Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus Creambath

Mana Lebih Baik, Pakai Handuk Panas atau Steamer Saat Creambath?

Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 12 Apr 2013 15:34 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Hampir semua wanita suka creambath. Saat melakukan perawatan ini, kepala akan dipijat kemudian ditutup dengan handuk panas atau steamer. Dari dua metode itu, manakah yang lebih baik?

Maestro rambut Indonesia, Rudy Hadisuwarno mengatakan tidak ada bedanya antara memakai handuk panas ataupun steamer. Pria yang menggagas perawatan creambath itu menjelaskan handuk panas dulunya dia gunakan karena belum ada alat uap seperti steamer.

"Sebetulnya sama, handuk panas itu dulu saya pakai pertama kali karena belum ada steamer kalau ada steamer saya nggak pakai handuk panas lagi," papar Rudy ketika berbincang dengan wolipop di kantornya, Jalan Kesehatan Raya No. 36, Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penemu creambath dan hair mask di Indonesia itu menjelaskan, steamer juga mengeluarkan uap air sama dengan handuk panas yang akan membantu menyerap krim lebih cepat. Dengan steamer, proses creambath menjadi lebih praktis daripada memakai handuk panas.

Dr. Hanny Nilasari, Sp.KK, menambahkan, handuk panas memang berfungsi agar krim creambath bekerja lebih cepat. Namun penggunaan handuk panas atau steamer ini berefek pembuluh darah di sekitar kepala akan terbuka sehingga membuat zat-zat di dalam krim cepat terserap. Namun jika bahan tidak cocok dan menimbulkan reaksi iritasi maka efeknya terasa lebih cepat.

"Baik dengan steamer atau handuk panas itu kan panas, panas itu akan membuka pembuluh darah sehingga zat-zat lebih mudah masuk ke dalam," terang dr. Hanny saat ditemui wolipop di tempat prakteknya kawasan Citragran Cibubur Jl. Alternatif Cibubur, Cileungsi, Jawa Barat, Selasa (9/4/2013).

Maka dari itu, dokter kulit yang juga ibu dua anak ini menyarankan sebaiknya memakai produk yang memang sudah teruji oleh BPOM serta memperhatikan tanggal kedaluwarsanya agar terhindar dari bahan-bahan kimia berbahaya.

(ays/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads