Cerita Tora Sudiro Kirim 'Mata-mata' saat Putrinya Pergi, Ini Kata Psikolog
Sebagai orang tua, rasa khawatir terhadap anak memang menjadi hal yang sulit dihindari, terlebih ketika anak mulai beranjak remaja dan ingin lebih mandiri. Hal inilah yang juga dirasakan oleh Tora Sudiro terhadap putri bungsunya, Jenaka.
Saat ditemui dalam acara Panduan Tenang Keluarga bersama Grab melalui layanan GrabKeluarga di Bale Nusa, Jakarta, Selasa (30/6/2026), Tora mengungkapkan kekhawatiran terbesarnya ketika sang putri harus bepergian sendiri.
Menurut Tora, kekhawatiran utama yang selalu muncul adalah soal keselamatan Jenaka selama di perjalanan. Ia mengaku ingin memastikan putrinya benar-benar sampai di tujuan dengan aman, meski sadar tidak mungkin terus mengontrol setiap langkah anaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekhawatiran terbesar ketika dia pergi sendiri itu ya, nyampe apa enggak. Kita maunya dia aman, sampai, dan bisa dipantau. Tapi enggak mungkin juga kita kontrol terus-terusan sampai di lokasi," ujar Tora.
acara Panduan Tenang Keluarga bersama Grab di Bale Nusa Foto: Wolipop/Vina Oktiani |
Tak hanya soal keamanan di jalan, Tora juga mulai menghadapi tantangan baru sebagai ayah dari remaja yang mulai mengenal cinta. Dengan nada bercanda, ia mengaku kini Jenaka mulai menunjukkan tanda-tanda menyukai lawan jenis.
"Kayaknya anak saya udah mulai naksir cowok. Takutnya tiba-tiba dia ke rumahnya terus saya enggak tahu. Saya butuh monitor seperti itu. Soalnya sekarang sudah sleepcall terus tiap malam," ungkapnya.
Psikolog Pritta Tyas menjelaskan bahwa apa yang dirasakan Tora adalah hal yang sangat wajar dialami orang tua yang memiliki anak remaja. Menurut Pritta, masa remaja adalah fase ketika anak membutuhkan peningkatan kemandirian dan kepercayaan dari orang tua. Namun di sisi lain, orang tua sering kali belum sepenuhnya siap melepas peran protektif mereka.
"Ada dilema di sisi orang tua. Di satu sisi kita tahu anak yang masuk masa remaja butuh kemandirian yang meningkat dan kepercayaan. Tapi di sisi lain, orang tua masih punya kebutuhan untuk merawat dan menjaga anak," jelas Pritta.
Ia menambahkan, keinginan untuk terus melindungi anak sebenarnya bukan hanya muncul karena rasa khawatir, tetapi juga karena naluri merawat yang sudah terbentuk sejak anak kecil. Tantangannya, naluri itu harus mulai disesuaikan seiring bertambahnya usia anak. Meski begitu, Pritta menegaskan bahwa memberikan kepercayaan secara bertahap menjadi langkah penting agar anak bisa tumbuh percaya diri dan mandiri.
Lebih lanjut, Tora menceritakan cara unik dirinya dulu untuk memastikan putrinya tetap aman saat bepergian. Ia mengaku sampai mengirim 'mata-mata' untuk diam-diam mengawasi Jenaka dari kejauhan.
"Sebelumnya saya selalu kirim mata-mata. Kalau anak saya pergi, selalu ada mbak yang mendampingi, ngikutin dia beberapa meter di belakang," cerita Tora sambil tertawa.
Kini, Tora merasa beban kekhawatirannya sedikit berkurang karena adanya fitur GrabKeluarga untuk remaja yang membantunya memantau perjalanan sang anak dengan lebih praktis dan nyaman.
(vio/vio)










































