Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Dry Begging, Kebiasaan 'Ngode' yang Bisa Jadi Manipulatif dalam Hubungan

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Jumat, 17 Apr 2026 18:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Man begging his girlfriend to forgive him
Foto: Getty Images/domoyega
Jakarta -

Pernah merasa pasangan seperti 'ngode' terus, tapi tidak pernah benar-benar mengatakan apa yang diinginkan? Bisa jadi yang dia lakukan itu adalah dry begging.

"Dry begging adalah ketika seseorang meminta sesuatu secara tidak langsung. Ada kebutuhan, tapi tidak disampaikan dengan jelas," jelas Aerial Cetnar, terapis sekaligus pemilik Boulder Therapy and Wellness di Colorado, AS, seperti dikutip dari Huffpost.

Alih-alih mengungkapkan keinginan secara lugas, seseorang yang melakukan dry begging cenderung memberi petunjuk halus atau keluhan samar. Misalnya, daripada berkata, 'Aku ingin kita lebih sering menghabiskan waktu bersama,' dia memilih berkata, 'Ya sudah, aku di rumah saja sama kucing.'

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Tori-Lyn Mills, konselor profesional dari Thriveworks, perilaku ini bisa muncul karena berbagai hal.

"Ini bisa berasal dari rasa tidak aman, ketakutan, atau bahkan manipulasi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Namun, dalam banyak kasus, dry begging juga merupakan pola yang dipelajari sejak kecil sebagai cara untuk mendapatkan kebutuhan tanpa harus mengungkapkannya secara langsung.

Bisa Berkembang Jadi Bentuk Manipulasi

Dry begging bisa berkembang menjadi bentuk manipulasi emosional.

"Perilaku ini bisa memanfaatkan empati orang lain, bahkan menggeser tanggung jawab dalam hubungan," kata Tori-Lyn.

Dalam hubungan romantis, hal ini bisa membuat pasangan merasa harus melakukan sesuatu meskipun tidak pernah diminta secara jelas. Jika dilakukan berulang, ini bisa menjadi tanda bahaya dalam hubungan.

"Kalau sudah menjadi pola, itu red flag," tegas Aerial.

Terlebih lagi jika salah satu pihak terus melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin mereka lakukan, hanya karena merasa bersalah atau tertekan.

Meski begitu, tidak semua dry begging bersifat manipulatif. "Penting untuk melihat niatnya terlebih dahulu dan apakah ini terjadi berulang atau tidak," tambahnya.

Jika hanya sesekali, kemungkinan besar bukan masalah serius.

Dry Begging = Bentuk Narsisme?

Dry begging sering dikaitkan dengan sifat narsistik, namun tidak selalu demikian.

"Dalam narsisme, ada rasa 'berhak' yang tinggi. Permintaan bisa disampaikan secara terselubung, tapi dengan tuntutan yang lebih kuat," jelas Tori-Lyn.

Namun, seseorang yang sesekali melakukan dry begging belum tentu memiliki kecenderungan narsistik.

Masalahnya, orang yang sering dry begging justru bisa merasa kecewa ketika kebutuhannya tidak terpenuhi.

"Mereka merasa sudah meminta, padahal sebenarnya tidak," kata Aerial.

Karena tidak disampaikan dengan jelas, pasangan pun bisa saja tidak menyadari adanya permintaan atau bahkan memilih mengabaikannya.

Banyak Orang Melakukan Dry Begging, Ini Penyebabnya

Tidak semua orang nyaman menyampaikan keinginan atau kebutuhan secara langsung. Mengatakan 'aku butuh perhatian lebih' atau 'tolong bantu aku di rumah' bisa terasa sulit. Akibatnya, dry begging menjadi cara yang dinilai lebih aman.

"Mereka mungkin takut ditolak atau merasa permintaannya terlalu berlebihan," ujar Tori-Lyn.

Selain itu, banyak orang memang tidak pernah diajarkan cara berkomunikasi secara terbuka. "Sering kali orang tidak diajarkan bagaimana meminta sesuatu dengan jelas," kata Aerial.

Mereka pun memilih memberi 'kode' karena terasa lebih aman ditolak secara tidak langsung daripada ditolak terang-terangan. Padahal, perilaku ini bisa jadi masalah yang menumpuk dan akhirnya 'meledak' dan menyebabkan pertengkaran, bahkan perpisahan.

Cara Menyikapi Dry Begging

Baik kamu yang melakukan dry begging atau mengalaminya dari pasangan, langkah pertama adalah kesadaran. Seperti apa?

Belajar Lebih Jujur dan Direct

Jika kamu merasa sering 'ngode', coba mulai latih komunikasi yang lebih jelas. Pahami dulu kebutuhanmu, lalu sampaikan secara langsung.

Misalnya, jika merasa kesepian, katakan saja bahwa kamu ingin menghabiskan waktu bersama.

Ajak Pasangan untuk Lebih Terbuka

Beri tahu pasangan bahwa kamu sedang berusaha berkomunikasi lebih jelas. Dengan begitu, pasangan bisa memberi respons dan mendukung perubahan positif.

Klarifikasi dengan Halus

Jika pasanganmu sering dry begging, coba bantu membuka percakapan. Kamu bisa bertanya, 'Ini kamu lagi minta sesuatu, ya?'

Cara ini membantu menghindari salah paham dan mendorong komunikasi yang lebih jujur.

Kenali Batasan

Jika dry begging terus berulang dan sudah menuju ke tindak manipulatif, penting untuk mengevaluasi hubungan tersebut. Namun, jika ini hanya kebiasaan yang dipelajari atau karena kesulitan mengekspresikan emosi, perubahan tetap mungkin terjadi.

Penting diingat bahwa dry begging berakar dari kebutuhan yang belum terpenuhi dan kesulitan untuk mengungkapkannya. Dalam hubungan yang sehat, komunikasi yang jujur dan bukan hanya membantu menghindari drama, tetapi juga membangun koneksi yang lebih dalam dan saling memahami.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads