Waspada, Gemuk Karena Shampo!
wolipop
Senin, 04 Jul 2011 14:33 WIB
Jakarta
-
Olahraga teratur dan diet sehat sering disarankan para dokter dan ahli gizi untuk mendapatkan berat badan ideal. Namun, penelitian terbaru menunjukkan ada faktor lain yang perlu Anda ketahui sebagai solusi berat badan.
Sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan, bahan kimia yang terkandung dalam produk kecantikan dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan. Salah satu senyawa kimia yang dapat meningkatkan kegemukan adalah phthalates.
Dokter di Mount Sinai Medical Center di New York, mengatakan bahwa phthalates terdapat di hampir 70 persen shampo, kosmetik dan sabun. Daily Mail melaporkan, kandungan tersebut dapat mengganggu endokrin dan sebisa mungkin harus dihindari.
Penelitian menunjukkan, senyawa kimia tersebut dapat merusak sistem tubuh yang mengendalikan berat badan seseorang. Para peneliti juga menemukan, endokrin dapat meniru efek dari hormon dan mempengaruhi kinerja kelenjar yang memproduksinya.
Endokrin merupakan kelenjar penghasil hormon, yang langsung masuk ke dalam aliran darah dan mempengaruhi pertumbuhan dan metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh merupakan proses semua reaksi kimia yang terjadi di dalam organisme, termasuk yang terjadi di tingkat selular. Jadi, jika kinerja endokrin terganggu, maka metabolisme tubuh juga terganggu.
Para peneliti juga menemukan kandungan lain yang berbahaya yaitu Bisphenol-A yang sering ditemukan dalam beberapa produk makanan, produk plastik dan botol susu.
Maida Galvez, dokter anak yang telah meneliti 330 anak di East Harlem, menjelaskan bagaimana tim peneliti mengungkapkan keterkaitan antara phthalates dan berat tubuh seseorang.
"Meskipun kandungan kimia memainkan peran yang kecil dalam obesitas, tapi seharusnya dihindari," saran Galvez.
Dr Galves juga menyarankan untuk memilih produk kosmetik organik dan bebas parfum. Para ahli di Mount Sinai telah menemukan hubungan paralel antara obesitas dan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari sejak tahun 2002.
Hal tersebut dibenarkan oleh sebuah penelitian dari Stirling University di Skotlandia yang menyebutkan, Bisphenol A dan phthalates sebagai bahan kimia berkalori. Paula Baillie-Hamilton, ketua peneliti mengatakan, perdebatan tentang obesitas telah mengalami perubahan secara signifikan selama beberapa dekade terakhir. Hal ini karena penggunaan produk dari bahan sintetis oragnik dan senyawa kimia anorganik.
(kik/kik)
Sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan, bahan kimia yang terkandung dalam produk kecantikan dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan. Salah satu senyawa kimia yang dapat meningkatkan kegemukan adalah phthalates.
Dokter di Mount Sinai Medical Center di New York, mengatakan bahwa phthalates terdapat di hampir 70 persen shampo, kosmetik dan sabun. Daily Mail melaporkan, kandungan tersebut dapat mengganggu endokrin dan sebisa mungkin harus dihindari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Endokrin merupakan kelenjar penghasil hormon, yang langsung masuk ke dalam aliran darah dan mempengaruhi pertumbuhan dan metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh merupakan proses semua reaksi kimia yang terjadi di dalam organisme, termasuk yang terjadi di tingkat selular. Jadi, jika kinerja endokrin terganggu, maka metabolisme tubuh juga terganggu.
Para peneliti juga menemukan kandungan lain yang berbahaya yaitu Bisphenol-A yang sering ditemukan dalam beberapa produk makanan, produk plastik dan botol susu.
Maida Galvez, dokter anak yang telah meneliti 330 anak di East Harlem, menjelaskan bagaimana tim peneliti mengungkapkan keterkaitan antara phthalates dan berat tubuh seseorang.
"Meskipun kandungan kimia memainkan peran yang kecil dalam obesitas, tapi seharusnya dihindari," saran Galvez.
Dr Galves juga menyarankan untuk memilih produk kosmetik organik dan bebas parfum. Para ahli di Mount Sinai telah menemukan hubungan paralel antara obesitas dan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari sejak tahun 2002.
Hal tersebut dibenarkan oleh sebuah penelitian dari Stirling University di Skotlandia yang menyebutkan, Bisphenol A dan phthalates sebagai bahan kimia berkalori. Paula Baillie-Hamilton, ketua peneliti mengatakan, perdebatan tentang obesitas telah mengalami perubahan secara signifikan selama beberapa dekade terakhir. Hal ini karena penggunaan produk dari bahan sintetis oragnik dan senyawa kimia anorganik.
(kik/kik)
Pakaian Pria
Rekomendasi 3 Jaket Bomber Hitam Pria Andalan Paling Stylish Buat Upgrade OOTD Kamu!
Hobi dan Mainan
VITAMIN KUCING Growth Hack by Petglow x Butter Belly, Solusi Praktis Bikin Anabul Makin Lahap & Berisi!
Pakaian Pria
Prabu Rudi Black White Sneakers, Sepatu Baru Pria Favorit untuk Menyambut Chinese New Year 2026 yang Wajib Kamu Beli!
Perawatan dan Kecantikan
Makeup Heavy saat Lebaran Bikin Kulit Breakout? Ini Penyebab yang Sering Diremehkan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Rambut Rontok Jadi Masalah Nomor Satu Wanita, Apa Penyebab dan Solusinya?
Putri Gwyneth Paltrow Blak-blakan Soal Suntik Filler dan Skincare Jerawat
7 Ciri-Ciri Skincare Mengandung Merkuri yang Perlu Dihindari
Ini Usia yang Disarankan untuk Mulai Pakai Retinol
Viva Cosmetics Luncurkan Moisturizer Gel, Jadikan Shenina Cinnamon BA
Most Popular
1
Konflik Makin Panas, Brooklyn Beckham Unfollow Gordon Ramsay Usai Disindir
2
Kontroversi Epstein Terungkap: Ingin Nikahi Putri Mantannya yang Masih Remaja
3
50 Ucapan Imlek 2026 Penuh Makna dan Semangat Inspiratif
4
Beyonce Bikin Pangling! Tiba-tiba Potong Rambut Jadi Bob Pendek
5
Rambut Rontok Jadi Masalah Nomor Satu Wanita, Apa Penyebab dan Solusinya?
MOST COMMENTED











































