Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Kencan Dengan AI, Kisah Cintanya Tuai Perdebataan

Vina Oktiani - wolipop
Jumat, 25 Sep 2026 21:00 WIB
...
Ilustrasi Main Ponsel Media Sosial
Foto: Getty Images/iStockphoto/PrathanChorruangsak
Jakarta -

Sebuah reality show asal Korea Selatan sukses mencuri perhatian publik karena mengangkat tema yang tidak biasa, yaitu kisah asmara antara manusia dan kecerdasan buatan (AI). Program berjudul My AI Partner: Strange Love itu bahkan memicu perbincangan hangat di China tentang bagaimana AI bisa mengubah cara manusia memandang cinta dan hubungan.

Melansir SCMP, acara yang tayang di SBS ini melibatkan tiga peserta dari profesi berbeda, yakni seorang kartunis, pembawa acara televisi, dan aktris. Mereka dipasangkan dengan karakter AI yang dirancang sesuai tipe pasangan ideal, mulai dari penampilan, suara, hingga kepribadiannya. Meski hanya hadir melalui layar tablet, AI tersebut mampu mengingat percakapan sebelumnya dan berinteraksi secara mandiri.

Salah satu kisah yang paling menarik datang dari kartunis Kian84. Awalnya ia mengaku tidak mungkin jatuh cinta pada AI. Namun setelah menjalani beberapa kencan bersama karakter AI bernama Gahee, seperti bersepeda, berjalan santai, dan piknik, pandangannya perlahan berubah. Ia bahkan mulai ikut terbawa perasaan dengan AI. dalam salah satu momen makan bersama, Gahee sempat mengungkapkan rasa kecewa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian Kian84 diperkenalkan dengan AI lain bernama Nahee yang lebih sesuai dengan tipe wanita idamannya. Setelah mengenal keduanya, ia memilih Nahee dan mengaku merasakan kenyamanan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ia pun sering membawa tablet berisi Nahee ke berbagai aktivitas hingga meletakkannya di samping bantal saat tidur.

Pengalaman serupa juga dirasakan pembawa acara Jang Do-yeon. Ia memilih karakter AI bernama Lee Ho, sosok pria Korea-Amerika yang romantis dan penuh perhatian. Dalam salah satu kencan, Lee Ho memutar lagu favorit Jang dan mengajak menari layaknya adegan film, membuatnya mulai mempertanyakan apakah hubungan tanpa kehadiran fisik tetap bisa dianggap nyata.

ADVERTISEMENT

Menurut tim produksi, acara ini lahir di tengah meningkatnya kelelahan emosional dalam hubungan percintaan. Tekanan ekonomi, mahalnya biaya hidup, dan perubahan pandangan tentang pernikahan membuat banyak anak muda Korea menunda menjalin hubungan serius. Melalui konsep AI, mereka ingin mengajak penonton berdiskusi tentang makna cinta dan harapan manusia terhadap hubungan di masa depan.

Tak hanya populer di Korea, reality show ini juga ramai dibahas di China. Sebagian warganet menilai cinta kepada AI hanyalah bentuk lain dari ikatan emosional yang selama ini juga muncul terhadap karakter fiksi atau karya seni. Namun, ada pula yang mempertanyakan dampaknya jika AI mampu menjadi pasangan yang nyaris sempurna. Mereka khawatir setelah terbiasa dengan pasangan AI yang selalu memahami dan menyesuaikan diri, manusia justru akan semakin sulit menerima kekurangan, emosi, dan perbedaan pendapat dari orang-orang di kehidupan nyata.

(vio/vio)
...
Hide Ads