Brand Kosmetik Korea Dikritik Rasis Usai Sebut 'Bayi Mongolia' di Iklan Produk
Sebuah brand kosmetik asal Korea Selatan menuai kritik setelah peluncuran salah satu produknya dinilai mengandung stereotip terhadap ras tertentu.
Perbincangan ini bermula dari unggahan di komunitas online yang menyoroti deskripsi warna blush terbaru milik brand makeup Tooq. Pada laman produknya, shade tersebut diberi nama dan keterangan: "W06. Mocha Pop #WARM A deep mocha rose like a lovely Mongol baby."
Di Korea Selatan, istilah 'bayi Mongolia' sempat populer lewat sebuah dokumenter yang menampilkan bayi-bayi dengan pipi kemerahan dan terlihat menggemaskan. Meski kemungkinan besar deskripsi tersebut ditulis tanpa niat buruk, banyak pihak mempertanyakan apakah penyebutan tersebut pantas digunakan dalam konteks pemasaran produk kecantikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reaksi keras datang dari seorang netizen berdarah Mongolia melalui unggahan Instagram Reels. Dia mengungkapkan kekecewaannya terhadap brand profesional yang masih menggunakan narasi semacam itu.
"Sebagai orang Mongolia, saya bisa mengatakan bahwa pipi merah sering dikaitkan dengan orang-orang yang hidup nomaden karena kondisi cuaca yang ekstrem. Tapi sekarang, lebih dari setengah populasi kami sudah tinggal di perkotaan, jadi ini bukan lagi ciri umum. Jujur, saya cukup kecewa karena hal seperti ini masih terjadi di tahun 2026," tulisnya dalam caption unggahan tersebut, seperti dilansir Koreaboo.
Dia juga menambahkan bahwa penggunaan stereotip berbasis lingkungan terhadap suatu kelompok etnis terasa tidak relevan dan menyederhanakan identitas budaya yang kompleks.
Brand Kosmetik Korea Tooq. Foto: Dok. Tooq |
Respons serupa juga datang dari warganet Korea. Banyak yang menilai bahwa meskipun tidak ada niat buruk, sebuah brand kosmetik seharusnya lebih peka dalam memilih narasi dan referensi budaya.
"Saya langsung berpikir, 'Ini serius?' saat membacanya," tulis seorang netizen.
"Ini rasis," komentar lainnya.
"Kenapa harus pakai nama negara untuk produk makeup?" tulis netizen lain.
Bayi Mongolia. Foto: Dok. Tooq |
Sejumlah komentar menyoroti bahwa stereotip terhadap ras atau etnis tertentu, meski dibungkus dengan maksud positif, tetap tidak dapat dibenarkan.
"Walaupun tidak berniat buruk, mengaitkan ras tertentu dengan kondisi lingkungan tertentu tetap termasuk rasisme," tulis salah satu komentar.
Hingga kini, pihak brand belum memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi tersebut.
(hst/hst)
Kesehatan
Jaga Keseimbangan Mineral Selama Puasa Ramadan, Himalayan Salt Jadi Solusi Tepat
Pakaian Pria
Upgrade Gaya Harian Kamu dengan 3 Jaket Pria Bergaya Classic-Modern yang Wajib Kamu Punya!
Perawatan dan Kecantikan
Wajah Glowing Sambut Tahun Baru Imlek! Jangan Skip Masker Wajah Ini
Pakaian Pria
Tampil Rapi Saat Buka Puasa dan Silaturahmi dengan 3 Sabuk Kulit Pria yang Wajib Kamu Punya untuk Menyambut Ramadhan 2026!
Pria Milenial dan Gen Z Kini Lebih Serius Merawat Diri, Takut Penuaan Dini
Tren Rambut 2026: Potongan & Warna Ini Diprediksi Booming!
Promosi Produk Bibir Terbaru, Kylie Jenner pakai Bra dari Biji Delima
Cara Pakai Moisturizer yang Benar agar Lebih Efektif, Disarankan Dokter Kulit
Kulit Kusam Bikin Wajah Terlihat Lelah? Ini 13 Cara Sederhana agar Kembali Cerah
Kisah Cinta Kontroversial Woody Allen dan Istri, Kini Terseret Skandal Epstein
8 Drama Korea Rating Tertinggi Awal 2026, Wajib Masuk Watchlist!
Foto: Rumah Rp 470 M untuk Syuting 'Harry & Meghan' Terjual Setelah 4 Tahun
Potret Chelsea Islan Umumkan Kehamilan, Pamer Bare Baby Bump yang Sudah Besar













































