Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Efek Buruk di Balik Krim Pemutih Kulit

wolipop
Senin, 19 Sep 2011 07:54 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta - Krim pemutih merupakan salah satu produk kecantikan yang menjadi favorit. Namun di balik manfaatnya tersebut, krim pemutih bisa berbahaya untuk tubuh.

Sinar matahari yang menyengat sering kali membuat warna kulit menjadi lebih gelap. Hal inilah yang membuat krim pemutih menjadi pilihan banyak orang untuk memutihkan kulit agar penampilan tetap menarik, khususnya wanita.

Masalah yang bisa terjadi dari pemakaian krim pemutih adalah efek putih yang berlebihan. Krim pemutih memang efektif membuat kulit lebih putih dari sinar matahari, namun krim tersebut seharusnya hanya digunakan dalam waktu jangka waktu tertentu saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anda seharusnya menggunakan (krim pemutih) untuk dua minggu, enam minggu atau delapan minggu," ujar Dr. Debra Jaliman, juru bicara American Academy of Dermatology dan penulis buku 'Skin and Hair', seperti yang dikutip dari aolhealth.

Menurutnya, menggunakan krim tersebut selama bulanan hingga tahunan tidak baik untuk kesehatan. Hal ini dikarenakan kebanyakan krim pemutih mengandung hydroquinone, sebuah zat yang menghambat produksi melanin dan hanya boleh digunakan dalam konsentrasi yang kecil, maksimal dua persen. Kebanyakan krim ini mengandung empat hingga enam persen.

Hydroquinone dapat menyebabkan efek samping, yakni penyakit ochronosis. Penyakit ini membuat kulit Anda terlihat biru-hitam.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads