×
Ad

Beda Cara PDKT Milenial vs Gen Z, Kamu Tim yang Mana?

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Senin, 27 Apr 2026 21:00 WIB
Foto: iStock
Jakarta -

Flirting atau pendekatan dalam hubungan bisa dibilang merupakan salah satu naluri paling alamiah manusia. Bahkan sejak dulu, cara kita menarik perhatian orang yang disukai selalu menjadi langkah awal menuju hubungan yang lebih serius, bahkan hingga ke pernikahan.

Hampir semua orang pernah melakukannya, namun cara flirting setiap generasi ternyata punya gaya yang berbeda. Jika generasi Baby Boomers dan Gen X dulu harus menelepon rumah gebetan dan siap berbicara dengan orang tuanya, atau bertemu di acara dansa, generasi setelahnya punya pendekatan yang lebih modern.

Ini beda cara pendekatan kaum milenial dan Gen Z, menurut pakar percintaan.

Cara PDKT Milenial

Untuk generasi milenial (sekitar usia 29-44 tahun), pendekatan yang paling sering digunakan adalah dengan menjadi ramah dan cerdas dalam berkomunikasi.

Hal ini juga diamini oleh Devyn Simone, mak comblang profesional dan pakar percintaan.

"Milenial cenderung menggabungkan humor dengan percakapan yang lebih panjang, serta menunjukkan kepribadian mereka melalui berbagai chat," jelasnya, seperti dikutip dari Huffpost.

Dengan kata lain, flirting bagi milenial bukan sekadar basa-basi, tetapi juga membangun koneksi lewat percakapan yang lebih dalam.

Devyn merangkum prinsip pendekatan yang sehat dalam tiga hal utama: keamanan, energi positif, dan timbal balik.

"Tujuannya adalah menunjukkan ketertarikan, sekaligus memberi ruang bagi orang lain untuk memutuskan apakah mereka juga tertarik," ujarnya.

Cara PDKT Gen Z

Sementara itu, Gen Z atau Zoomers (sekitar usia 13-28 tahun) memiliki gaya flirting yang lebih santai dan playful. Pendekatan mereka sering kali melibatkan pujian ringan, candaan, hingga referensi meme atau TikTok yang terasa lebih natural.

"Gen Z cenderung menjaga suasana tetap fun, menggunakan meme, referensi TikTok, atau voice note yang terasa autentik, bukan dibuat-buat," kata Devyn.

Meski terkesan santai, bukan berarti Gen Z mengabaikan batasan dalam flirting.

Menurut Amanda Etienne, PsyD, seorang terapis, ada beberapa hal penting yang tetap perlu diperhatikan saat flirting-apa pun generasinya.

"Saat flirting, penting untuk memperhatikan konteks, consent, dan bahasa tubuh," jelasnya.

Konteks berarti memahami hubungan dan situasi antara kamu dan lawan bicara. Apakah kalian sudah saling mengenal dekat, atau masih dalam tahap awal?

Bahasa tubuh juga menjadi sinyal penting. Apakah dia terlihat tertarik, melakukan kontak mata, atau justru tampak terburu-buru dan tidak fokus? Tak kalah penting adalah consent atau persetujuan.

"Menerima penolakan adalah hal yang wajib," tegas Amanda.

Dia juga mengingatkan agar tidak terjebak dalam trik 'jual mahal' yang bisa disalahartikan.

Intinya, meskipun cara flirting terus berkembang mengikuti zaman, esensinya tetap sama yakni membangun koneksi dengan cara yang menyenangkan, jujur, dan saling menghargai.

Baik kamu tim milenial yang suka deep talk, atau Gen Z yang lebih playful, yang terpenting adalah tetap jadi diri sendiri.



Simak Video "Video: Caranya PDKT ke Cewek Aquarius"

(hst/hst)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork