.
Celebutard merupakan bahasa slang yang merupakan gabungan dari kata 'celebrity''debutante' dan 'retard'. Kata ini mengandung arti 'orang terkenal yang bodoh'. Celebutard sering digunakan untuk menyindir selebriti (yang kebanyakan) muda dan kaya raya tapi 'tidak berotak' yang bahkan sulit menyelesaikan kalimat lengkap di depan publik.
Kata yang dipermasalahkan adalah 'retard', karena memiliki arti lambat atau keterbelakangan. Sejumlah aktivis di Amerika sedang gencar mengampanyekan untuk tidak menggunakan kata tersebut dalam bahasa sehari-hari baik secara resmi maupun sebagai lelucon, karena dianggap mendikriminasi orang atau anak dengan masalah perkembangan mental seperti autisme dan down syndrome.
(hst/hst)
Produk yang menjadi masalah tersebut adalah salah satu lipstik dari koleksi make-up yang dilabeli Painted Love itu. Seniman tato yang terkenal jad langganan para selebriti Hollywood itu menamai salah satu warna lipstiknya dengan Celebutard. Nama itu rupanya memicu komplain dari volunteer yang aktif mengampanyekan isu kesehatan mental dan para orangtua yang memiliki anak dengan masalah perkembangan.
Dalam sebuah blog yang dikutip dari HuffPost Style, Kim Stagliano, managing editor majalah Age of Autism menulis, "Orang-orang dengan disabilitas jadi pihak yang paling tidak diuntungkan dari sebuah 'permainan kata' dan mereka yang tidak peduli dengan kesopanan."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kat Von D menolak untuk meminta maaf dan mengungkapkan kekesalannya lewat akun Twitter pribadinya. Seniman tato yang juga bintang reality show, model dan musisi itu menulis, "Pada akhirnya, itu hanya sebuah lipstik sialan." Namun tak berapa lama Kat menghapus tweet tersebut.
Celebutard merupakan bahasa slang yang merupakan gabungan dari kata 'celebrity''debutante' dan 'retard'. Kata ini mengandung arti 'orang terkenal yang bodoh'. Celebutard sering digunakan untuk menyindir selebriti (yang kebanyakan) muda dan kaya raya tapi 'tidak berotak' yang bahkan sulit menyelesaikan kalimat lengkap di depan publik.
Kata yang dipermasalahkan adalah 'retard', karena memiliki arti lambat atau keterbelakangan. Sejumlah aktivis di Amerika sedang gencar mengampanyekan untuk tidak menggunakan kata tersebut dalam bahasa sehari-hari baik secara resmi maupun sebagai lelucon, karena dianggap mendikriminasi orang atau anak dengan masalah perkembangan mental seperti autisme dan down syndrome.
(hst/hst)










































