Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Brand Kosmetik Korea Dikritik Rasis Usai Sebut 'Bayi Mongolia' di Iklan Produk

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Minggu, 25 Jan 2026 17:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Brand Kosmetik Korea Tooq.
Brand Kosmetik Korea Tooq. Foto: Dok. Tooq
Jakarta -

Sebuah brand kosmetik asal Korea Selatan menuai kritik setelah peluncuran salah satu produknya dinilai mengandung stereotip terhadap ras tertentu.

Perbincangan ini bermula dari unggahan di komunitas online yang menyoroti deskripsi warna blush terbaru milik brand makeup Tooq. Pada laman produknya, shade tersebut diberi nama dan keterangan: "W06. Mocha Pop #WARM A deep mocha rose like a lovely Mongol baby."

Di Korea Selatan, istilah 'bayi Mongolia' sempat populer lewat sebuah dokumenter yang menampilkan bayi-bayi dengan pipi kemerahan dan terlihat menggemaskan. Meski kemungkinan besar deskripsi tersebut ditulis tanpa niat buruk, banyak pihak mempertanyakan apakah penyebutan tersebut pantas digunakan dalam konteks pemasaran produk kecantikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reaksi keras datang dari seorang netizen berdarah Mongolia melalui unggahan Instagram Reels. Dia mengungkapkan kekecewaannya terhadap brand profesional yang masih menggunakan narasi semacam itu.

"Sebagai orang Mongolia, saya bisa mengatakan bahwa pipi merah sering dikaitkan dengan orang-orang yang hidup nomaden karena kondisi cuaca yang ekstrem. Tapi sekarang, lebih dari setengah populasi kami sudah tinggal di perkotaan, jadi ini bukan lagi ciri umum. Jujur, saya cukup kecewa karena hal seperti ini masih terjadi di tahun 2026," tulisnya dalam caption unggahan tersebut, seperti dilansir Koreaboo.

ADVERTISEMENT

Dia juga menambahkan bahwa penggunaan stereotip berbasis lingkungan terhadap suatu kelompok etnis terasa tidak relevan dan menyederhanakan identitas budaya yang kompleks.

Brand Kosmetik Korea Tooq.Brand Kosmetik Korea Tooq. Foto: Dok. Tooq

Respons serupa juga datang dari warganet Korea. Banyak yang menilai bahwa meskipun tidak ada niat buruk, sebuah brand kosmetik seharusnya lebih peka dalam memilih narasi dan referensi budaya.

"Saya langsung berpikir, 'Ini serius?' saat membacanya," tulis seorang netizen.

"Ini rasis," komentar lainnya.

"Kenapa harus pakai nama negara untuk produk makeup?" tulis netizen lain.

Brand Kosmetik Korea Tooq.Bayi Mongolia. Foto: Dok. Tooq

Sejumlah komentar menyoroti bahwa stereotip terhadap ras atau etnis tertentu, meski dibungkus dengan maksud positif, tetap tidak dapat dibenarkan.

"Walaupun tidak berniat buruk, mengaitkan ras tertentu dengan kondisi lingkungan tertentu tetap termasuk rasisme," tulis salah satu komentar.

Hingga kini, pihak brand belum memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi tersebut.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads