Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Liputan Khusus

10 Mitos yang Dipercaya Membuat Rambut Rontok

wolipop
Jumat, 09 Nov 2012 15:47 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

1. Mitos: Gen dari Orang Tua

Hal ini tidak sepenuhnya benar. Walaupun gen kerontokan atau kebotakan adalah kromosom X yang berasal dari ibu, ada faktor keturunan lain yang juga ikut menentukan. Salah satunya faktor herediter yang dipercaya ebih dominan ketimbang gen wanita.

2. Mitos: Usia Bertambah Tua

Kerontokan rambut biasanya mulai dialami oleh mereka yang berusoa mulai dari 20 tahun atau 30 tahun. Menurut penelitian, semakin cepat Anda mengalami kerontokan, semakin besar pula kemungkinan Anda menjadi botak.

3. Mitos: Memakai Topi

Menurut mitos, topi bisa membuat folikel rambut menjadi tegang sehingga menyebabkan kerontokan rambut. Namun yang benar, topi tidak selamanya bersifat merusak. Kecuali jika topi tersebut kotor yang dapat menyebabkan infeksi kulit kepala.

4. Mitos: Trauma

Mitos tersebut benar. Tetapi hal itu tidak sampai membuat seseorang mengalami kebotakan. Menurut dermatologis Gary Hitzig, "jika rambut itu tidak dimaksudkan untuk hilang, maka rambut akan tumbuh lagi."

5. Mitos: Produk Penataan Rambut

Anda tidak perlu menghindari produk penataan atau perawatan rambut seperti gel, hairspray, shampo atau kebiasaan mencuci rambut tiap hari. Hal itu tidak membuat rambut rontok, tetapi pengeringan atau pengeriting rambut dengan hair dryer dan curly iron bisa mempercepat proses kerontokan.

6. Mitos: Terpapar Sinar Matahari

Ini adalah salah satu mitos yang salah. Terpapar sinar matahri tidak menyebabkan rambut rontok. Begitu juga dengan mesin tanning kulit.

7. Mitos: Terlalu Banyak Konsumsi Karbohidrat

"Karbohidrat dan daging merah memberikan nutrisi yang sangat membantu untuk kesehatan rambut," ujar Wilma Bergfeld, dermatologis di Cleveland Clinic. Bergfeld mengungkapkan bahwa kekurangan zat besi justru erat kaitannya dengan rambut rontok.

8. Mitos: Penurunan Aliran Darah

Pertumbuhan rambut memiliki hubungan dengan aliran darah, tapi itu bukan penyebab kerontokan. Setelah seseorang mengalami kebotakan, aliran darah ke kepala jadi berkurang. Intinya, kerontokan rambut terjadi sebelum aliran darah menurun.

9. Mitos: Shampo yang tidak Cocok

Banyak orang yang menyaralahkan shampo ketika rambutnya mulai menipis. Namun kerontokan rambut akibat faktor keturunan biasanya disebabkan oleh proses pergantian rambut yang lebih baik dan tebal. Shampo tidak ada hubungannya dengan kebotakan.

10. Mitos: Jangan Sisir Rambut Rontok

Rambut rontok sebaiknya tidak perlu disisir, karena kondisi yang rapuh malah membuat rambut gampang tercabut dari akar. Hal tersebut merupakan mitos yang keliru. "Kulit kepala butuh exercise dengan sisir atau jari. Jadi kalo ada yang bilang jangan sisir rambut saya karena lagi rontok, itu salah," ujar hair stylist Chandra Gupta pada Wolipop.
(eya/rma)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads